Berburu Rights Issue Emiten yang Ciamik

Jumat, 05 Agustus 2022 | 06:15 WIB
Berburu Rights Issue Emiten yang Ciamik
[]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue semakin ramai. Hingga 1 Agustus 2022, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 45 perusahaan yang ada di pipeline rights issue.

I Gede Nyoman Yetna Setia, Direktur Penilaian Perusahaan BEI bilang, total dana yang diperkirakan akan diperoleh lewat rights issue Rp 36,9 triliun. Dari 45 emiten yang ada di pipeline rights issue, terbanyak berasal dari sektor keuangan dengan 17 emiten.

Lalu, enam emiten datang dari sektor barang baku, lima emiten sektor barang konsumsi nonprimer, tiga emiten masing-masing di sektor energi, transportasi & logistik, serta infrastruktur.

Selanjutnya, dua emiten masing-masing datang dari sektor barang konsumsi primer, perindustrian serta sektor properti & real estat. Sedangkan sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing menyumbang satu.

Baca Juga: Rights Issue Ramai di Tengah Ekspansi dan Kenaikan Bunga, Cermati Hal Berikut

"Jumlah perusahaan tercatat yang berada pada pipeline rights issue mencerminkan adanya kepercayaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan," ucap Nyoman.

Daniel Agustinus, Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera menilai, di tengah kondisi makroekonomi dan wacana kenaikan suku bunga, rights issue menjadi alternatif pendanaan yang murah. 

"Emiten bisa mendapatkan dana segar yang dapat digunakan untuk ekspansi maupun pembayaran utang," kata Daniel saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (4/8).

CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menjelaskan, rights issue ramai karena para emiten ingin memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi untuk menggelar ekspansi bisnis. "Di tengah prospek suku bunga yang berpeluang naik, pendanaan dari rights issue menjadi alternatif menarik," kata Praska.

Emiten pilihan

Untuk memilih saham emiten yang berencana menggelar aksi rights issue, Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana berpesan agar investor mencermati tiga hal dasar ini. 

Pertama, kondisi fundamental perusahaan. Kedua, prospek bisnis dan tujuan penggunaan dana. Penggunaan dana untuk ekspansi akan jauh lebih diminati ketimbang dipakai buat bayar utang. Perlu diperhatikan ekspansi yang akan ditempuh emiten apakah organik atau anorganik.

Sedangkan hal ketiga yakni faktor keberadaan standby buyer. Rekam jejak bisnis dan kapasitas modal standby buyer akan melengkapi kesuksesan rights issue.

Sementara itu, Praska menyarankan agar pelaku pasar mencermati sejumlah saham BUMN yang melakukan rights issue, seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR),  dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Baca Juga: Ada 45 Emiten di Pipeline Rights Issue BEI, Estimasi Dana Terhimpun Capai Rp 36,9 T

"Investor bisa mencermati untuk masuk di pasar sekunder jika ingin melakukan akumulasi. Harga saham biasanya cenderung terkoreksi dalam jangka pendek jelang pelaksanaan rights issue," ujar Praska.

Sedangkan Daniel menjagokan BBTN dan SMGR. Target harga untuk BBTN, menurut Daniel berada di area Rp 1.750 dan Rp 8.000 bagi SMGR sekaligus menjadi target harga hingga akhir tahun nanti.

Demikian juga Pandhu Dewanto, analis Investindo Nusantara Sekuritas yang menilai BBTN punya prospek menarik. Tambahan modal tersebut akan membantu meyokong capital adequacy ratio (CAR) BBTN dan penyaluran kredit. Pandhu mematok harga BBTN Rp 1.800 hingga 12 bulan ke depan                      

Bagikan

Berita Terbaru

Efek MSCI, Investor Asing Kabur Rp 6,17 Triliun, IHSG Nyungsep 7,35% ke 8.320,56
| Rabu, 28 Januari 2026 | 20:17 WIB

Efek MSCI, Investor Asing Kabur Rp 6,17 Triliun, IHSG Nyungsep 7,35% ke 8.320,56

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI siap memangkas peringkat pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

Saham PTRO Anjlok Lebih Dari 14%, Lebih Baik Cash Out atau Tunggu Sentimen Lain?
| Rabu, 28 Januari 2026 | 14:17 WIB

Saham PTRO Anjlok Lebih Dari 14%, Lebih Baik Cash Out atau Tunggu Sentimen Lain?

Mengenai saham PTRO untuk saat ini sebaiknya wait and see dahulu, karena masih volatil akibat sentimen MSCI.

MSCI Soroti Transparansi Otoritas Pasar Saham Indonesia, Begini Kata BEI
| Rabu, 28 Januari 2026 | 09:31 WIB

MSCI Soroti Transparansi Otoritas Pasar Saham Indonesia, Begini Kata BEI

MSCI membekukan evaluasi indeks Indonesia mulai Februari 2026. Ini bisa jadi sinyal risiko bagi investor. Simak langkah BEI

Meneropong Peluang BUVA Masuk MSCI Small Cap 2026
| Rabu, 28 Januari 2026 | 08:30 WIB

Meneropong Peluang BUVA Masuk MSCI Small Cap 2026

Berdasarkan riset terbaru Samuel Sekuritas Indonesia, BUVA dinilai memiliki peluang masuk konstituen MSCI Small Cap periode semester I-2026.

Diwarnai Aksi Profit Taking Allianz cs Usai Capai ATH, Ke Mana Arah Saham ANTM?
| Rabu, 28 Januari 2026 | 08:23 WIB

Diwarnai Aksi Profit Taking Allianz cs Usai Capai ATH, Ke Mana Arah Saham ANTM?

Meski muncul tekanan jual, secara teknikal sejauh ini pergerakan ANTM masih berada di fase uptrend

Saham INET Terjun Bebas dari Pucuk, 2026 Jadi Tahun Pembuktian Eksekusi Proyek
| Rabu, 28 Januari 2026 | 08:08 WIB

Saham INET Terjun Bebas dari Pucuk, 2026 Jadi Tahun Pembuktian Eksekusi Proyek

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 4,2 triliun untuk tahun 2026.

Investor Waspada, Volatilitas Rupiah Mengancam Cuan Saham Barang Baku.
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:36 WIB

Investor Waspada, Volatilitas Rupiah Mengancam Cuan Saham Barang Baku.

Para investor berekspektasi, kinerja keuangan emiten-emiten logam dan mineral akan meningkat, terutama dari sisi profitabilitas.

Menakar Daya Tahan Saham Grup Lippo, Menguat Sesaat atau Ada Perbaikan Fundamental?
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:35 WIB

Menakar Daya Tahan Saham Grup Lippo, Menguat Sesaat atau Ada Perbaikan Fundamental?

Meski kompak menghijau, karakter penguatan saham Grup Lippo saat ini masih kental nuansa trading momentum.

Sistem Komunikasi Kapal PELNI Berbasis Satelit Diperkuat
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:23 WIB

Sistem Komunikasi Kapal PELNI Berbasis Satelit Diperkuat

Pelni mempercepat transformasi digital dengan mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO).

Apartemen Meikarta Lippo Cikarang (LPCK) Telah Dihuni 3.600 Unit
| Rabu, 28 Januari 2026 | 07:15 WIB

Apartemen Meikarta Lippo Cikarang (LPCK) Telah Dihuni 3.600 Unit

Pengembangan Meikarta diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.

INDEKS BERITA

Terpopuler