Banyak Sentimen Positif, Dollar AS Hari Ini (17/5) Masih Naik Pamor

Selasa, 17 Mei 2022 | 04:40 WIB
Banyak Sentimen Positif, Dollar AS Hari Ini (17/5) Masih Naik Pamor
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah bergerak melemah pada Selasa (17/5). Pergerakan rupiah akan merespon rilis data penjualan ritel AS yang naik jadi 1,1% dari 0,5%.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin bilang, rupiah telah melemah dalam lima kali perdagangan beruntun. "Sentimen bunga The Fed yang agresif juga untungkan dollar AS," ujar dia.

Analis DCFX Futures Lukman Leong menyebut, investor cenderung beralih ke dollar AS. Efeknya, cadangan devisa turun. Sejatinya defisit neraca dagang menurun dari US$ 4,35 miliar menjadi US$ 3,25 miliar.

Baca Juga: Kurs Rupiah Diperkirakan Melemah Pada Perdagangan Selasa (17/5)

Nanang mengatakan, data China yang tidak begitu baik penjualan ritel, industrial production dan tingkat pengangguran menguntungkan dollar AS. Lukman sepakat menyebut jika minat pasar tertuju ke dollar AS.

Nanang memproyeksi rupiah Selasa (17/5) akan melemah Rp 14.580-Rp 14.650 dan Lukman memperkirakan di kisaran Rp 14.600-Rp 14.750.

Senin (16/5), rupiah di pasar spot melemah 0,53% di Rp 14.697. Sedangkan rupiah Jisdor BI Jumat (13/5) melemah 0,23% di Rp 14.619 per dollar AS.

Baca Juga: Tak Berdaya, Rupiah Spot Ditutup Anjlok ke Rp 14.697 Per Dolar AS Hari Ini (16/5)

Bagikan

Berita Terbaru

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir

Risiko pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak, biaya pengiriman, dan gangguan pasokan global masih membayangi industri plastik.

Volatilitas Bitcoin Menurun, Harga Masih Dibayangi Inflasi AS dan Keputusan The Fed
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Menurun, Harga Masih Dibayangi Inflasi AS dan Keputusan The Fed

Harga bitcoin diprediksi bergerak di US$ 75.000–US$ 100.000 hingga akhir 2026, dengan asumsi tidak terjadi guncangan besar pada ekonomi global.

Mengukur Kontribusi Ekonomi Syariah
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Mengukur Kontribusi Ekonomi Syariah

Rantai nilai halal atau halal value chain disebut menyumbang sekitar 24,9% terhadap PDB nasional    

Tambah Modal Usaha, HRTA Siap Menggelar Private Placement
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Tambah Modal Usaha, HRTA Siap Menggelar Private Placement

Untuk memuluskan aksi ini, manajemen HRTA akan minta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat (16/10). ​

Potensi Penerimaan dari Fasilitas Pajak Tak Banyak
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Potensi Penerimaan dari Fasilitas Pajak Tak Banyak

Estimasi penerimaan pajak yang bisa masuk dari fasilitas ini hanya Rp 40,2 triliun​                 

BEI Tetapkan Harga Teoritis Rights Issue BUVA Rp 520 per Saham
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:52 WIB

BEI Tetapkan Harga Teoritis Rights Issue BUVA Rp 520 per Saham

Penetapan ini mengacu ke harga BUVA pada akhir cum di pasar reguler per 13 Oktober 2026 sebesar Rp 590 per saham.​

Saham ISAT Direkomendasikan Buy, Simak Target Harga dan Prospek Bisnis AI
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Saham ISAT Direkomendasikan Buy, Simak Target Harga dan Prospek Bisnis AI

Fasilitas awal Zankore berkapasitas 100 MW dapat menghasilkan laba sebesar US$ 126 juta pada tahun pertama dan US$ 331 juta pada tahun kedua.

Penjualan Emiten Konsumer Berpeluang Naik, Tapi Margin Dibayangi Tekanan Bahan Baku
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Penjualan Emiten Konsumer Berpeluang Naik, Tapi Margin Dibayangi Tekanan Bahan Baku

Tekanan biaya bahan baku dan daya beli membuat pertumbuhan pendapatan belum otomatis berujung pada kenaikan laba.

IHSG Masih Bergerak Fluktuatif
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:37 WIB

IHSG Masih Bergerak Fluktuatif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif di tengah sentimen harga minyak yang masih tinggi

Pembatasan Gas Industri Ganggu Investasi
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Pembatasan Gas Industri Ganggu Investasi

Pembatasan pasokan gas bumi mulai menekan aktivitas industri dalam negeri. Rencana ekspansi tertunda, ribuan pekerja berpotensi terdampak.

INDEKS BERITA