Bayang-Bayang El Nino dan Rupiah Menghantui Kinerja Indofood CBP Sukses Makmur

Rabu, 16 September 2026 | 06:00 WIB
Bayang-Bayang El Nino dan Rupiah Menghantui Kinerja Indofood CBP Sukses Makmur
[ILUSTRASI. Peluncuran kembali produk Indomie Goreng Cabe Ijo (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kenaikan biaya bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksi masih mampu mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2026. Kinerja ICBP bakal ditopang oleh permintaan domestik yang masih kuat dan ekspansi pasar internasional.

Ketahanan penjualan ICBP tercermin dari realisasi semester pertama 2026. Pendapatan ICBP tumbuh 11% yoy menjadi Rp 41,86 triliun, didorong oleh pertumbuhan volume di seluruh segmen.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Perbankan Mulai Hati-hati Hadapi Kuartal III
| Rabu, 16 September 2026 | 06:45 WIB

Perbankan Mulai Hati-hati Hadapi Kuartal III

Optimisme bank mulai tergerus: indeks bisnis turun, prospek makro masuk zona pesimistis, sementara tekanan NIM makin nyata.

Rogoh Dana Rp 500 Miliar, KLBF Menggelar Buyback Saham
| Rabu, 16 September 2026 | 06:43 WIB

Rogoh Dana Rp 500 Miliar, KLBF Menggelar Buyback Saham

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar. 

Bursa Belum Melaju, Short Selling Berlaku
| Rabu, 16 September 2026 | 06:36 WIB

Bursa Belum Melaju, Short Selling Berlaku

BEI memberlakuan kembali implementasi transaksi short selling secara bertahap mulai 15 September 2026 dan berlaku efektif pada Oktober 2026. 

Rupiah pada Rabu (16/9) Menanti Kebijakan The Fed
| Rabu, 16 September 2026 | 06:30 WIB

Rupiah pada Rabu (16/9) Menanti Kebijakan The Fed

Mengutip data Bloomberg, rupiah melemah 0,14% secara harian ke level Rp 17.694 per dolar AS pada Selasa (15/9)

 Peningkatan Risiko Membayangi Ekspansi Kencang Kredit Properti
| Rabu, 16 September 2026 | 06:30 WIB

Peningkatan Risiko Membayangi Ekspansi Kencang Kredit Properti

Kredit properti tumbuh 18,4%, tapi NPL ikut menanjak—risiko kredit mulai membayangi ekspansi perbankan.

Simpanan Kelas Menengah Bawah Menyusut Meski Jumlah Rekening Meningkat
| Rabu, 16 September 2026 | 06:20 WIB

Simpanan Kelas Menengah Bawah Menyusut Meski Jumlah Rekening Meningkat

Nominal simpanan pada tier di bawah Rp 100 juta sebesar Rp 1.160,35 triliun per Juli 2026, turun 0,5% secara bulanan.

Icomex Meluncur Pekan Ini, Perdagangan Perdana Awal 2027
| Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

Icomex Meluncur Pekan Ini, Perdagangan Perdana Awal 2027

OJK bakal meresmikan Indonesia Commodity Exchange (Icomex) atau Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) pada Kamis (17/9). 

Rebalancing GDXJ Pukul EMAS, Analis Rekomendasikan Wait and See Dulu
| Rabu, 16 September 2026 | 06:04 WIB

Rebalancing GDXJ Pukul EMAS, Analis Rekomendasikan Wait and See Dulu

EMAS membukukan pendapatan US$ 30,9 juta pada semester I-2026, melonjak 369 kali lipat dibandingkan semester I-2025 yang sebesar US$ 83.786. 

Bayang-Bayang El Nino dan Rupiah Menghantui Kinerja Indofood CBP Sukses Makmur
| Rabu, 16 September 2026 | 06:00 WIB

Bayang-Bayang El Nino dan Rupiah Menghantui Kinerja Indofood CBP Sukses Makmur

Di tengah kenaikan biaya bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah, ICBP diproyeksi masih mampu mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2026.

Demand Tinggi, Aturan Fintech Diberi Relaksasi
| Rabu, 16 September 2026 | 05:55 WIB

Demand Tinggi, Aturan Fintech Diberi Relaksasi

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, batasan borrower untuk meminjam di tiga platform sekaligus, kini dihapus.

INDEKS BERITA