BPK: Tindak Lanjuti Hasil Rekomendasi BPK, Pengawasan OJK Semakin Baik

Senin, 18 Mei 2020 | 23:13 WIB
BPK: Tindak Lanjuti Hasil Rekomendasi BPK, Pengawasan OJK Semakin Baik
[ILUSTRASI. Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agung Firman Sampurna Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengapresiasi upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindaklanjuti rekomendasi Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2019 yang disusun lembaganya.

Subyek pemeriksaan BPK, lanjut agung, adalah pelaksanaan wewenang pengaturan dan pengawasan mengenai kelembagaan, kesehatan, aspek kehati-hatian dan pemeriksaan bank.

"(Rekomendasi BPK) Sudah ditindaklanjuti OJK. Efektivitas pengawasan perbankan oleh OJK juga kini semakin baik," tutur Agung lewat video converence, Senin (18/5).

Agung menambahkan, pemeriksaan dilakukan BPK pada sekitar Oktober 2019. Sejak akhir pemeriksaan hingga Mei 2020, sudah banyak perbaikan yang OJK lakukan menyikapi hasil pemeriksaan BPK.

Sehingga, lanjut Agung, sudah tidak ada lagi hal baru yang menjadi perdebatan merujuk pada IHPS II 2019.

Baca Juga: OJK Sudah Merampungkan Rekomendasi BPK

Perlu diketahui, pada hari ini OJK juga mengeluarkan pernyataan mengenai rekomendasi BPK terhadap hasil pemeriksaan pengawasan bank.

OJK dalam website-nya menyatakan telah menindaklanjuti rekomendasi BPK mengenai permasalahan bank yang diungkap BPK tanggal 5 Mei 2020. IHPS tersebut merupakan hasil pemeriksaan semester II tahun 2019.

OJK mengapresiasi upaya BPK meningkatkan kualitas pengawasan di sektor jasa keuangan. Untuk itu OJK menegaskan kondisi perbankan semakin membaik dengan adanya pelaksanaan rekomendasi pengawasan yang dilakukan oleh OJK.

Proses penanganan bank telah dijelaskan dan dilaporkan OJK kepada BPK secara lengkap. OJK senantiasa meningkatkan perbaikan kinerja pengawasan dalam rangka menjaga kesehatan individual bank dan stabilitas sistem keuangan.

Rekomendasi BPK

Sekadar mengingatkan, dalam IHPS II 2019 BPK merekomendasikan sejumlah hal kepada Ketua Dewan Komisioner OJK, yakni:

1. Menyusun kebijakan tata kelola terkait dengan kondisi bank yang dapat memperoleh pengecualian dalam penerapan kewajiban pembentukan CKPN/Penyisihan Penghapusan Aset (PPA).

2. Menyusun mekanisme quality control dan quality assurance secara berjenjang dalam rangka koordinasi penyelesaian permasalahan bank.

3. Melakukan pemeriksaan khusus/investigasi atas permasalahan terkait di sejumlah bank.

Baca Juga: BPK ungkap nama bank dalam pengawasan OJK, ini kata ekonom

4. Memberikan pembinaan kepada pengawas untuk lebih cermat dalam melaksanakan tugas pengawasan.

5. Menyusun mekanisme quality control dan quality assurance secara berjenjang, dalam rangka dokumentasi pengawasan, termasuk mengunggah (upload) ke dalam sistem, serta memberikan pembinaan kepada pengawas bank dalam rangka melengkapi dokumentasi risk based supervision (RBS) dan integrated risk based supervision (IRBS) sesuai dengan ketentuan periode 2017-2019.

6. BPK merekomendasikan OJK untuk menyusun mekanisme quality control dan quality assurance secara berjenjang dalam rangka penanganan dugaan tindak pidana perbankan.

OJK juga disarankan menyusun kriteria pelanggaran ketentuan perbankan sesuai dengan Matriks Penyimpangan Ketentuan Perbankan (MPKP) yang harus ditindaklanjuti oleh Departemen Pemeriksaan Khusus dan Investigasi Perbankan (DKIP), dan seluruh pengawas bank.

Hal tersebut bertujuan untuk menginventarisasi dan memastikan seluruh kasus pelanggaran ketentuan perbankan selama periode 2017-2019 telah disusun MPKP dan menyampaikan ke DKIP.

7. Merevisi ketentuan terkait dengan forum panel guna mengakomodasi kondisi bank yang memenuhi kriteria masuk dalam kategori forum panel untuk tahun berjalan.

Bagikan

Berita Terbaru

Menata Ulang Kredit UMKM di Era Data
| Rabu, 11 Februari 2026 | 04:14 WIB

Menata Ulang Kredit UMKM di Era Data

Membangun ekosistem kepercayaan bukan berarti melonggarkan kehati-hatian, melainkan menyeimbangkan pengawasan dengan pemberdayaan.

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

INDEKS BERITA