Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Baku
Kondisi seperti ini tidak dapat dihindari oleh setiap perusahaan, terlebih bahan baku utama juga telah mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Murni Sadar (MTMH) Incar Pertumbuhan Kinerja 20%
Ekspansi rumah sakit baru di dalam negeri menjadi fokus perusahaan pada tahun ini, khususnya di lokasi-lokasi strategis.
PT Timah (TINS) Alokasikan Dana Belanja Rp 450 Miliar
Keputusan ini sejalan dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menetapkan dividend payout ratio sebesar 50%.
Avia Avian (AVIA) Tetap Bidik Pertumbuhan 10%
Target ini tidak berubah sejak awal tahun meskipun saat ini industri produksi cat menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat.
Strategi Metropolitan Land (MTLA) menyambut Kenaikan BI Rate
Manajemen memastikan MTLA tetap memantau perkembangan pasar dan kondisi ekonomi secara keseluruhan di tahun ini.
Menguji Implementasi Keberlanjutan di J&T Express
Di tengah pesatnya pertumbuhan industri logistik, tuntutan praktik bisnis yang berkelanjutan kian mengemuka. Bagaimana operator melakukannya?
Phapros (PEHA) Kejar Target Pertumbuhan Kinerja Dua Digit
Salah satu strategi yang disiapkan untuk meningkatkan penjualan tahun ini adalah dengan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Multi Bintang Indonesia (MLBI) Pacu Penjualan di Sisa Tahun
Dalam mengakselerasi pertumbuhan, MLBI menjalankan sejumlah pilar utama salah satunya memperkuat kepemimpinan Bintang di segmen mainstream.
Waskita Beton Precast (WSBP) Intip Peluang Jasa Laboratorium dan Sewa Aset
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penambahan kegiatan usaha sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis WSBP.
Garuda Indonesia (GIAA) Melebarkan Jaringan ke Eropa Utara
GIAA memperluas jaringan internasionalnya ke kawasan Eropa Utara melalui kerja sama codeshare dengan Scandinavian Airlines (SAS).
Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Siapkan Belanja Modal Rp 800 Miliar
PANI tengah mengembangkan proyek Hotel Hilton di Central Business District (CBD) PIK 2 dengan nilai investasi mencapai Rp 800 miliar.
Usai Berganti Pengendali, Emiten Raffi Ahmad (VISI) Menyiapkan Lini Bisnis Baru
Terkait dengan perubahan pengendali, manajemen VISI masih akan berdiskusi lebih lanjut mengenai arah bisnis perusahaan ke depan.
Chitose Internasional (CINT) Bidik Penjualan Rp 560 Miliar pada Tahun Ini
PT Chitose Internasional Tbk (CINT) berinovasi menciptakan produk furnitur yang sejalan dengan perkembangan ruang kerja modern.
Champion Pacific (IGAR) Mengembangkan Produk Kemasan Alternatif
Perusahaan mulai mengembangkan produksi kemasan berbentuk pouch atau kantong plastik yang dapat digunakan berulang kali.
Metrodata Electronics (MTDL) Bidik Pendapatan Tumbuh 10% Tahun ini
Salah satu fokus utama MTDL adalah pengembangan lini bisnis solusi dan konsultasi digital, yakni menata ulang arsitektur solusi.
Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Menyiapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun
Untuk rencana ekspansi, TBIG tetap fokus pada pertumbuhan organik, baik melalui pembangunan menara, fiber optik, maupun konektivitas
Itama Ranoraya (IRRA) Memperluas Jaringan Bisnis Alat Kesehatan
Pertumbuhan pesat industri alkes saat ini mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Intip Peluang dari Momen Libur Sekolah
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) siap memaksimalkan sejumlah segmen bisnis untuk memacu kinerja di periode libur panjang.
Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Memperkuat Bisnis di Timor Leste
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah, MPMX melihat peluang ekspansi ke Timor Leste sebagai langkah yang strategis.
BISI International Membidik Pertumbuhan Kinerja Dua Digit Tahun Ini
PT BISI International Tbk (BISI) memproyeksikan penjualan dan laba bersih tahun ini tumbuh masing-masing 35% dan 33%.
Gihon Telekomunikasi (GHON) Lanjutkan Ekspansi Penyewaan Menara
Hingga akhir 2026, perusahaan ini menargetkan total penyewaan mencapai 1.820 menara atau bertambah 115 penyewaan dari realisasi di 2025.
Midi Utama Indonesia (MIDI) Pasang Target Lebih Moderat
Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah berada di kisaran Rp 18.000, jelas akan berdampak pada sejumlah produk dengan komponen impor.
Maxindo Karya Anugerah (MAXI) Memacu Penjualan di Pasar Ekspor Tahun Ini
Hingga saat ini MAXI telah memasarkan produknya ke 30 negara, seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Kanada, Tiongkok, Belanda, Selandia Baru
Kimia Farma (KAEF) Berupaya Menjaga Kinerja Tetap Positif
Salah satu faktor yang berpotensi mengganggu kinerja perusahaan adalah konflik geopolitik yang tak kunjung mereda.
Jababeka (KIJA) Genjot Penjualan Lahan Industri
Saat ini realisasi marketing sales KIJA telah mencapai Rp 540 miliar atau sekitar 14% dari target tahunan.

