Bonus atau Beban?

Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB
Bonus atau Beban?
[ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata (KONTAN/Indra Surya)]
Harris Hadinata | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Target Indonesia Emas 2045 masih belum berubah. Melihat kondisi Indonesia saat ini, deg-degan juga, target bisa tercapai atau enggak, ya? Pemerintah sebelum ini menyebut keberhasilan visi Indonesia Emas ini akan ditopang oleh kualitas ketenagakerjaan dan sumber daya manusia.
Selain itu, perubahan paradigma ketenagakerjaan menjadi elemen penting visi ini. Termasuk soal peningkatan kualitas tenaga kerja, produktivitas, hingga penyerapan tenaga kerja formal. 

Tapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih tinggi. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, di 2025 lalu terjadi 88.519 PHK. Jumlah ini meningkat 13,54% dibandingkan kasus PHK sepanjang 2024, yang mencapai 77.965 orang. 

Biar fair, pemerintah juga mengklaim penyerapan tenaga kerja naik di sepanjang 2025. Menurut data Kementerian Investasi/BKPM, penyerapan tenaga kerja tahun lalu mencapai 2,71 juta orang, naik 10,4% secara tahunan. 

Kalau mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2025, sebanyak 146,54 juta orang masyarakat Indonesia tercatat bekerja. Jumlah tersebut setara 95,15% dari 154 juta orang angkatan kerja, atau 67,17% dari 218,17 juta orang penduduk usia kerja.

Tapi, pekerja informal masih mendominasi, mencapai 57,80% dari total masyarakat bekerja. Pekerja informal ini termasuk pekerjaan serabutan, juga para gig worker, seperti pengemudi ojek online. 

Implikasi banyaknya pekerja di sektor informal adalah kualitas pekerjaan yang rendah, kurangnya perlindungan sosial, dan produktivitas rendah. Ini tentu bertentangan dengan elemen visi Indonesia Emas 2045 tadi, seperti peningkatan kualitas tenaga kerja dan produktivitas.

Perlu digarisbawahi, visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Indonesia memiliki masyarakat dengan usia produktif yang tinggi, dibanding banyak negara maju yang penduduknya sudah menua.

Tapi, bonus demografi ini malah bisa jadi beban demografi tanpa perbaikan kualitas tenaga kerja, bila tenaga kerja yang dihasilkan tidak memiliki keterampilan tinggi dan kompetensi yang relevan. 

Di sisi lain, kendati tenaga kerja mungkin memiliki keterampilan dan kompetensi, bila pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja yang memadai, tenaga kerja produktif tadi tidak bisa jadi bonus demografi. Karena itu, penciptaan lapangan kerja berkualitas harus jadi salah satu prioritas pemerintah.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Harga Emas Terangkat Pelemahan Dolar
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Harga Emas Terangkat Pelemahan Dolar

Harga emas didukung penurunan harga energi dan melunaknya kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Penguatan Rupiah Pekan Ini Terangkat Pelemahan Dolar
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Penguatan Rupiah Pekan Ini Terangkat Pelemahan Dolar

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot naik 0,15% secara harian menjadi Rp 17.897 per dolar Amerika Serikat (AS).

Merdeka dari Belenggu Keserakahan
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Merdeka dari Belenggu Keserakahan

Fenomena yang terjadi yang bisa disebut sebagai serakahnomics harus dihapuskan demi menjamin pemenuhan hak semua warga.​

OJK Sebagai Fasilitator
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:00 WIB

OJK Sebagai Fasilitator

Terkesan ada upaya OJK menjaga jarak dari konflik di lapangan dan memilih peran layaknya hakim garis.​

Upaya Penetrasi Pasar Alat Farmasi PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Upaya Penetrasi Pasar Alat Farmasi PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)

Menelisik profil dan strategi bisnis PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) pasca mencatatkan saham perdana pada Juli 2026 

Bank Kecil Buka Peluang Tambah Lini Bisnis
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Bank Kecil Buka Peluang Tambah Lini Bisnis

OJK membuka jalan menuju universal banking, memberi peluang bank kecil memperluas layanan keuangan jika dinilai siap menjalankannya.

Prospek Asuransi Energi di Indonesia Masih Cerah
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Prospek Asuransi Energi di Indonesia Masih Cerah

Asuransi energi diproyeksi terus bertumbuh seiring ekspansi proyek migas dan transisi energi, meski risiko global tetap membayangi

Ekonomi Jakarta Tumbuh Lebih Moderat
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:21 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh Lebih Moderat

Prospek tersebut didukung oleh investasi yang tetap kuat dan meningkatnya optimisme pelaku usaha.           

Total Bangun Persada (TOTL) Memacu Perolehan Kontrak Baru
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 04:25 WIB

Total Bangun Persada (TOTL) Memacu Perolehan Kontrak Baru

Total Bangun Persada membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp 2,78 triliun hingga semester I-2026.

Upaya Ungkit Konsumsi dan Daya Beli
| Sabtu, 08 Agustus 2026 | 04:00 WIB

Upaya Ungkit Konsumsi dan Daya Beli

Peritel berharap kehadiran indoensia Shopping Festival (ISF) 2026 pada 7-23 Agustus 2026 bisa mengungkit daya beli.

INDEKS BERITA