El Nino Menguji Kehadiran Negara
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. El Nino kembali menekan ketahanan pangan Indonesia. Kemarau yang lebih kering dan panjang tidak hanya mengganggu produksi pertanian, tetapi juga menguji apakah negara benar-benar siap menghadapi risiko iklim yang sesungguhnya dapat diprediksi.
Walaupun kini belum mencapai puncaknya, El Nino 2026 telah menciptakan kekeringan di penjuru tanah air. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memprediksi fenomena pemanasan di Samudra Pasifik tropis ini akan terus menguat hingga akhir tahun dan bertahan setidaknya sampai Februari 2027. Ketika prediksi ini menjadi kenyataan, maka El Nino bukan menjadi persoalan musiman bagi produksi pangan di hulu, namun akan menjadi guncangan yang merambat pada distribusi, konsumsi dan daya beli pangan. Lalu pertanyaannya adalah mengapa kebijakan pertanian dan pangan kita masih tampak gagap menghadapi El Nino yang datang berulang ini?
