Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?

Kamis, 24 September 2026 | 13:00 WIB
Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?
[ILUSTRASI. RUPSLB Maharaksa Biru Energi (OASA) Menyetujui Penambahan Komisaris (KONTAN/Cheppy A.Muchlis)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi jual saham oleh pengendali PT Mahakarsa Biru Energi Tbk (OASA), yakni Bobby Gafur, memancing analisa pemerhati pasar.

Berdasarkan keterangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Bobby Gafur menjual sebanyak 34,27 juta saham OASA pada 17 September 2026 dengan tujuan realokasi investasi. Dia melepasnya pada harga Rp 250.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Bobby Gafur di OASA turun menjadi sekitar 2,03 miliar saham atau 32,01%, dari sebelumnya 2,06 miliar saham atau setara 32,55%.

Sebelumnya, per 6 Agustus 2026 lalu, Bobby Gafur juga mengurangi kepemilikannya di OASA. Pada periode tersebut, dia tercatat melepas sebanyak 57,12 juta lembar saham OASA dengan harga Rp 310.

Aksi tersebut memang tidak serta-merta menunjukkan adanya perubahan fundamental di OASA, tetapi hal ini menjadi lebih sensitif karena terjadi di saat pasar berada dalam tren penurunan.

Baca Juga: OASA Menggarap Tiga Proyek Sampah

Sebagai gambaran saja, per Rabu (23/9), sebulan belakangan saham OASA telah melemah 14,11% ke Rp 280. OASA pun sebenarnya masih menguat dalam rentang harian dan mingguan masing-masing sebesar 0,72% dan 2,19% dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,77 triliun.

Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, dari sisi besaran, aksi jual tersebut relatif kecil. Penurunan kepemilikan dari 32,55% menjadi 32,01% hanya sekitar setengah persen sehingga tambahan pasokan saham ke pasar dinilai belum material.

“Magnitudenya kecil, kepemilikan turun dari 32,55% ke 32,01%, hanya sekitar setengah persen, jadi pasokan tambahannya tidak material,” ujar Wafi kepada KONTAN, Rabu (23/9)

Walau begitu, menurut dia, dampak psikologis dari transaksi tersebut justru dapat lebih besar dibandingkan dampak teknisnya. Pasalnya, investor cenderung menganggap pengendali sebagai pihak yang memiliki pemahaman paling dekat terhadap kondisi dan prospek perusahaan.

Oleh karena itu, aksi penjualan sekecil apa pun berpotensi ditafsirkan sebagai berkurangnya keyakinan pengendali terhadap saham atau prospek perseroan, terutama ketika harga saham sedang berada dalam tren turun. Padahal, alasan yang disampaikan dalam transaksi tersebut adalah realokasi investasi.

Wafi menilai alasan tersebut pada dasarnya masih tergolong wajar karena dapat berkaitan dengan diversifikasi portofolio atau kebutuhan menempatkan modal pada aset lain.

“Alasan realokasi investasi wajar, tapi di tengah tren turun pasar cenderung menafsirkan lebih negatif,” imbuh Wafi.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan

Penunjukan langsung memiliki risiko terkait transparansi, kemampuan teknologi, kapasitas pendanaan, dan track record perusahaan yang ditunjuk. 

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking
| Kamis, 24 September 2026 | 13:15 WIB

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking

Sekitar 60% tambahan permintaan listrik dari pelanggan industri pada semester I-2026 berasal dari data center.

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?
| Kamis, 24 September 2026 | 13:00 WIB

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?

Sejauh ini kepemilikan Bobby Gafur masih berada di sekitar 32% dan ia masih mempertahankan posisi sebagai pengendali OASA.

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN
| Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN

Penguatan CUAN lebih banyak didorong oleh ekspektasi pertumbuhan fundamental, dan positioning investor terhadap ekosistem bisnis Prajogo Pangestu.

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil
| Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil

Bila BUMN masuk ke segmen yang sama dengan swasta dan memperoleh pembiayaan, lahan, hingga kontrak yang lebih mudah, risiko crowding out meningkat

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga
| Kamis, 24 September 2026 | 08:51 WIB

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga

Sejumlah emiten dari berbagai sektor akan mencatatkan cum dividen interim pada akhir bulan September 2026

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026
| Kamis, 24 September 2026 | 08:06 WIB

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026

Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65% pada Agustus 2026, tetapi ekspansinya masih belum merata antarbank dan segmen.

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN
| Kamis, 24 September 2026 | 08:01 WIB

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN

Penempatan dana perbankan pada SBN mulai menunjukkan penurunan menyusul implementasi insentif KLM Pendalaman Pasar Uang 

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat
| Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat

Meski meraih kinerja keuangan positif, harga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) justru stagnan

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi
| Kamis, 24 September 2026 | 07:37 WIB

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi

Sejumlah emiten di sektor layanan transportasi mulai aktif mengoperasikan kendaraan listrik dan hibrid

INDEKS BERITA

Terpopuler