Was-was Penerapan Pajak Anti Karbon dari Eropa

Jumat, 05 Juli 2024 | 05:05 WIB
Was-was Penerapan Pajak Anti Karbon dari Eropa
[ILUSTRASI. Fasilitas pabrik pupuk milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam rangka menunjang produktivitas pertanian nasional, perusahaan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas produksi pupuk di seluruh wilayah Indonesia lewat peresmian pabrik pupuk NPK PIM di Lhokseumawe, Aceh dengan kapasitas produksi sebesar 500 ribu ton per tahun.]
Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Havid Vebri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan kebijakan anti karbon atau Carbon Border Adjusmednt Mechanism (CBAM) di Uni Eropa (UE) berlaku efektif pada Januari 2026. Penerapan kebijakan ini bisa berdampak serius terhadap industri manufaktur, terutama industri pupuk, semen, besi dan baja, aluminium, dan kelistrikan.

Dalam skema CBAM ini, UE menuntut kelima produk dan jasa tersebut, harus benar-benar dihasilkan melalui proses emisi karbon rendah, sehingga lebih ramah lingkungan.Jika persyaratan itu tak dipenuhi maka dikenakan pajak karbon tinggi.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Cimory (CMRY) Optimistis Penjualan dan Laba Bersih Kembali Tumbuh
| Rabu, 07 Januari 2026 | 05:05 WIB

Cimory (CMRY) Optimistis Penjualan dan Laba Bersih Kembali Tumbuh

Perusahaan produsen makanan dan minuman ini fokus untuk mengejar pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.

Daya Beli Menahan Laju Ekonomi Nataru
| Rabu, 07 Januari 2026 | 05:00 WIB

Daya Beli Menahan Laju Ekonomi Nataru

Pelaku usaha berharap pemulihan daya beli imbas dari Nataru yang baru berlangsung bisa berlanjut hingga periode Lebaran nanti.

Blok Rokan Jadi Ladang Minyak Terbesar Indonesia
| Rabu, 07 Januari 2026 | 05:00 WIB

Blok Rokan Jadi Ladang Minyak Terbesar Indonesia

Blok Rokan dan Blok Cepu hingga kini masih menjadi tulang punggung produksi minyak dan gas (migas) nasional.

Rekor Lagi, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (7/1)
| Rabu, 07 Januari 2026 | 04:50 WIB

Rekor Lagi, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (7/1)

IHSG menguat dalam lima perdagangan sejak 29 Desember 2025 lalu. Dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG mengakumulasi kenaikan 4,63%.​

Risiko Tinggi Menahan Laju Kredit Usaha Fintech
| Rabu, 07 Januari 2026 | 04:40 WIB

Risiko Tinggi Menahan Laju Kredit Usaha Fintech

Dari rentang Desember 2023 hingga September 2025, porsi pinjaman produktif menyusut dari 38,15% menjadi 34,48%.

Insentif Digelontorkan, KPR Masih Tertahan
| Rabu, 07 Januari 2026 | 04:40 WIB

Insentif Digelontorkan, KPR Masih Tertahan

Insentif KPR datang di waktu yang tidak tepat, saat risiko kredit bermasalah sedang naik.                  

SBN Jadi Mesin Baru Jaring Komisi
| Rabu, 07 Januari 2026 | 04:30 WIB

SBN Jadi Mesin Baru Jaring Komisi

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, realisasi penerbitan SBN ritel sepanjang 2025 menembus lebih dari Rp 150 triliun.

Venezuela, Geoekonomi Amerika Serikat dan China
| Rabu, 07 Januari 2026 | 04:27 WIB

Venezuela, Geoekonomi Amerika Serikat dan China

Aksi 3 Januari 2026 pada akhirnya bukan sekadar tentang Venezuela atau Maduro, tapi juga tentang pesan AS kepada dunia yang sedang berubah.

Asuransi Umum Cetak Hasil Investasi Menawan Meski Bermain Aman
| Rabu, 07 Januari 2026 | 04:20 WIB

Asuransi Umum Cetak Hasil Investasi Menawan Meski Bermain Aman

Perusahaan asuransi umum mengantongi hasil investasi sebesar Rp 6,84 triliun sepanjang sepuluh bulan pertama tahun 2025. 

AZKO Melanjutkan Ekpansi Gerai
| Rabu, 07 Januari 2026 | 04:20 WIB

AZKO Melanjutkan Ekpansi Gerai

Bisnis ritel menghadapi tantangan daya beli masyarakat di sepanjang 2025 dan berpotensi berlanjut hingga 2026.

INDEKS BERITA