Antrean BBM

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Antrean BBM
[ILUSTRASI. Adi Wikanto (KONTAN/Indra Surya)]
Adi Wikanto | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina Bali membuat hati miris. Warga harus mengantre panjang hingga tidur di trotoar untuk membeli bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, ada warga yang pingsan karena terlalu lama terkena terik sinar matahari saat antre BBM. Manajemen Pertamina telah meminta maaf atas kejadian ini dan berjanji meningkatkan pasokan BBM ke Bali. Mereka berkilah kasus ini terjadi karena kapal tanker terlambat bersandar sekitar 12 jam.

Namun, antrean pembeli BBM hingga lebih dari 1 kilometer ini adalah alarm keras tentang kualitas manajemen persediaan dan distribusi energi oleh PT Pertamina Patra Niaga. Pasalnya, kasus serupa juga terjadi di wilayah lain, yakni di Manado, Sulawesi Utara dan Samarinda, Kalimantan Timur. Apesnya lagi, warga Samarinda harus antre BBM di tengah kualitas udara berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan.

Situasi ini mengindikasikan kegagalan perencanaan stok dan distribusi yang seharusnya dapat diantisipasi. Pengelolaan BBM tidak cukup mengandalkan pengiriman ketika persediaan menipis. Pertamina Patra Niaga semestinya memiliki sistem pemantauan stok secara real time, proyeksi kebutuhan yang akurat, serta mekanisme peringatan dini untuk mendeteksi potensi kekurangan pasokan. 

Karena itu, pertanggungjawaban harus dimulai dari jajaran pimpinan Pertamina Patra Niaga. Jika audit membuktikan kelalaian manajerial, sanksi harus dijatuhkan secara proporsional, termasuk evaluasi terhadap pejabat yang gagal menjalankan tugasnya.

Pertamina adalah salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang memberikan gaji dan tunjangan besar untuk pegawainya. Khusus untuk Pertamina Patra Niaga, laporan keuangan 2023 menyebut, kompensasi kepada manajemen kunci (7 direksi dan 7 komisaris) mencapai US$ 19,1 juta dollar Amerika Serikat atau setara Rp 312 miliar. Rata-rata yang diterima manajemen kunci sekitar Rp 21,8 miliar per tahun. Gaji besar, tanggung jawab tidak boleh dilalaikan.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga harus membangun sistem manajemen persediaan berbasis data yang mengintegrasikan konsumsi harian, stok terminal, jadwal kapal tanker, dan pengiriman mobil tangki. Cadangan operasional perlu ditetapkan berdasarkan risiko dan lonjakan permintaan. Skenario darurat harus diuji secara berkala. Informasi ketersediaan BBM di SPBU juga perlu diumumkan secara transparan.

Bagikan

Berita Terbaru

Lampu Merah Saham Indonesia: MSCI Siapkan Hukuman Terberat, RI bisa Selevel Zimbabwe
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Lampu Merah Saham Indonesia: MSCI Siapkan Hukuman Terberat, RI bisa Selevel Zimbabwe

Delapan bulan ke depan menjadi ujian apakah reformasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan diikuti penindakan dan bukti nyata.

JTPE Lengkapi Keamanan Dokumen dengan Cip
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:06 WIB

JTPE Lengkapi Keamanan Dokumen dengan Cip

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) memproduksi dokumen sekuriti yang dilengkapi teknologi cip RFID.

Prospek Multi Media Internasional (MMIX) dari Ekspansi Pabrik Popok
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:03 WIB

Prospek Multi Media Internasional (MMIX) dari Ekspansi Pabrik Popok

MMIX meresmikan produksi pabrik popok di fasilitas PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI) sebagai langkah ekspansi di Legok, Banten, Kamis (15/10).

Terkerek Euforia Padel, Permintaan Atap IMPC Makin Ramai
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:01 WIB

Terkerek Euforia Padel, Permintaan Atap IMPC Makin Ramai

Kinerja keuangan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) terdorong permintaan produk material bangunan untuk berbagai kebutuhan.

Terbang 142 Persen Dalam Seminggu, Ada Apa dengan Saham TFCO?
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:55 WIB

Terbang 142 Persen Dalam Seminggu, Ada Apa dengan Saham TFCO?

Prospek industri tekstil dan serat sintetis masih menghadapi tantangan akibat maraknya produk impor murah.

Tekanan Daya Beli Hantam Properti
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:48 WIB

Tekanan Daya Beli Hantam Properti

Lesunya daya beli masyarakat memperlambat realisasi pendapatan prapenjualan (marketing sales) emiten properti

Realisasi Ekspansi Akan Menjadi Penentu Kinerja MGLV
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Realisasi Ekspansi Akan Menjadi Penentu Kinerja MGLV

Prospek saham MGLV masih akan didominasi oleh realisasi ekspansi bisnis data center berbasis kecerdasan buatan serta perbaikan kinerja keuangan

Pertumbuhan Permintaan Topang Kinerja Semen Indonesia (SMGR)
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Pertumbuhan Permintaan Topang Kinerja Semen Indonesia (SMGR)

Proyek pemerintah di semester II akan memberi kontribusi pada kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di 2026

Rupiah Terseret Risk Off di Pasar Saham
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Rupiah Terseret Risk Off di Pasar Saham

Melansir Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,19% secara harian di level Rp 17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10)

Antrean BBM
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Antrean BBM

Jika audit membuktikan kelalaian manajerial, sanksi harus dijatuhkan, termasuk evaluasi terhadap pejabat yang gagal menjalankan tugasnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler