Bos Coinbase Sebut Perusahaannya Tidak Menghadapi Risiko Kebangkrutan

Rabu, 11 Mei 2022 | 18:13 WIB
Bos Coinbase Sebut Perusahaannya Tidak Menghadapi Risiko Kebangkrutan
[ILUSTRASI. Ilustrasi perwujudan uang kripto di depan logo Coinbase, 4 Maret 2022. REUTERS/Dado Ruvic]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALUR. Coinbase menjelaskan isi keterbukaan informasi triwulanan yang disampaikan bursa kripto terbesar sedunia itu ke otoritas bursa saham di Amerika Serikat (AS). Menurut Brian Armstrong, kepala eksekutif Coinbase, informasi itu disampaikan untuk memenuhi persyaratan pelaporan, dan bukan karena bursa tersebut sedang menghadapi risiko kebangkrutan. 

Armstrong pada Rabu siang WIB menyampaikan penjelasan seputar informasi bahwa jika terjadi kebangkrutan, maka aset kripto yang dipegang bursa dapat dianggap sebagai aset dalam proses kebangkrutan. Dan, pelanggan dapat diperlakukan sebagai kreditur tanpa jaminan.

Kreditur tanpa jaminan termasuk yang terakhir dibayar dalam kebangkrutan dan terakhir dalam antrean klaim.

Coinbase mengatakan pengungkapannya mungkin membuat pelanggan percaya bahwa menyimpan koin mereka di platform akan dianggap "lebih berisiko", yang pada gilirannya akan berdampak material pada posisi keuangannya.

Baca Juga: Biaya Bahan Baku Melonjak, Toyota Prediksi Laba Operasional Tergerus 20%

"Kami tidak memiliki risiko kebangkrutan," kata Armstrong di Twitter setelah pengungkapan tersebut. Dia mengatakan tidak mungkin bahwa "pengadilan akan memutuskan untuk mempertimbangkan aset pelanggan sebagai bagian dari perusahaan dalam proses kebangkrutan" meskipun itu masih mungkin.

Coinbase akan mengambil langkah lebih lanjut untuk memastikannya menawarkan perlindungan bagi pelanggan ritelnya, kata Armstrong.

"Kami seharusnya memperbarui persyaratan ritel kami lebih cepat, dan kami tidak berkomunikasi secara proaktif ketika pengungkapan risiko ini ditambahkan," katanya. "Permintaan maafku yang terdalam."

Saham Coinbase jatuh 17,4% sebelum bel pada hari Rabu setelah meluncur 15% dalam perdagangan yang diperpanjang ketika pendapatan kuartalan perusahaan meleset dari ekspektasi pasar dan berayun ke kerugian karena gejolak di pasar global menahan selera investor untuk mata uang digital. Baca cerita selengkapnya

Sahamnya telah anjlok 71% sepanjang tahun ini, mencerminkan penurunan harga mata uang kripto utama seperti bitcoin.

Bagikan

Berita Terbaru

Sahamnya Terus Koreksi, Portofolio Investor Institusi Asing di Saham BREN Merugi
| Minggu, 29 Maret 2026 | 07:00 WIB

Sahamnya Terus Koreksi, Portofolio Investor Institusi Asing di Saham BREN Merugi

Secara teknikal, posisi pergerakan BREN saat ini masih berada di fase down trend-nya dengan tekanan jual dan volume yang tidak begitu besar.

Mencari Jalan Agar Botol Yakult Bisa Kembali Pulang
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:51 WIB

Mencari Jalan Agar Botol Yakult Bisa Kembali Pulang

Untuk mengurangi emisi karbon, PT Yakult Indonesia Persada memasang PLTS atap di dua unit pabriknya. Perusahaan juga men

 
Juragan Bioskop Berburu Penonton ke Kota-Kota Kecil
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:48 WIB

Juragan Bioskop Berburu Penonton ke Kota-Kota Kecil

Pengelola bioskop semakin masif mengembangkan layar di kota tier dua dan tier tiga. Mereka melirik peluang pertumbuhan.

Mencuil Cuan dari Sepotong Roti Gandum
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:44 WIB

Mencuil Cuan dari Sepotong Roti Gandum

Tren gaya hidup sehat mendorong lonjakan permintaan roti gandum, yang membuka peluang bagi pelaku usaha meraup penjualan dari roti gandum.

 
APBN di Persimpangan
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:40 WIB

APBN di Persimpangan

​Tekanan global dan ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga perlambatan ekonomi membuat ruang gerak fiskal semakin terbatas.

Saatnya Investor Melakukan Diversifikasi Sektor Saham
| Minggu, 29 Maret 2026 | 04:50 WIB

Saatnya Investor Melakukan Diversifikasi Sektor Saham

Diversifikasi tidak hanya berlaku pada saham, bisa dikombinasikan dengan aset-aset lain, seperti surat utang dan deposito.

66 Negara WTO Kompak Sahkan Aturan Main E-Commerce, Pangkas Kerugian US$ 159 Miliar
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:17 WIB

66 Negara WTO Kompak Sahkan Aturan Main E-Commerce, Pangkas Kerugian US$ 159 Miliar

66 anggota WTO resmi adopsi aturan perdagangan digital pertama. Riset WTO & OECD ungkap potensi US$159 miliar hilang tanpa regulasi. 

TBS Energi (TOBA) Mantap Beralih ke Energi Hijau, Simak Rencana Bisnisnya
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:44 WIB

TBS Energi (TOBA) Mantap Beralih ke Energi Hijau, Simak Rencana Bisnisnya

Mengupas rencana bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang kini ingin fokus bergerak di sektor energi baru dan terbarukan

Pensiun Aman Ala Bos PGEO Ahmad Yani: Disiplin Investasi dan Diversifikasi
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:35 WIB

Pensiun Aman Ala Bos PGEO Ahmad Yani: Disiplin Investasi dan Diversifikasi

Ahmad Yani, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membeberkan sejumlah strategi investasinya untuk tujuan masa tua yang nyaman 

Memilih Valas Utama Ketika Konflik di Timur Tengah Belum Mereda
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:08 WIB

Memilih Valas Utama Ketika Konflik di Timur Tengah Belum Mereda

Langkah The Fed menahan suku bunga berdampak pada menguatnya indeks dolar AS (DXY). Dus, sejumlah valuta asing utama melemah terhadap dolar AS. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler