Aramco Tambah Pasokan, Harga Minyak Turun 5%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 04:55 WIB
Aramco Tambah Pasokan, Harga Minyak Turun 5%
[]
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali merosot pada Senin (15/8). Pernyataan Aramco yang akan meningkatkan produksi membuat harga minyak turun 5,69% kemarin. 

Harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2022 menurun 5,69% menjadi US$ 86,85 per barel kemarin per pukul 20.00 WIB. Ini sejalan dengan pernyataan CEO Saudi Aramco, Amin H. Nasser, pada Minggu (14/8), yang menyatakan siap memompa minyak dengan kapasitas penuh 12 juta bph.

 Pernyataan tersebut menguatkan ekspektasi Arab meningkatkan produksi, setelah kesepakatan pembatasan produksi OPEC+ berakhir di September 2022.

Baca Juga: Besaran Kenaikan Tarif Ojol Sebaiknya Sesuai Daya Beli Masyarakat

Sementara itu, tensi AS dan China yang semakin membara membebani pergerakan harga minyak. Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Agustus ini memicu tensi antara AS dan China. 

Anggota parlemen AS dilaporkan tiba di Taiwan pada Minggu (14/8) dalam rangka perjalanan kerja selama dua hari untuk bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Situasi tersebut semakin menambah kekhawatiran akan mengarah pada potensi terjadinya perang tarif baru antara AS dan China. 

Dari AS, kerusakan komponen pada dua pipa minyak yang sempat memangkas produksi beberapa anjungan lepas pantai Teluk Meksiko kini berhasil diperbaiki. 

Pipa Amberjack dan Mars membawa sekitar 600.000 barel minyak per hari dari beberapa fasilitas produksi di lepas pantai Louisiana, seperti Shell, Chevron Corp dan Equinor. Jumat (12/8), para produsen telah mengaktifkan kembali kegiatan operasional yang terhenti.  

Analis ICDX menyebut harga minyak juga mendapat sentimen positif karena perusahaan minyak Venezuela PDVSA menangguhkan sementara pengiriman minyak mentah ke Eropa. Venezuela meminta Eni Italia dan Repsol Spanyol untuk barter dengan bahan bakar sebagai imbalan kargo masa depan. Akibat sentimen ini, analis ICDX pun memperkirakan harga minyak akan bergerak di kisaran antara US$ 85-US$ 95 per barel. 

Baca Juga: Impor BBM Berpotemsi Terus Naik Jelang Akhir Tahun 2022

Bagikan

Berita Terbaru

Progres Pabrik Terbaru Chandra Asri (TPIA) Sudah 50%
| Minggu, 22 Februari 2026 | 03:09 WIB

Progres Pabrik Terbaru Chandra Asri (TPIA) Sudah 50%

Sejumlah pekerjaan utama selesai. Termasuk pemasangan struktur utama pabrik, instalasi jaringan perpipaan, serta persiapan koneksi kelistrikan.

Simalakama Pembatasan Angkutan Barang di Musim Mudik
| Minggu, 22 Februari 2026 | 03:05 WIB

Simalakama Pembatasan Angkutan Barang di Musim Mudik

Pembatasan angkutan barang selama 17 hari saat arus mudik Lebaran digadang-gadang menjadi solusi kemacetan. Namun kebijakan ini punya dampak.

 
Ultrajaya (ULTJ) Siap Manfaatkan Momentum Ramadan untuk Mendongkrak Penjualan
| Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02 WIB

Ultrajaya (ULTJ) Siap Manfaatkan Momentum Ramadan untuk Mendongkrak Penjualan

Emiten produsen makanan dan minuman ini bersiap mendongkrak penjualannya di momentum Ramadan 2026. ​

Memilih Saham Valuasi Murah di Indeks Value30
| Minggu, 22 Februari 2026 | 02:58 WIB

Memilih Saham Valuasi Murah di Indeks Value30

Saham-saham bervaluasi murah yang tergabung dalam indeks IDX Value30, mulai laris manis diburu investor.

Beramal untuk Lingkungan Melalui Deposito ESG
| Minggu, 22 Februari 2026 | 02:50 WIB

Beramal untuk Lingkungan Melalui Deposito ESG

Bank Shinhan Indonesia meluncurkan Deposito ESG, produk simpanan berjangka yang memungkinkan nasabah menyumbang untuk kegiatan lingkungan.

Cuan Terukir Indah di Papan Bunga
| Minggu, 22 Februari 2026 | 02:25 WIB

Cuan Terukir Indah di Papan Bunga

Tak lagi sekadar dekorasi seremonial, papan bunga modern estetik membuka peluang bisnis menjanjikan. 

Harapan Euforia Musiman
| Minggu, 22 Februari 2026 | 02:15 WIB

Harapan Euforia Musiman

BPS mencatat kontribusinya konsisten di atas 50% terhadap Produk Domestik Bruto, sekitar 54% dalam beberapa kuartal terakhir. ​

Ketika Para Investor Berpacu Melawan Laju Inflasi
| Minggu, 22 Februari 2026 | 02:10 WIB

Ketika Para Investor Berpacu Melawan Laju Inflasi

Pertumbuhan inflasi 10 tahun terakhir adalah 32%. Inflasi 10 tahun terakhir cenderung rendah karena pertumbuhan ekonomi juga melambat.

Kunci Investasi Sukses Dirut Trust Sekuritas Gurasa Saigan
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 07:00 WIB

Kunci Investasi Sukses Dirut Trust Sekuritas Gurasa Saigan

Krisis moneter 1998 menghantam portofolio Gurasa Saigan. Temukan mengapa ia memilih tidak cut loss dan strategi yang ia terapkan.

 RI-AS Teken Perjanjian, Stop Impor Tetap Jalan
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 06:12 WIB

RI-AS Teken Perjanjian, Stop Impor Tetap Jalan

Kementerian ESDM menegaskan, penghentian impor solar, bensin dan avtur di luar kesepakatan dagang dengan pihak AS

INDEKS BERITA