Kendati Likuiditas Mulai Ketat, Bank Belum Berniat Terbitkan Obligasi

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:29 WIB
Kendati Likuiditas Mulai Ketat, Bank Belum Berniat Terbitkan Obligasi
[ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi melalui atm di Jakarta, Kamis (25/5/2023). Bank Indonesia mengklaim ketahanan perbankan terjaga. Hal ini terlihat dari sisi permodalan, risiko kredit, dan likuiditas. ]
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tanda-tanda pengetatan likuiditas perbankan sudah di depan mata. Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa perlambatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) akan berlanjut pada kuartal I 2024.

Kendati ada potensi pengetatan likuiditas, namun sejumlah bank menilai penghimpunan pendanaan non DPK belum mendesak. Bankir menyebut mereka masih bisa mengoptimalkan DPK untuk mendukung ekspansi kredit.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ancaman Underinsurance Korporasi
| Jumat, 22 Mei 2026 | 04:32 WIB

Ancaman Underinsurance Korporasi

Kepastian hukum dan efisiensi ekonomi dalam sebuah klaim asuransi sangat bergantung pada kedisiplinan sejak masa pemeliharaan kontrak.

Selektif Pilih Risiko, Reasuransi Berhasil Tekan Klaim
| Jumat, 22 Mei 2026 | 04:15 WIB

Selektif Pilih Risiko, Reasuransi Berhasil Tekan Klaim

Klaim yang dibayarkan reasuransi di kuartal I-2026 menukik 22,29% secara tahunan menjadi Rp 2,51 triliun.

Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Bidik Segmen Premium di Surabaya
| Jumat, 22 Mei 2026 | 04:11 WIB

Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Bidik Segmen Premium di Surabaya

Manajemen RISE optimistis dapat terus memperluas pengembangan proyek-proyek strategis yang menyasar kebutuhan pasar premium dan lifestyle modern.

Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Mengincar Pendapatan Rp 2 Triliun pada Tahun Ini
| Jumat, 22 Mei 2026 | 03:21 WIB

Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Mengincar Pendapatan Rp 2 Triliun pada Tahun Ini

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menggenjot utilisasi rumah potong ayam dan menambah bobot badan harian rata-rata sapi​.

Menanti Bukti Kebangkitan TLKM
| Kamis, 21 Mei 2026 | 14:58 WIB

Menanti Bukti Kebangkitan TLKM

Investor mulai melihat TLKM sebagai eksposur ke infrastruktur digital berkualitas tinggi, namun pasar menunggu realisasi kontribusi bisnis digital

Rupiah Masih Muram, Laba Duo Emiten Indofood Bisa Tenggelam
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Masih Muram, Laba Duo Emiten Indofood Bisa Tenggelam

Tekanan depresiasi rupiah terhadap kinerja INDF dan ICBP berpotensi muncul lantaran ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku impor.

Siapkan Dana Rp 250 Miliar, Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Mulai Buyback Saham
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:28 WIB

Siapkan Dana Rp 250 Miliar, Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Mulai Buyback Saham

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mulai melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham maksimal Rp 250 miliar sejak Rabu (20/5). 

RMK Energy (RMKE) Segera Menggelar Stock Split Saham
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:21 WIB

RMK Energy (RMKE) Segera Menggelar Stock Split Saham

PT RMK Energy Tbk (RMKE) berencana menggelar aksi pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5.

Masih Menelan Kerugian, XLSmart Telecom (EXCL) Putuskan Tak Menebar Dividen
| Kamis, 21 Mei 2026 | 09:12 WIB

Masih Menelan Kerugian, XLSmart Telecom (EXCL) Putuskan Tak Menebar Dividen

Pada 2025, EXCL membukukan rugi Rp 4,42 triliun, berbalik dari laba bersih Rp 1,81 triliun pada 2024.

Dapat Restu RUPS, SUPR Siap Melakukan Go Private
| Kamis, 21 Mei 2026 | 08:54 WIB

Dapat Restu RUPS, SUPR Siap Melakukan Go Private

Kini, emiten infrastruktur menara telekomunikasi milik Grup Djarum itu tinggal menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

INDEKS BERITA