Airasia (CMPP) Tidak Agresif Menambah Jumlah Pesawat

Rabu, 06 Februari 2019 | 08:09 WIB
Airasia (CMPP) Tidak Agresif Menambah Jumlah Pesawat
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) ingin memperbaiki performa armada pesawat. Untuk itu, mereka mengalokasikan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 150 miliar pada tahun ini.

Seluruh capex berasal dari kas internal. "Mayoritas untuk pembelian rotable spare parts untuk pesawat dan computer hardware," ujar Dendy Kurniawan, Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk kepada KONTAN, Minggu (3/2).

Jumlah armada pesawat AirAsia sepanjang 2019 akan menjadi 27 unit. Jika tahun lalu menambah sembilan pesawat, maka CMPP berencana menambah tiga armada pesawat.

Meski jumlah penambahan pesawat tahun ini lebih sedikit, AirAsia Indonesia lebih percaya diri mematok target pertumbuhan. Targetnya adalah pendapatan naik 20%-30% year on year (yoy).

Beberapa katalis positif seperti nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang mulai menguat, harga bahan bakar avtur yang menurun, mulai beroperasinya hub baru di Lombok (Nusa Tenggara Barat) serta kehadiran rute-rute baru.

Sebelumnya dalam keterangan resmi, Chief Executive Officer Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan, AirAsia di Indonesia akan menempatkan dua pesawat Airbus A320 di Lombok dan menambah frekuensi penerbangan Kuala Lumpur-Lombok menjadi dua kali sehari. Ada pula rencana pembukaan rute baru ke Perth, Yogyakarta dan Bali pada pertengahan 2019.

Sementara sepanjang tahun lalu, realisasi kinerja AirAsia Indonesia justru tak mencatatkan pertumbuhan. "Estimasi kami di 2018 akan cenderung flat," tutur Dendy.

Tahun lalu, AirAsia Indonesia mengoperasikan 24 armada pesawat. Sembilan di antaranya adalah Airbus A320 yang mereka tambah pada tahun 2018 dengan skema operating lease. Delapan dari sembilan pesawat merupakan pengalihan dari sister company yaitu Indonesia AirAsia X (IAAX).

Mengintip keterbukaan informasi BEI pada 3 Januari 2019, anak usaha AirAsia Indonesia yakni PT Indonesia AirAsia meneken conditional perpetual capital security agreement dengan AirAsia Berhad. Transaksi senilai US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun itu berlangsung pada 31 Desember 2018. Tujuan transaksi supaya total ekuitas dalam laporan keuangan AirAsia Indonesia 2018 menjadi positif secara konsolidasi dan tagihan-tagihan penting jatuh tempo bisa terbayar.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?
| Kamis, 30 April 2026 | 14:50 WIB

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?

Analis mengatakan, perolehan laba bersih GOTO didorong oleh peningkatan signifikan di bisnis financial technology (fintech).

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum
| Kamis, 30 April 2026 | 14:27 WIB

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum

Pasca keluarnya Uni Emirate Arab (UEA), kendali OPEC atas pasokan minyak global akan semakin melemah.

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting
| Kamis, 30 April 2026 | 12:19 WIB

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting

Selain bermitra dengan petani kako di berbagai wilayah, Mondelez juga bermitra dengan start-up untuk mengembangkan bahan baku lab-grown cocoa.

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing
| Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing

Pelemahan rupiah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan makroekonomi Indonesia memicu aksi jual saham ANTM.

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia
| Kamis, 30 April 2026 | 08:26 WIB

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia

Pihaknya mengucurkan dana berkisar Rp 900 miliar untuk proyek revamping alias peremajaan pabrik Ammonia  Pabrik 2 di Bontang, Kalimantan Timur,

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar
| Kamis, 30 April 2026 | 08:21 WIB

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 berlangsung pada 11-13 Mei 2026.

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit
| Kamis, 30 April 2026 | 08:16 WIB

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit

Segmen emas berkontribusi 81% terhadap total pendapatan ANTM di kuartal I-2026. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 11% yoy jadi Rp 23,89 triliun.

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026
| Kamis, 30 April 2026 | 08:08 WIB

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026

Emiten teknologi yang bergerak di bisnis e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), membukukan rugi bersih Rp 425,78 miliar di kuartal I-2026.

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat
| Kamis, 30 April 2026 | 08:03 WIB

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat

Harga mayoritas saham emiten konglomerat ringsek di sepanjang tahun berjalan ini. DSSA, BBCA dan BREN merupakan tiga saham yang menggerus indeks​.

IHSG Kalah Dibanding Indeks Saham Negara Lain, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki!?
| Kamis, 30 April 2026 | 07:32 WIB

IHSG Kalah Dibanding Indeks Saham Negara Lain, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki!?

Indonesia kini “terjepit” di antara dua tekanan, yakni kompetisi negara-negara Asia Tenggara yang agresif dan rally kuat Asia Timur.

INDEKS BERITA

Terpopuler