Belajar dari Warsh

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB
Belajar dari Warsh
[ILUSTRASI. Tedy Gumilar (KONTAN/Indra Surya)]
Tedy Gumilar | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat Kevin Warsh dinominasikan sebagai calon tunggal Ketua Federal Reserve oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, banyak pihak yang meragukan independensinya. Janji Warsh di sidang Senat AS bahwa ia tak akan menjadi "boneka" Trump dan tetap menjaga independensi The Fed, juga menghadapi skeptisisme. Dus, tak heran jika hasil pemungutan suara di senat menghasilkan 54 suara dukungan berbanding 45 suara menolak penunjukannya sebagai Ketua The Fed.

Keraguan tersebut bisa dimaklumi mengingat Trump memang tak malu-malu berusaha mengobok-obok independensi bank sentral. Ia berkali-kali meminta The Fed saat masih dipimpin Jerome Hayden Powell agar memangkas fed funds rate. Dalam berbagai kesempatan, Trump bahkan menghina Powell dengan sebutan numbskull, moron, hingga to stupid lantaran permintaannya tak dipenuhi.

Tak cukup sampai disitu, Pemerintahan Trump juga melakukan kriminalisasi dengan cara melakukan penyelidikan kriminal kepada Powell. Ini terkait proyek renovasi kantor pusat The Federal Reserve (The Fed) di Washington, yang menelan biaya hingga US$ 2,5 miliar.

Namun, selang empat bulan setelah resmi terpilih sebagai Ketua The Fed, Warsh menepati janjinya. Dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17 September 2026, 12 anggota FOMC secara bulat memutuskan kenaikan suku bunga acuan The Fed 25 basis points (bps) menjadi 3,75%-4,00%.

Bahkan, 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan masih ada setidaknya satu kenaikan suku bunga 25 bps hingga akhir tahun 2026.

Alasannya sederhana: inflasi AS masih jauh di atas target The Fed yang cuma 2%. Inflasi umum mencapai 3,4% YoY pada Agustus 2026. Sementara Personal Consumption Expenditures Price Index Juli 2026 mencapai 3,7% YoY.

Keputusan The Fed memang tak mengejutkan lantaran sudah diperkirakan banyak pihak sebelumnya. Namun, keberanian Warsh dan koleganya sejauh ini, wajib ditiru oleh siapapun yang jadi pejabat publik, di negara mana pun.

Saat seseorang ditunjuk sebagai pejabat publik, pengabdian utamanya adalah kepada rakyat dan negara, bukan kepada pihak tertentu, termasuk presiden yang menunjuknya. Karenanya, keputusan yang ia ambil sebagai pejabat publik mesti menjadikan kepentingan rakyat dan negara di atas segalanya.

Terdengar utopis namun pantas didambakan.                       

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Bakal Konversi Utang Menjadi Saham, ini Efeknya Bagi Fundamental APEX
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:47 WIB

Bakal Konversi Utang Menjadi Saham, ini Efeknya Bagi Fundamental APEX

Manfaat utama dari konversi utang APEX ini bukan tambahan likuiditas, melainkan perbaikan struktur modal, leverage dan tekanan bunga ke depan.

Tekanan The Fed Batasi Kilau Emas
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:45 WIB

Tekanan The Fed Batasi Kilau Emas

Harga emas dunia masih berada dalam tren koreksi di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield obligasi Pemerintah AS

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik pada Pekan Ini
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik pada Pekan Ini

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (25/9) ditutup turun 0,07% secara harian ke level Rp 17.903 per dolar AS

Belajar dari Warsh
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB

Belajar dari Warsh

Saat seseorang ditunjuk sebagai pejabat publik, pengabdian utamanya adalah kepada rakyat dan negara, bukan kepada pihak tertentu.

Ke Mana Uang Kita Pergi?
| Sabtu, 26 September 2026 | 04:25 WIB

Ke Mana Uang Kita Pergi?

Sepanjang semester I 2026, tercatat 12,55 miliar transaksi. QRIS menyentuh belanja kita sehari-hari, termasuk pembelian kecil bernilai kecil.

Asing Net Sell Rp 1,7 Triliun Tapi Saham TINS Malah Naik 20%, Ini Pemicunya
| Jumat, 25 September 2026 | 15:13 WIB

Asing Net Sell Rp 1,7 Triliun Tapi Saham TINS Malah Naik 20%, Ini Pemicunya

Selain harga timah, pemulihan produksi menjadi penopang penting, dengan produksi bijih timah tumbuh 75% dan produksi logam naik 58% secara tahunan

Jangan Terjebak Euforia, UNSP ARA Dua Hari Beruntun Usai Unsuspensi
| Jumat, 25 September 2026 | 14:54 WIB

Jangan Terjebak Euforia, UNSP ARA Dua Hari Beruntun Usai Unsuspensi

Fenomena El Nino yang sedang aktif berpotensi menekan produksi tandan buah segar (TBS) dengan jeda dampak sekitar enam hingga 18 bulan.

Deretan Emiten Properti Terdampak UU Reforma Agraria
| Jumat, 25 September 2026 | 09:44 WIB

Deretan Emiten Properti Terdampak UU Reforma Agraria

Pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria menyebabkan para investor mencermati pengembang dengan land bank besar dan terkonsentrasi.

Bea Impor CPO India Turun: Mana Emiten Sawit yang Paling Diuntungkan?
| Jumat, 25 September 2026 | 09:00 WIB

Bea Impor CPO India Turun: Mana Emiten Sawit yang Paling Diuntungkan?

Penurunan bea impor ini akan membuat CPO lebih kompetitif dan mendukung permintaan India, dampaknya kemungkinan bertahap.

PMUI Genggam 34% Saham Main Dealer Motor Listrik Vinfast, ini Dampaknya
| Jumat, 25 September 2026 | 08:00 WIB

PMUI Genggam 34% Saham Main Dealer Motor Listrik Vinfast, ini Dampaknya

Dealer kendaraan listrik tahap awal umumnya masih rugi, jadi jangka pendek lebih berpotensi menambah rugi asosiasi daripada laba.

INDEKS BERITA

Terpopuler