Berharap Stabilitas Rupiah dari Dedolarisasi

Rabu, 26 April 2023 | 06:40 WIB
Berharap Stabilitas Rupiah  dari Dedolarisasi
[ILUSTRASI. Mata uang Dolar Amerika dan Rupiah. KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Bidara Pink, Dendi Siswanto | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Dedolarisasi atau proses mengganti dollar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang untuk perdagangan dan investasi lintas negara tengah diupayakan oleh sejumlah negara di dunia. Langkah ini ditempuh guna mengurangi ketergantungan pada mata uang utama tersebut. 

Dedolarisasi baru-baru ini tengah dibicarakan organisasi dagang BRICS. Aliansi yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan tersebut mengutarakan niatnya untuk mengurangi transaksi yang menggunakan dollar AS. Selain untuk menekan biaya, juga untuk mengurangi ketergantungan dengan mata uang tersebut.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Daya Beli Lesu, Kredit Konsumer Semakin Loyo
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:40 WIB

Daya Beli Lesu, Kredit Konsumer Semakin Loyo

Kredit konsumer perbankan semakin loyo, meskipun kredit secara keseluruhan berhasil tumbuh dua digit hingga Mei 2026.​

Jelang Pemberlakuan B50, Emiten CPO Punya Peluang Besar Meski Dibayangi El Nino
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:38 WIB

Jelang Pemberlakuan B50, Emiten CPO Punya Peluang Besar Meski Dibayangi El Nino

Emiten sawit dipengaruhi volatilitas harga CPO global dan minyak nabati lainnya, perubahan kebijakan biodiesel, serta regulasi ekspor.

Ada Tanda Likuiditas Perbankan Mulai Menuju Area Pengetatan
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:30 WIB

Ada Tanda Likuiditas Perbankan Mulai Menuju Area Pengetatan

BI mencatat rata-rata harian volume transaksi PUAB rupiah overnight mencapai Rp 23,95 triliun pada April 2026, naik dari Rp 22,18 triliun di Maret

INKP Menebar Dividen Tunai Senilai Rp 410,32 miliar, Investor Dapat Rp 75 per Saham
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:27 WIB

INKP Menebar Dividen Tunai Senilai Rp 410,32 miliar, Investor Dapat Rp 75 per Saham

RUPST INKP putuskan dividen tunai Rp 75 per saham untuk tahun buku 2025. Hitung potensi keuntungan Anda.

IHSG Belum Mampu Lewati 6.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (26/6)
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:18 WIB

IHSG Belum Mampu Lewati 6.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (26/6)

Penguatan IHSG sejalan bursa Asia. Indeks Kospi dan Nikkei menguat lebih dari 2%. Dari faktor lokal, penopang IHSG, saham berkapitalisasi besar.

Nilai Tukar Rupiah: BI Rate Naik, Kenapa Rupiah Masih Lesu?
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah: BI Rate Naik, Kenapa Rupiah Masih Lesu?

Meskipun BI Rate naik, Rupiah tetap di kisaran Rp 17.900. Simak mengapa faktor eksternal lebih dominan menekan nilai tukar

Salah Arah Koperasi
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:10 WIB

Salah Arah Koperasi

Pada akhirnya, keberhasilan koperasi akan ditentukan oleh kualitas tata kelola, bukan tingkat ketahanan dalam pelatihan lapangan.

FLOQ Raih 1,8 Juta Pengguna, Industri Kripto Indonesia Masuk Fase Integrasi Keuangan
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:01 WIB

FLOQ Raih 1,8 Juta Pengguna, Industri Kripto Indonesia Masuk Fase Integrasi Keuangan

Pergerakan harga aset kripto masih sangat dipengaruhi oleh faktor global, mulai dari kebijakan suku bunga AS hingga ketegangan geopolitik.

Harga CPO dan Rupiah Goyang ICBP: Margin Sulit Pulih Tahun Ini?
| Jumat, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB

Harga CPO dan Rupiah Goyang ICBP: Margin Sulit Pulih Tahun Ini?

ICBP catat penurunan laba 3% meski pendapatan naik. Analis ungkap biaya produksi dan rupiah jadi biang kerok. 

Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, RMKE Menyiapkan Dana Sebesar Rp 116 Miliar
| Jumat, 26 Juni 2026 | 05:43 WIB

Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, RMKE Menyiapkan Dana Sebesar Rp 116 Miliar

Obligasi RMKE Rp 116 Miliar akan lunas tepat waktu. Dana berasal dari kas operasional kuat, meski industri batubara hadapi tantangan.

INDEKS BERITA

Terpopuler