AS Berniat Melarang Perusahaan di Negerinya Memasok Produsen Chip China

Jumat, 10 Desember 2021 | 13:32 WIB
AS Berniat Melarang Perusahaan di Negerinya Memasok Produsen Chip China
[ILUSTRASI. Gedung Pentagon, markas Kementerian Pertahanan AS di Arlington, Virginia, AS.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALUR. Pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk membahas usulan untuk menutup celah peraturan yang memungkinkan SMIC membeli teknologi penting dari Negeri Paman Sam. Usulan yang akan menghambat produsen chip asal China itu datang dari Kementerian Pertahanan, demikian pemberitaan Wall Street Journal (WSJ).

Beberapa pejabat di Kementerian Perdagangan AS berupaya untuk menghambat pembahasan usulan tersebut, demikian pemberitaan WSJ, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pemerintah AS menyertakan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) ke dalam daftar hitam perusahaan China tahun lalu. Dengan penempatan tersebut, SMIC tidak diperbolehkan mengakses peralatan manufaktur canggih yang diproduksi perusahaan AS.

Baca Juga: Fokus ke Bisnis Chip, Samsung Gabungkan Divisi Ponsel dan Elektronik Konsumen

Pemerintah AS menyatakan daftar hitam itu berisikan perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer Tiongkok. Namun, banyak perusahaan China yang terkena blacklist membantah tudingan tersebut.

SMIC, pembuat chip kontrak terbesar di China, tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut.

Dalam beberapa bulan mendatang, pejabat AS juga mempertimbangkan untuk menambahkan lebih banyak perusahaan teknologi China ke daftar hitam milik Kementerian Perdagangan. Sedangkan Kementerian Keuangan akan menyusun daftar larangan investasi di China, demikian pemberitaan WSJ.

Pada hari Rabu, DPR AS mengesahkan undang-undang yang melarang impor produk dari Xinjiang, China karena kekhawatiran tentang praktik kerja paksa di kawasan itu.

Bagikan

Berita Terbaru

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi
| Senin, 20 April 2026 | 09:31 WIB

ESG Indosat (ISAT): Mengandalkan AI dan ESG Sebagai Kunci Transformasi

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) bertransformasi agar hasilnya berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026
| Senin, 20 April 2026 | 08:37 WIB

Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melonjak Signifikan di Kuartal I-2026

Hingga kuartal I-2026, perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp 173,1 miliar, meningkat sekitar 36% secara tahunan dibandingkan tahun lalu.

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G
| Senin, 20 April 2026 | 08:27 WIB

Operator Seluler Lirik Prospek Jaringan 5G

Saat ini industri masih fokus pada penyelesaian integrasi jaringan dan penggelaran jaringan dalam upaya peralihan jaringan ke 5G.

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?
| Senin, 20 April 2026 | 08:22 WIB

Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?

Pelemahan Dolar AS membuka potensi penguatan mata uang safe haven. Cari tahu mana yang paling menarik dan strategi terbaik untuk investor.

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Geopolitik dan RKAB Bayangi Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya

Kinerja emiten batubara kuartal II 2026 bisa membaik ditopang harga tinggi. Cari tahu tantangan global dan domestik yang membatasi pertumbuhan

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?
| Senin, 20 April 2026 | 07:59 WIB

Guyuran Buyback Rp 5 Triliun & Tuah Divestasi Kestrel, Saham AADI Masih Layak Diburu?

Divestasi Kestrel Coal Group Pty. Ltd., diproyeksi bakal menyuntikkan dana segar dalam jumlah signifikan.

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax
| Senin, 20 April 2026 | 07:25 WIB

Racik Ulang Insentif Pajak di Era Global Minimum Tax

Evaluasi tersebut tercantum dalam naskah urgensi perubahan PMK Nomor 130/PMK.010/2020 tentang Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 20 April 2026 | 07:17 WIB

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 2,31 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sepanjang pekan lalu, total jenderal investor asing mencatatkan aksi jual alias net sell sekitar Rp 2,31 triliun.

Kinerja Pengawasan Kepatuhan Material Seret
| Senin, 20 April 2026 | 07:15 WIB

Kinerja Pengawasan Kepatuhan Material Seret

Penerimaan dari aktivitas pengawasan kepatuhan material (PKM) sepanjang 2025 belum memenuhi sasaran, realisasinya hanya 52,89%

Elegi Menjadi Kelas Menengah
| Senin, 20 April 2026 | 07:00 WIB

Elegi Menjadi Kelas Menengah

Pemerintah perlu menelurkan kebijakan komplet untuk memulihkan daya beli kelas menengah mulai dari mengerek pendapatan hingga stabilisasi harga.

INDEKS BERITA

Terpopuler