AHAP Rights Issue di Harga Rp 50 per Saham, Grup Salim Komitmen Eksekusi Haknya

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:45 WIB
AHAP Rights Issue di Harga Rp 50 per Saham, Grup Salim Komitmen Eksekusi Haknya
[ILUSTRASI. Peluncuran asuransi kredit AMAN, produk yang dirilis Home Credit Indonesia bekerja sama dengan Equity Life Indonesia dan Asuransi Harta Aman Pratama.  DOK/Home Credit]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) berencana menggalang dana dari pasar saham lewat skema rights issue atau Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV).

Belum ada pihak yang akan menjadi standby buyer atau pembeli siaga dalam rights issue AHAP. Namun, tentakel Grup Salim yang menjadi pengendali dan pemegang saham utama AHAP berkomitmen untuk mengeksekusi haknya dalam PMHEMTD IV ini.

Skema penawaran rights issue AHAP untuk kali keempat adalah sebanyak-banyaknya 1,96 miliar saham biasa yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan. Jumlah saham baru AHAP yang ditawarkan dalam rights issue PMHMETD IV ini mencapai 40% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam AHAP setelah rights issue.

Nilai nominalnya ditetapkan di Rp 50 per saham. Nantinya setiap pemegang satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham. Dus, dari hajatan ini AHAP berpeluang meraup dana hingga Rp 98 miliar.

"Seluruh hasil bersih rights issue akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan kinerja yang akan ditempatkan pada instrument investasi dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No.71/POJK.05/2016 dan POJK No. 27/POJK.05/2018," tulis manajemen AHAP dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Selasa malam (24/5).

Baca Juga: Harga Saham ARTO Tertekan, GIC Singapura Lepas 2,1 Juta Saham Bank Jago

Lewat surat tertanggal 18 Mei 2022, PT Asuransi Central Asia menyatakan akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya, yakni sebanyak 1.218.094.955 saham, setara 62,15%. Dengan demikian Asuransi Central Asia yang merupakan entitas milik Grup Salim, bakal mengucurkan dana sekitar Rp 60,90 miliar.

Setoran dana dari Asuransi Central Asia akan terbagi dalam dua skema. Pertama, konversi seluruh pinjaman subordinasi sebesar Rp 25 miliar. Kedua, sekitar Rp 35,90 miliar disetorkan dalam bentuk tunai.

Walhasil, Asuransi Central Asia akan mempertahankan porsi kepemilikannya di AHAP yang sebesar 62,15%. Sementara bagi investor lain yang tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue, porsi kepemilikannya akan terdilusi hingga 40%.

Agenda rights issue AHAP telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 14 April 2022. Sementara tanggal efektif dari OJK diharapkan bisa diperoleh pada 6 Juni 2022.

Berikut ini jadwal rencana rights issue AHAP:

  • Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham : 14 April 2022.
  • Tanggal Efektif dari OJK : 6 Juni 2022.
  • Tanggal Cum-HMETD di Pasar Regular dan Pasar Negosiasi : 14 Juni 2022.
  • Tanggal Cum-HMETD di Pasar Tunai : 16 Juni 2022.
  • Tanggal Ex-HMETD di Pasar Regular dan Pasar Negosiasi : 15 Juni 2022.
  • Tanggal Ex-HMETD di Pasar Regular dan Pasar Negosiasi : 15 Juni 2022.
  • Recording Date : 16 Juni 2022.
  • Tanggal Distribusi HMETD : 17 Juni 2022.
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 20 Juni 2022.

Bagikan

Berita Terbaru

Melfrida Gultom Rencanakan Keuangan Sejak Belia
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Melfrida Gultom Rencanakan Keuangan Sejak Belia

Pendekatan yang disiplin, konsisten, dan penuh kesadaran menjadi kunci utama dalam menjaga nilai kekayaan

Budaya Nebeng Jadi Solusi Perjalanan Lebih Terjangkau
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Budaya Nebeng Jadi Solusi Perjalanan Lebih Terjangkau

Budaya berbagi tumpangan, bukan hal baru di Indonesia. Konsep ini kini hadir dalam bentuk aplikasi. Seperti apa layanannya?

 
Cara IKEA Merakit Bisnis Wirausahawan Sosial
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Cara IKEA Merakit Bisnis Wirausahawan Sosial

IKEA Indonesia menjalankan aksi keberlanjutan dengan membesarkan pelaku usaha sosial (social enterprise). Bagaimana caranya?

Setrum Paylater Kian Terasa di Ekosistem Motor Listrik
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Setrum Paylater Kian Terasa di Ekosistem Motor Listrik

Motor listrik makin menjadi incaran konsumen dengan pilihan pembayaran yang semakin beragam. Salah satunya skema paylater.

 
Balapan Mobil Listrik Segmen Pasar di Bawah Rp 300 Juta
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Balapan Mobil Listrik Segmen Pasar di Bawah Rp 300 Juta

Persaingan pasar mobil listrik dengan harga di bawah Rp 300 juta semakin sengit. Simak kompetisi pasarnya.

Cuan Datang Setelah Meriset Ubah Sampah Sulit Terurai
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Cuan Datang Setelah Meriset Ubah Sampah Sulit Terurai

Bermula dari memikirkan masa depan anak, Rendy Aditya Wachid memilih membangun bisnis pengolahan residu berbasis riset.

 
Pelajari Peluang Laris Usaha Bengkel Motor Listrik
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Pelajari Peluang Laris Usaha Bengkel Motor Listrik

Di tengah lonjakan populasi sepeda motor listrik, bisnis bengkel sepeda motor listrik bermunculan untuk melayani jasa perbaikan.

 
Bisa, Yuk Menata Jalan Menuju Kebebasan Finansial
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Bisa, Yuk Menata Jalan Menuju Kebebasan Finansial

Kenali apa itu kebebasan finansial dan bagaimana strategi meraih financial freedom agar tidak menjadi impian saja.

 
Era Denda Miliaran
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Era Denda Miliaran

OJK menggunakan Peraturan OJK (POJK) No 41/2017 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemeriksaan Bank, sebagai "buku panduan" pemeriksaan bank.​

Menakar Proyek Bioetanol, Apakah Akan Bernasib Sama dengan Euro 4?
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Menakar Proyek Bioetanol, Apakah Akan Bernasib Sama dengan Euro 4?

Pemerintah mempersiapkan penerapkan dari Program E20. Tapi, dua tantangan utama menghadang dalam penerapannya.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler