Berubah Sikap dalam Sepakan, Didi Mempertahankan Kegiatan Operasi di Rusia

Sabtu, 26 Februari 2022 | 21:43 WIB
Berubah Sikap dalam Sepakan, Didi Mempertahankan Kegiatan Operasi di Rusia
[ILUSTRASI. Armada sepeda yang disewakan Didi di Beijing, China, 7 Agustus 2020. REUTERS/Thomas Peter ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Raksasa ride-hailing China Didi Global pada Sabtu (26/2) mengatakan akan melanjutkan operasi di Rusia. Pernyataan itu membalikkan keputusan yang diumumkan pada Senin lalu bahwa mereka akan meninggalkan negara itu serta Kazakhstan.

Tidak ada penjelasan yang diberikan. Didi tidak segera menanggapi permintaan komentar lebih lanjut.

Pada Senin, Didi mengatakan akan meninggalkan Rusia pada 4 Maret, sekitar satu setengah tahun setelah meluncurkan layanan di sana. Perusahaan asal China itu sudah di Kazakhstan selama sekitar satu tahun.

"Sayangnya, karena perubahan kondisi pasar dan tantangan lainnya, menjadi jelas saat ini kami tidak akan dapat memberikan hasil terbaik di Rusia dan Kazakhstan," demikian pernyataan perusahaan itu Senin.

 Baca Juga: Taiwan Menilai Dampak Agresi Rusia Tidak Berdampak Besar ke Pasokan Chip

Tidak ada pernyataan yang menyebutkan faktor geopolitik dalam keputusan tersebut, tetapi beberapa kritikus online mengatakan waktu langkah tersebut membuka Didi untuk tuduhan menyerah pada tekanan AS terhadap Rusia, yang menginvasi negara tetangga Ukraina pada hari Kamis.

Pernyataan hari Sabtu tidak menyebutkan Kazakhstan.

Pemerintah China telah menyerukan dialog tentang Ukraina. Namun Beijing tidak mengutuk Rusia atas aksi militer ke Ukraina, atau menyebutnya sebagai invasi.

Didi memiliki waktu yang bergejolak sejak go public musim panas lalu di New York. Di bawah tekanan dari regulator China yang khawatir tentang keamanan data, Didi pada bulan Desember mengatakan akan delisting dari NYSE dan mengejar listing di Hong Kong.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar
| Jumat, 10 April 2026 | 09:26 WIB

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Melepas seluruh kepemilikannya di PT Super Ekonomi Ritelindo (SER) kepada PT Fortuna Optima Distribusi (FOD). 

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo
| Jumat, 10 April 2026 | 09:22 WIB

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo

Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama strategis melalui aksi akuisisi mayoritas saham Prima Pembangunan Propertindo oleh TRIN. ​

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi
| Jumat, 10 April 2026 | 09:12 WIB

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi

Prospek kinerja emiten EBT pada 2026 berpotensi melesat lebih tinggi, sejalan dengan mulai beroperasinya deretan proyek pembangkit listrik hijau.​

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025
| Jumat, 10 April 2026 | 09:06 WIB

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025

Kinerja laba emiten rokok pada 2025 terutama dipengaruhi faktor efisiensi biaya dan beban non operasional. ​

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu
| Jumat, 10 April 2026 | 09:01 WIB

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu

Dari 11 indeks sektoral di BEI, IDX Basic Materials jadi satu-satunya indeks yang mencatat kinerja positif sejak awal 2026. ​

ABMM Menggenjot  Aset Tambang Baru
| Jumat, 10 April 2026 | 09:00 WIB

ABMM Menggenjot Aset Tambang Baru

ABMM mengandalkan kontribusi dari aset pertambangan baru, serta penguatan sinergi antar lini bisnis guna menjaga daya saing

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi
| Jumat, 10 April 2026 | 08:50 WIB

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah perlu mencermati potensi peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi sebelum menaikkan harga

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg
| Jumat, 10 April 2026 | 08:31 WIB

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg

Kementerian ESDM berencana mengalihkan jatah pasokan elpiji industri untuk memenuhi kebutuhan produksi gas melon bersubsidi tersebut.

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter
| Jumat, 10 April 2026 | 08:16 WIB

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter

Jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) dipertahankan, atau harga BBM tidak naik, beban fiskal semakin berat.

Optimisme Semu
| Jumat, 10 April 2026 | 08:08 WIB

Optimisme Semu

Betul, tugas pemerintah memang harus menenangkan keadaan. Tapi setelah itu buru-buru melakukan perbaikan, jangan optimisme semu atau kepedean.

INDEKS BERITA

Terpopuler