BAJA Mau Rights Issue, Duitnya Buat Bayar Utang ke Perusahaan Afiliasi

Selasa, 29 Juni 2021 | 14:13 WIB
BAJA Mau Rights Issue, Duitnya Buat Bayar Utang ke Perusahaan Afiliasi
[ILUSTRASI. Aktivitas pekerja di pabrik baja PT Saranacentral Bajatama Tbk. DOK/BAJA]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengumumkan rencana untuk menerbitkan saham baru. Penambahan modal dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam PMHMETD I, sebanyak-banyaknya 610 juta lembar, dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Merujuk keterbukaan informasi yang disampaikan hari ini (29/6), sekitar 98,42% dari dana hasil rights issue digunakan untuk melunasi utang kepada PT Sarana Steel. Sisanya dipakai untuk modal kerja.

BAJA tercatat memiliki utang sebesar US$ 20,6 juta, setara sekitar Rp 300,18 miliar kepada Sarana Steel.

Sarana Steel sendiri merupakan pihak terafiliasi lantaran pengurus dan pemegang sahamnya sama dengan BAJA. 

 

 

Seiring dengan rencana rights issue, BAJA dan para pemegang sahamnya serta Sarana Steel mengikat perjanjian pada 28 Juni 2021.

Para pemegang saham tersebut yakni Ibnu Susanto, Handaja Susanto, Entario Widjaja Susanto, Soediarto Soerjoprahono, Pandji Surya S, Laksmono Tirto Kusumo dan Anton Sebastian.

Baca Juga: Tertarik Masuk BRMS, Grup Salim Kabarnya Sepakati Transaksi Dengan Grup Bakrie

Poin-poin perjanjian itu adalah para pemegang saham BAJA itu akan mengalihkan seluruh HMETD kepada Sarana Steel. Sarana Steel juga akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam hajatan PMHMETD I BAJA.

Sarana Steel juga akan melakukan kompensasi atas hak tagihnya terhadap BAJA sebesar jumlah pokok pinjaman berdasarkan perjanjian kredit dengan kewajiban penyetoran modal atas sejumlah saham baru yang diambil bagian oleh Sarana Steel dalam PMHMETD I. Dus, seluruh jumlah pokok pinjaman tersebut menjadi lunas.

"Dalam kapasitasnya selaku Pembeli Siaga, melakukan pembayaran dalam bentuk uang tunai untuk sejumlah saham baru setelah terpenuhinya kompensasi hak tagih," tulis direksi PT Saranacentral Bajatama Tbk dalam keterbukaan informasi.

Jatuh tempo 3 Oktober 2021 >>>

Rencana PMHMETD I BAJA belum mendapatkan persetujuan pemegang saham dan pernyataan pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BAJA sendiri rencananya akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST dan RUPSLB) pada 5 Agustus 2021.

Perihal utang yang ingin dilunasi lewat rights issue tersebut bermula pada 3 Oktober 2011 saat Sarana Steel memberikan pinjaman sebesar US$ 20,6 juta, setara sekitar Rp 300,18 miliar kepada BAJA.

Utang itu digunakan BAJA untuk melunasi pinjaman kepada Bank Credit Suisse dan Bank Sarasin-Rabo (Asia) Limited. 

Baca Juga: Harga CPO Menanjak, Mahkota Group (MGRO) Bidik Omzet Rp 6 Triliun di 2021

Semula perjanjian pinjaman antara Sarana Steel dan BAJA mensyaratkan bunga 0,2% dan jatuh tempo pada 7 Oktober 2016.

Namun, baru sebulan berselang, kedua perusahaan terafiliasi itu sepakat mengubah perjanjian kredit. 

Merujuk laporan keuangan kuartal I-2021, dalam perjanjian yang diteken pada 3 November 2011, BAJA mesti membayar bunga pinjaman sebesar 2% per tahun ditambah tingkat suku bunga valas Dolar Amerika Serikat yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan.

Pada 2016 perjanjian kredit ini diperpanjang untuk jangka waktu 5 tahun dan akan jatuh tempo tanggal 3 Oktober 2021.

Selanjutnya: Kantongi Potensi Cuan Rp 9 Triliun, Investor Singapura Profit Taking di Saham EMTK

 

Bagikan

Berita Terbaru

JARR, TEBE, PGUN hingga PACK Rally, Efek Spillover Rumor Akuisisi BYAN Oleh Haji Isam
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:53 WIB

JARR, TEBE, PGUN hingga PACK Rally, Efek Spillover Rumor Akuisisi BYAN Oleh Haji Isam

Setiap emiten memiliki prospek, struktur bisnis, fundamental, serta tingkat sensitivitas yang berbeda-beda terhadap akuisisi BYAN.

Setoran Dividen Naik, Prospek Saham BUMN Jadi Lebih Menarik
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Setoran Dividen Naik, Prospek Saham BUMN Jadi Lebih Menarik

Target setoran dividen BUMN sebesar Rp 200 triliun pada tahun ini jadi katalis positif bagi pergerakan saham BUMN

Laba AVIA Tumbuh 20,59% Pada Semester I-2026
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Laba AVIA Tumbuh 20,59% Pada Semester I-2026

Manajemen PT Avia Avian Tbk (AVIA) mengklaim, pencapaian ini hasil dari kekuatan merek, jaringan distribusi luas, dan inovasi produk.

Rumor Bakal Diakuisisi Haji Isam Bikin Saham BYAN Terbang
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:39 WIB

Rumor Bakal Diakuisisi Haji Isam Bikin Saham BYAN Terbang

Pengusaha nasional asal Kalimantan tersebut dikabarkan siap mengambilalih 62% kepemilikan saham BYAN. ​

Bisnis Rumah Sakit Masih Kuat, Laba HEAL Bisa Kembali Sehat
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Bisnis Rumah Sakit Masih Kuat, Laba HEAL Bisa Kembali Sehat

Tingginya eksposur terhadap pasien BPJS Kesehatan, jadi salah satu tantangan utama kinerja PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Harga Migas Masih Mendaki, Laba Bersih ENRG Melambung Tinggi
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:27 WIB

Harga Migas Masih Mendaki, Laba Bersih ENRG Melambung Tinggi

Tren kenaikan harga minyak dan gas (migas) dunia jadi katalis utama pendorong kinerja PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) pada semester I-2026.

Asa Membawa BEI Menuju Kelas Dunia
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Asa Membawa BEI Menuju Kelas Dunia

Target pemerintah membawa BEI sejajar dengan bursa saham dunia dinilai ambisius. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi BEI.

Kinerja Astra International Masih Dibayangi Tekanan Daya Beli
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kinerja Astra International Masih Dibayangi Tekanan Daya Beli

Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) di semester II 2026 diproyeksi membaik seiring volume penjualan otomotif yang lebih baik

TINS Masih Boleh Beli Timah dari Rakyat
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:45 WIB

TINS Masih Boleh Beli Timah dari Rakyat

Pemerintah akan membentuk tim kecil yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan.

Target Tinggi Lifting Migas di Tengah Seretnya Ekspansi
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Target Tinggi Lifting Migas di Tengah Seretnya Ekspansi

Target lifting minyak 2027 mencapai 610.000 bopd, pemerintah perlu membenahi hambatan investasi salah salah satunya perizinan

INDEKS BERITA

Terpopuler