Ada Saham LQ45 Dalam Daftar Efek Short Selling

Kamis, 17 September 2026 | 07:39 WIB
Ada Saham LQ45 Dalam Daftar Efek Short Selling
[ILUSTRASI. Ilustrasi foto saham LQ 45 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan kembali transaksi short selling secara bertahap mulai Oktober 2026. Sesuai rencana, BEI bakal menerbitkan daftar saham yang bisa ditransaksikan secara short selling pada 28 September 2026.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan, indeks LQ45 akan menjadi acuan dalam menentukan saham yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling. Namun, tak seluruh saham dalam kumpulan indeks paling likuid tersebut akan masuk daftar efek short selling.

Baca Juga: Bursa Belum Melaju, Short Selling Berlaku

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kualitas Kredit Mikro BBRI Membaik, Analis Proyeksi Harga Saham Menuju Rp 4.100
| Kamis, 17 September 2026 | 08:11 WIB

Kualitas Kredit Mikro BBRI Membaik, Analis Proyeksi Harga Saham Menuju Rp 4.100

Strategi pencadangan BBRI dinilai konservatif, terutama terhadap eksposurnya pada beberapa emiten BUMN yang berpotensi merestrukturisasi kredit.

Bos Ditangkap KPK, Prospek SMRA Terancam
| Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Bos Ditangkap KPK, Prospek SMRA Terancam

Prospek PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terancam meredup usai petingginya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jumlah  IPO di Pipeline OJK Masih Ada Tujuh Perusahaan
| Kamis, 17 September 2026 | 08:06 WIB

Jumlah IPO di Pipeline OJK Masih Ada Tujuh Perusahaan

Tujuh calon emiten tersebut memiliki perkiraan target dana maksimum yang akan dihimpun dari IPO sebesar Rp 4,02 triliun.​

Menakar Manfaat Bursa Mineral
| Kamis, 17 September 2026 | 08:06 WIB

Menakar Manfaat Bursa Mineral

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dapat menjadi referensi harga domestik bagi emiten produsen mineral

Tambah Tiga Rumah Sakit Baru, Prospek MIKA Semakin Sehat
| Kamis, 17 September 2026 | 08:01 WIB

Tambah Tiga Rumah Sakit Baru, Prospek MIKA Semakin Sehat

Penambahan tiga rumah sakit bisa memperbesar kapasitas dan volume pasien PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). ​

Pemulihan Produksi dan Efisiensi Memoles Prospek INCO, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 17 September 2026 | 07:59 WIB

Pemulihan Produksi dan Efisiensi Memoles Prospek INCO, Simak Rekomendasi Sahamnya

Pemulihan produksi nikel matte dan penjualan bijih nikel masih akan menopang kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tahun

Dominasi Faktor The Fed
| Kamis, 17 September 2026 | 07:58 WIB

Dominasi Faktor The Fed

Arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan banyak dipengaruhi oleh hasil keputusan FOMC terkait suku bunga acuan The Fed

Saham ICBP Tak Jauh dari Area Terendah 10 Tahun, Kesempatan Beli atau Wait and See?
| Kamis, 17 September 2026 | 07:53 WIB

Saham ICBP Tak Jauh dari Area Terendah 10 Tahun, Kesempatan Beli atau Wait and See?

Penghambat pergerakan saham ICBP berasal dari pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan baku, serta potensi tekanan margin hingga akhir 2026.

Tata Kelola Pertanahan Mendesak Dibenahi
| Kamis, 17 September 2026 | 07:53 WIB

Tata Kelola Pertanahan Mendesak Dibenahi

Pengawasan perlu diperkuat pada Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan di daerah dengan kebutuhan tanah untuk kepentingan komersial yang tinggi.

Kembangkan Bisnis Data Center, MGLV Siapkan Dana Jumbo
| Kamis, 17 September 2026 | 07:53 WIB

Kembangkan Bisnis Data Center, MGLV Siapkan Dana Jumbo

Langkah PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) masuk ke bisnis pusat data didorong momentum pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital dan AI.

INDEKS BERITA

Terpopuler