Bumi Serpong Damai (BSDE) Incar Rapor Biru Lewat Proyek Baru

Rabu, 20 April 2022 | 03:05 WIB
Bumi Serpong Damai (BSDE) Incar Rapor Biru Lewat Proyek Baru
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tahun ini diperkirakan masih tumbuh. Meski begitu, ada kemungkinan pertumbuhannya tidak setinggi tahun lalu.  

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano menilai, tahun ini penjualan BSDE akan cenderung stagnan, seiring dengan pemulihan ekonomi yang cenderung lambat pasca pandemi Covid-19. Selain itu, besaran subsidi pajak pertambahan nilai (PPN) dari pemerintah tahun ini lebih kecil dibanding tahun lalu. 

"Subsidi PPN berkontribusi Rp 800 miliar terhadap marketing sales BSDE pada tahun 2021 yang mencapai Rp 7,7 triliun," tulis Victor dalam riset pada 1 April 2022.  

Baca Juga: Sinar Mas Land Buka Kawasan Residensial Baru Bernuansa Tropical Modern Resort di BSD

Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa juga menilai BSDE akan cenderung konservatif di tahun ini. Sebab tahun ini target marketing sales masih dipatok Rp 7,7 triliun, atau sama realisasi tahun lalu.

Yasmin menuliskan dalam risetnya per 1 April, target marketing sales tersebut akan mudah tercapai. Pasalnya BSDE akan meluncurkan proyek residensial baru seharga Rp 1 miliar-Rp 1,5 miliar per unit. BSDE juga bisa  memanfaatkan inventori yang tersisa, serta menjual lahan komersial. 

Yasmin memaparkan, saat ini, lewat BSD City, BSDE mematok kontribusi pendapatan pra penjualan sebesar 65% melalui beberapa proyek flagship, seperti Bliizfield, Myza, Vanya Park, Zora, Nava Park and De Latinos. Sementara dari segmen komersial, BSDE menargetkan marketing sales Rp 1,1 triliun melalui penjualan lahan komersial, apartemen, dan ruko. 

"Kontribusi 35% akan datang dari penjualan di Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, Legenda Wisata, Taman Banjar Wijaya, Grand City Balikpapan, Southgate TB Simatupang, The Elements Project, Aerium dan Klaska di Surabaya," jelas Yasmin. 

Baca Juga: Pefindo Tegaskan Peringkat idAA- Obligasi dan Sukuk Bumi Serpong Damai (BSDE)

Suku bunga rendah

Sementara analis Sucor Sekuritas Benyamin Mikael lebih optimistis. Ia menilai, marketing sales emiten properti Sinar Mas Land ini bisa mencapai Rp 8,1 triliun tahun ini, tumbuh 5,1% secara tahunan, melewati target yang ditetapkan emiten. Ia menilai BSDE masih bisa menikmati insentif subsidi PPN untuk pembelian rumah, meski nilainya mengecil. Tak hanya itu, program DP 0% juga masih berlanjut. 

Memang, emiten properti secara umum bakal menghadapi sentimen kenaikan tingkat suku bunga acuan. Tapi Benyamin menyebut tingkat suku bunga tetap akan lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. "Tak hanya itu, ada pemulihan pada segmen recurring income yang bisa menopang kinerja BSDE," ujar Benyamin. 

Baca Juga: Produk Komersial BSD City, Northridge Studio Loft Habis Terjual dalam Waktu Singkat

Menurut Benyamin, tren bunga rendah beserta peluncuran township baru akan mendorong pertumbuhan penjualan BSDE. "Kenaikan harga komoditas tidak akan mendorong penjualan secara signifikan," kata dia. Sebab kenaikan upah minimum tahun ini tidak signifikan, sehingga hanya cukup kompensasi kenaikan harga properti. 

Dalam jangka panjang, Victor meyakini, BSDE juga akan diuntungkan adanya pembangunan ibukota negara baru. BSDE memiliki portofolio properti yang cukup mumpuni di Kalimantan. 

Pada tahun ini, Victor memperkirakan BSDE dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp 7,69 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,52 triliun. Buat perbandingan, tahun lalu, pendapatan BSDE mencapai Rp 7,66 triliun, naik 23,9% secara tahunan. Laba bersih meningkat 378,7% menjadi Rp 1,35 triliun.

Victor dan Benyamin kompak merekomendasikan beli dengan target Rp 1.400. Yasmin menyarankan beli dengan target Rp 1.350.  Kemarin, harga saham BSDE ditutup di level Rp 970 per saham.   

Baca Juga: Saham Properti Masih Menarik Dicermati     

Bagikan

Berita Terbaru

Mimpi Naik Kelas
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Mimpi Naik Kelas

Indonesia butuh investasi yang menghasilkan pekerjaan yang akhirnya menjadikan masyarakat mampu naik kelas.

Sentimen Profit Taking dan Bi Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (19/8)
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Sentimen Profit Taking dan Bi Rate, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (19/8)

Investor hari ini akan mencermati rilis suku bunga acuan alias BI rate. Secara teknikal ada kemungkinan investor akan melakukan profit taking. 

Penjualan Meningkat, Kerugian Bersih FAST Mulai Menyusut
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Penjualan Meningkat, Kerugian Bersih FAST Mulai Menyusut

FAST membukukan pendapatan sebesar Rp 2,79 triliun, naik 16,1% dibandingkan Rp 2,40 triliun pada semester I-2025. 

Tekanan MSCI Mereda, Saham Bahan Baku Berpeluang Melaju
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Tekanan MSCI Mereda, Saham Bahan Baku Berpeluang Melaju

Kenaikan harga emas, prospek hilirisasi dan pemulihan minat investor terhadap saham komoditas menjadi sejumlah katalis sektor ini

Saham IMAS Mulai Menggeliat, Ekspansi Mobil China Termasuk Hongqi Picu Turnaround?
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Saham IMAS Mulai Menggeliat, Ekspansi Mobil China Termasuk Hongqi Picu Turnaround?

Data penjualan pada kuartal III-2026 salah satu indikator awal untuk melihat apakah ekspansi bisnis baru IMAS mulai memberikan dampak nyata.

Sinyal Turnaround di Saham HRUM, Kinerja di Semester II-2026 Bakal Jadi Penentu
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Sinyal Turnaround di Saham HRUM, Kinerja di Semester II-2026 Bakal Jadi Penentu

Konfirmasi turnaround HRUM baru akan terlihat apabila sejumlah indikator operasional mulai menunjukkan perbaikan secara bersamaan.

JARR, TEBE, PGUN hingga PACK Rally, Efek Spillover Rumor Akuisisi BYAN Oleh Haji Isam
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:53 WIB

JARR, TEBE, PGUN hingga PACK Rally, Efek Spillover Rumor Akuisisi BYAN Oleh Haji Isam

Setiap emiten memiliki prospek, struktur bisnis, fundamental, serta tingkat sensitivitas yang berbeda-beda terhadap akuisisi BYAN.

Setoran Dividen Naik, Prospek Saham BUMN Jadi Lebih Menarik
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Setoran Dividen Naik, Prospek Saham BUMN Jadi Lebih Menarik

Target setoran dividen BUMN sebesar Rp 200 triliun pada tahun ini jadi katalis positif bagi pergerakan saham BUMN

Laba AVIA Tumbuh 20,59% Pada Semester I-2026
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Laba AVIA Tumbuh 20,59% Pada Semester I-2026

Manajemen PT Avia Avian Tbk (AVIA) mengklaim, pencapaian ini hasil dari kekuatan merek, jaringan distribusi luas, dan inovasi produk.

Rumor Bakal Diakuisisi Haji Isam Bikin Saham BYAN Terbang
| Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:39 WIB

Rumor Bakal Diakuisisi Haji Isam Bikin Saham BYAN Terbang

Pengusaha nasional asal Kalimantan tersebut dikabarkan siap mengambilalih 62% kepemilikan saham BYAN. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler