Melihat Prospek Saham HMSP

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:07 WIB
Melihat Prospek Saham HMSP
[ILUSTRASI. Pabrik HM Sampoerna Karawang (DOK/HM Sampoerna)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham emiten rokok PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) awalnya diproyeksi bisa melanjutkan penguatan hari ini, karena tren penguatan yang sebelumnya konsisten terjadi di berbagai rentang waktu.

Namun pada penutupan perdagangan hari ini Selasa (18/8), HMSP parkir di zona merah, padahal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,75% ke 6.449. HMSP ditutup melemah 1,32% ke level Rp 745.

Tetapi, pergerakannya dalam seminggu dan sebulan terakhir pun cukup solid dengan penguatan masing-masing 0,68% dan 7,97%. Dalam rentang sepanjang tahun berjalan alias year to date (YtD) pun, penguatan masih terlihat, walau hanya sebesar 2,76%.

Dinamika pergerakan HMSP ini masih menyimpan optimisme, salah satunya asa terbukanya momentum HMSP melanjutkan penguatan, terutama bila mampu menembus area moving average (MA) 200 yang menjadi salah satu level teknikal yang penting.

Baca Juga: Beda Arah Minat Investor Asing di Saham GGRM dan HMSP, Ini Penyebabnya

Retail Research Analyst CGS International ANdrian A. Saputra menuturkan bahwa HMSP menjadi salah satu emiten yang menarik dicermati pergerakan sahamnya karena momentum pergerakannya cukup positif.

Hal ini dilihat Andrian dari perdagangan Jumat (14/8) lalu, saat saham HMSP menguat sekitar 3,5% disertai dengan aktivitas net buy asing di pasar reguler yang mencapai Rp 2,5 miliar. Per Jumat itu pun, penguatan saham HMSP terpantau masih sebesar 11%.

"Dari sisi teknikal, HMSP berhaisl membentuk rebound dari area MA60 dan membentuk double bottom," paparnya dikutip Kontan, Selasa (18/8).

Sementara Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menuturkan bahwa konsistensi penguatan HMSP di berbagai rentang waktu (timeframe) menunjukkan momentum yang memang cukup kuat.

"Potensi penembusan MA200 menjadi titik penting karena jika berhasil ditembus dengan dukungan volume perdagangan yang solid, itu bisa mengkonfirmasi pergerseran (shift) menuju uptrend yang lebih genuine," urai Wafi saat dihubungi KONTAN.

Lebih lanjut CGS International juga melihat dari sisi kinerja, HMSP mencatatkan laba bersih Rp 2,1 triliun pada kuartal II-2026, alias tumbuh 4,4% YoY dan melonjak 917% secara kuartalan.

Laba bersih HMSP sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 4,2 triliun, tumbuh sekitar 97% YoY dan capaian tersebut dinilai sejalan dengan ekspektasi dan konsensus.

Berdasarkan paparan Perseroan, perbaikan laba didukung oleh pemulihan volume penjualan setelah pada kuartal I-2026 penjualan terdampak momentum Ramadan dan Lebaran. Pada kuartal II-2026, volume penjualan mencapai sekitar 20 miliar batang, tumbuh 9% QoQ.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

TINS Masih Boleh Beli Timah dari Rakyat
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:45 WIB

TINS Masih Boleh Beli Timah dari Rakyat

Pemerintah akan membentuk tim kecil yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan.

Target Tinggi Lifting Migas di Tengah Seretnya Ekspansi
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Target Tinggi Lifting Migas di Tengah Seretnya Ekspansi

Target lifting minyak 2027 mencapai 610.000 bopd, pemerintah perlu membenahi hambatan investasi salah salah satunya perizinan

Pemerintah Mulai Cermat Gelontorkan Belanja Pajak
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Pemerintah Mulai Cermat Gelontorkan Belanja Pajak

Dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2027, belanja perpajakan diproyeksikan mencapai Rp 632 triliun, naik dari proyeksi 2026 Rp 576,4 triliun

Pergerakan Rupiah Menanti Hasil RDG BI
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Pergerakan Rupiah Menanti Hasil RDG BI

Investor kembali risk on ke emerging market, terlihat dari yield SBN yang turun setelah data ketenagakerjaan dan inflasi AS melemah

Meski Dolar Melemah, Valuta Asia Masih Sulit Terangkat
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Meski Dolar Melemah, Valuta Asia Masih Sulit Terangkat

Indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran 99,5 pada Selasa (18/8), atau bertahan di dekat level terendah dalam dua bulan terakhir

Melihat Prospek Saham HMSP
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:07 WIB

Melihat Prospek Saham HMSP

Salah satu katalis utama bagi emiten rokok, berasal dari kebijakan pemerintah yang memastikan tidak menaikkan tarif cukai rokok 2027.

Kurs Garuda Berisiko Meleset dari Asumsi
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Kurs Garuda Berisiko Meleset dari Asumsi

Asumsi kurs rupiah di RAPBN 2027 berisiko meleset akibat tekanan global dan kebutuhan valas.             

Permintaan Gedung Pameran Diprediksi Terus Melonjak
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Permintaan Gedung Pameran Diprediksi Terus Melonjak

Manajemen JICC menyebut pesanan gedung atau venue penyelenggaraan acara sudah penuh hingga bulan November 2026.

Desil Baru Kurang Tepat Sasaran? Ekonom Ingatkan Resikonya
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:58 WIB

Desil Baru Kurang Tepat Sasaran? Ekonom Ingatkan Resikonya

Pengamat menyebut sistem desil DTSEN tidak mencerminkan kemampuan finansial sebenarnya, risikonya muncul di beberapa lapisan.

Peluang Cuan dari Unitlink Pasar Uang
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:45 WIB

Peluang Cuan dari Unitlink Pasar Uang

Rata-rata imbal hasil unitlink pasar uang mencapai 1,98% secara sejak awala tahun alias year to date per Juli 2026. 

INDEKS BERITA

Terpopuler