BUMN Akan Rilis Sistim Pembayaran LinkAja Bulan Ini

Senin, 04 Februari 2019 | 15:06 WIB
BUMN Akan Rilis Sistim Pembayaran LinkAja Bulan Ini
[]
Reporter: Ahmad Febrian, Galvan Yudistira | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kendati belum genap lima tahun beroperasi di sini, Go-Pay dan Ovo memimpin pasar sistim pembayaran di Indonesia. Berdasarkan riset terbaru dari  Financial Times dan Daily-Social bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Go-Pay menempati peringkat pertama, sedang Ovo di urutan kedua.

Sementara T-Cash yang merupakan produk dari Telkomsel, anak usaha PT Telekomunikasi Tbk, hanya menempati peringkat ketiga dalam daftar tersebut. Nah, peta pasar pembayaran semacam itu yang hendak diubah bersama-sama oleh beberapa BUMN.

Kementerian BUMN sejak tahun lalu mendorong BUMN untuk membentuk platform pembayaran secara bersama dengan mengusung bendera LinkAja. Produk ini akan resmi meluncur 21 Februari mendatang.  

Sumber KONTAN menyebutkan, LinkAja  akan meleburkan uang elektronik berbasis server dari bank BUMN dan T-Cash. "Platform utama menggunakan T-Cash, lalu platform dari Himbara, E-Cassh Bank Mandiri, T-bank BRI dan Yap! BNI  akan dilebur," kata sumber KONTAN, akhir pekan lalu.

LinkAja ini akan berada dibawah anak perusahaan Telkomsel bidang fintech sistem pembayaran Indonesia yaitu PT Fintek Karya Nusantara (Finarya).  Berdasarakan keterbukaan PT Telkom Tbk (TLKM) ke BEI pada Jumat (25/1),  Telkomsel mempunyai 99% saham Finarya.

Jika tak bersatu, berat melawan Ovo yang digunakan start-up decacorn  Grab dan unicorn Tokopedia atau Go-Pay yang  didukung unicorn Go-Jek. Mereka tak segan "membakar duit" untuk ekspansi bisnis. LinkAja berpeluang mengadang Go-Pay dan Ovo, karena mereka akan lepas dari sistem perbankan.

Jika masih di bawah perbankan, masih harus mengikuti aturan bank yang amat ketat. Plus memenuhi tunduk pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Bila berdiri sendiri, LinkAja bergerak lebih lincah.

Tak cuma itu, dengan bergabungnya semua BUMN,  mereka bisa memanfaatkan merchant masing-masing. T-Cash misalnya kuat di gerai-gerai modern di mal dan pasar tradisional. Sementara Bank Mandiri sudah lama menjadi mitra Indomaret. Bank BNI  sudah bekerjasama dengan Alfamart. Dan kabarnya, Pertamina siap mendukung LinkAja.

Sistem pembayaran berbasis server menggunakan aplikasi QR code memang akan semakin populer. Menurut Kartika Wirjoatmodjo, Presiden Direktur Bank Mandiri, akan ada perubahan transaksi dari mesin EDC ke  QR.

General Manager External Communication Telkomsel Denny Abidin menyatakan,  T-Cash terus berkoordinasi dengan mitra lain. "Terkait layanan operasional maupun detail program," kata Denny.

Pemimpin Divisi Electronics Banking BNI Anang Fauzi bilang, pembentukan LinkAja masih dalam proses migrasi pengguna dari uang elektronik server based ke platform bar. "Semua dikerjakan pararel," kata Anang.  

Terkait LinkAja ini,  Budi Gandasoebrata, Managing Director Go-Pay, bilang, semakin banyaknya pemain akan mendorong gerakan non tunai. "Kami menyambut baik," kata Budi.

Nah, PR berikutnya, benar-benar menyatukan merchant LinkAja hingga ke bawah. Menurut sumber KONTAN, selama ini kesepakatan baru di level atas. Begitu sampai ke level teknis, sulit menerapkan integrasi. "Jangan sampai ada e-money Himbara  menutup merchant, lantaran merasa sudah bekerja keras merangkul merchant tersebut," terang si sumber.

Bagikan

Berita Terbaru

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka
| Jumat, 23 Januari 2026 | 15:56 WIB

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka

Pemerintah siapkan 7 seri SBN Ritel 2026, ORI029 jadi pembuka. Lihat jadwal sementara penerbitan SBN Ritel.

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII

PT Astra International Tbk (ASII) saat ini dipersepsikan sebagai deep value stock oleh investor global.

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:29 WIB

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan

Pendapatan BRPT diperkirakan tumbuh sebesar 41,4% dan EBITDA sebesar 40,2% selama periode 2024-2029.

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?

Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi.  Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini

Pelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR

Transaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.

Perbankan Digital Akan Ekspansif  Kejar Pertumbuhan Kredit
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB

Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan Kredit

​Bank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026

Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,

INDEKS BERITA

Terpopuler