Berita Bisnis

Bank Mandiri Membuka Peluang Akuisisi Bank Kecil

Selasa, 19 April 2022 | 04:00 WIB
Bank Mandiri Membuka Peluang Akuisisi Bank Kecil

Reporter: Adrianus Octaviano, Maizal Walfajri, Titis Nurdiana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsolidasi perbankan di Tanah Air belum akan usai. Kewajiban pemenuhan modal inti bank oleh regulator dan tren digital banking mendorong bank-bank bermodal jumbo untuk aktif membeli bank kecil. 

Yang terbaru,  PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan mengakuisisi bank kecil Direktur Keuangan & Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan, selain mengembangkan layanan berbasis digital Livin' dan Kopra, Bank Mandiri membuka peluang akuisisi bank, dan mengubahnya menjadi bank digital. 
 
"Rencana akuisisi bank kecil untuk dijadikan bank digital ada, kami tak menutup peluang itu," tandas Sigit kepada KONTAN, pekan lalu. Target bank yang dibidik sudah ada di tangan.  Hanya, Sigit enggan menyebut size bank yang dibidik dan besaran dana yang disiapkan.  
 
Yang pasti, ini juga sejalan dengan roadmap Bank Mandiri ke depan menjadi bank digital, baik dalam layanan dan pengembangan kantor cabang. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar dalam kesempatan yang sama menambahkan, Bank Mandiri sudah menyiapkan peta jalan digitalisasi sejumlah cabang. Jenis digitalisasi cabang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan masyarakat. "Secara akurat ada 231 cabang yang akan jadi cabang digital," ujar dia. 
 
Ada tiga jenis digitalisasi cabang yang disiapkan Bank Mandiri. Hybrid bank yang menggabungkan pendekatan  layanan konvensional dan digital. Digital box yang karakteristiknya fully digital atau tanpa staf. Lalu, upgrade cabang yang keseluruhan bertransaksi digital tapi masih memiliki staf.
 
Aksi korporasi Bank Mandiri ini akan menambah daftar bank besar yang membeli bank kecil untuk ditransformasi jadi bank digital. Belum lama, Bank BNI juga membeli Bank Mayora. Bank hasil akuisisi ini disiapkan jadi bank digital yang akan mendapat dukungan dari ekosistem Sea Group, pemiliki e-commerce Shopee. 
 
Fintech Xendit juga kabarnya menambah panjang daftar perusahaan fintech yang masuk ke industri perbankan. Xendit disebut akan mengakuisisi Bank Sahabat Sampoerna. Aksi korporasi itu akan dilakukan bertahap sampai Xendit menguasai 51% saham Bank Sampoerna.
 
KONTAN telah menghubungi Xendit, tapi belum mendapatkan respon. Sementara Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra belum bersedia berkomentar. "Jika sudah ada penjelasan lebih lanjut, kami akan berikan detail informasinya,” ujar Henky, Senin (18/4).
 
Yang jelas, Bank Sampoerna sedang melakukan evaluasi akhir atas opsi pemenuhan kebutuhan modal inti minimal Rp 3 triliun tahun ini. 
 
Tak menyebut opsi yang muncul, Hengky bilang pemegang saham pengendali berkomitmen penuhi modal inti. Dan, Sampoerna Investama merupakan pemegang saham terbesar bank tersebut dengan porsi kepemilikan 75,54%. 
 
Senior Investment Analyst Infovesta Utama Edbert Suryajaya menilai,  aksi bank besar ini akan jadi sentimen sesaat untuk pergerakan saham maupun peningkatan kapitalisasi pasar bank. "Investor akan kembali melihat aspek fundamental bank-bank besar itu, makro ekonomi dan ekspektasi pertumbuhan sektor perbankan. Termasuk kontribusi bank digital yang dibangun terhadap keuangan induknya,” jelas Edbert, (18/4).
 
Edbert berharap anak usaha yang menjalankan bank digital akan mendorong kinerja induk. Namun yang jadi pertanyaan seberapa lama membangun bank digital ini menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. 
 
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus berpendapat, selama bank digital kecil ini memiliki ekosistem bagi penggunanya akan menjadi sentimen positif bagi saham induk maupun saham bank digital.
 
"Begitu pun dengan nilai kapitalisasinya, bila bank kecil bisa menarik investor maka kapitalisasi pasarnya akan naik,” tutur Maxi.   


Baca juga