Melihat Prospek Saham HMSP
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham emiten rokok PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) awalnya diproyeksi bisa melanjutkan penguatan hari ini, karena tren penguatan yang sebelumnya konsisten terjadi di berbagai rentang waktu.
Namun pada penutupan perdagangan hari ini Selasa (18/8), HMSP parkir di zona merah, padahal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,75% ke 6.449. HMSP ditutup melemah 1,32% ke level Rp 745.
Tetapi, pergerakannya dalam seminggu dan sebulan terakhir pun cukup solid dengan penguatan masing-masing 0,68% dan 7,97%. Dalam rentang sepanjang tahun berjalan alias year to date (YtD) pun, penguatan masih terlihat, walau hanya sebesar 2,76%.
Dinamika pergerakan HMSP ini masih menyimpan optimisme, salah satunya asa terbukanya momentum HMSP melanjutkan penguatan, terutama bila mampu menembus area moving average (MA) 200 yang menjadi salah satu level teknikal yang penting.
Baca Juga: Beda Arah Minat Investor Asing di Saham GGRM dan HMSP, Ini Penyebabnya
Retail Research Analyst CGS International ANdrian A. Saputra menuturkan bahwa HMSP menjadi salah satu emiten yang menarik dicermati pergerakan sahamnya karena momentum pergerakannya cukup positif.
Hal ini dilihat Andrian dari perdagangan Jumat (14/8) lalu, saat saham HMSP menguat sekitar 3,5% disertai dengan aktivitas net buy asing di pasar reguler yang mencapai Rp 2,5 miliar. Per Jumat itu pun, penguatan saham HMSP terpantau masih sebesar 11%.
"Dari sisi teknikal, HMSP berhaisl membentuk rebound dari area MA60 dan membentuk double bottom," paparnya dikutip Kontan, Selasa (18/8).
Sementara Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menuturkan bahwa konsistensi penguatan HMSP di berbagai rentang waktu (timeframe) menunjukkan momentum yang memang cukup kuat.
"Potensi penembusan MA200 menjadi titik penting karena jika berhasil ditembus dengan dukungan volume perdagangan yang solid, itu bisa mengkonfirmasi pergerseran (shift) menuju uptrend yang lebih genuine," urai Wafi saat dihubungi KONTAN.
Lebih lanjut CGS International juga melihat dari sisi kinerja, HMSP mencatatkan laba bersih Rp 2,1 triliun pada kuartal II-2026, alias tumbuh 4,4% YoY dan melonjak 917% secara kuartalan.
Laba bersih HMSP sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 4,2 triliun, tumbuh sekitar 97% YoY dan capaian tersebut dinilai sejalan dengan ekspektasi dan konsensus.
Berdasarkan paparan Perseroan, perbaikan laba didukung oleh pemulihan volume penjualan setelah pada kuartal I-2026 penjualan terdampak momentum Ramadan dan Lebaran. Pada kuartal II-2026, volume penjualan mencapai sekitar 20 miliar batang, tumbuh 9% QoQ.
