Bursa Shanghai Meluncurkan Perdagangan Karbon Esok Hari

Kamis, 15 Juli 2021 | 20:54 WIB
Bursa Shanghai Meluncurkan Perdagangan Karbon Esok Hari
[ILUSTRASI. Pembangkit listrik energi terbarukan di Dunhuang, Provinsi Gansu, China, 10 Juni 2011. REUTERS/Stringer/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Skema perdagangan emisi karbon nasional (ETS) di China yang telah lama ditunggu,  akan bergulir pada 16 Juli, demikian pernyataan Shanghai Environment and Energy Exchange, Kamis (15/7).

Skema yang terbesar di dunia itu termasuk bagian dari rencana China untuk memanfaatkan mekanisme pasar, untuk membantu membawa emisi karbonnya ke puncak sebelum 2030 dan menjadi nol pada 2060.

Platform perdagangan ETS di China akan dikelola bursa Shanghai.

Baca Juga: Kembangkan energi bersih, Pertamina alokasikan US$ 8 miliar

Reuters melaporkan bahwa kementerian lingkungan China akan menggelar seremoni peluncuran bursa pada Jumat (16/7).

Tahap pertama perdagangan akan melibatkan sekitar 2.225 pembangkit listrik, yang bertanggung jawab atas lebih dari 4 miliar ton emisi karbon dioksida per tahun.

Skema ETS China di tahap awal menetapkan batas perdagangan harian sebesar 10% dari harga dan batas untuk kesepakatan blok akan ditetapkan pada 30% dari pergerakan harga.

Perdagangan akan berlangsung setiap hari kerja, dalam dua sesi, masing-masing dari pukul 9.30-11.30, dan berlanjut ke 13.00-15.00 waktu Shanghai.

Selanjutnya: REC PLN Mulai Mendapat Sambutan Positif Dari Industri Di Indonesia

 

Bagikan

Berita Terbaru

Indonesia dan Korsel Teken 10 Kerja Sama
| Kamis, 02 April 2026 | 05:15 WIB

Indonesia dan Korsel Teken 10 Kerja Sama

Korea Selatan membuka peluang kerjasama investasi dengan Indonesia melalui Danantara di berbagai bidang.

Produktivitas dan Upah Terjaga Meski Kerja WFH
| Kamis, 02 April 2026 | 05:10 WIB

Produktivitas dan Upah Terjaga Meski Kerja WFH

Pemerintah menerapkan kebijakan bekerja di tempat tinggal alias WFH bagi pekerja swasta, BUMN dan BUMD.

Arah Inflasi Tergantung Kebijakan Energi
| Kamis, 02 April 2026 | 05:05 WIB

Arah Inflasi Tergantung Kebijakan Energi

Inflasi tahunan Maret tercatat sebesar 3,48%, lebih rendah dari  bulan sebelumnya yang mencapai 4,76%

IHSG Melonjak 1,93% Setelah 4 Hari Merana, Intip Prediksi Arah Hari Ini (2/4)
| Kamis, 02 April 2026 | 05:00 WIB

IHSG Melonjak 1,93% Setelah 4 Hari Merana, Intip Prediksi Arah Hari Ini (2/4)

Meski naik sehari, IHSG masih tercatat turun 1,61% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG juga masih melemah 16,91%.​

Klaim Kesehatan Mulai Terkendali
| Kamis, 02 April 2026 | 05:00 WIB

Klaim Kesehatan Mulai Terkendali

Rasio klaim asuransi masih di atas ambang sehat. Ketahui risiko terbaru yang bisa mengancam keberlanjutan produk Anda. 

Manufaktur Tertekan, Industri Butuh Dukungan
| Kamis, 02 April 2026 | 04:55 WIB

Manufaktur Tertekan, Industri Butuh Dukungan

PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 turun ke level 50,1 berdasarkan survei S&P Global               

Menyoal Perpres Protokol Perubahan IJEPA
| Kamis, 02 April 2026 | 04:51 WIB

Menyoal Perpres Protokol Perubahan IJEPA

Bagi petani dan kelompok tani, Protokol Perubahan IJEPA merupakan peluang ekonomi karena membuka jalan baru.

Bayang-Bayang Tekanan Fiskal Belum Mereda
| Kamis, 02 April 2026 | 04:35 WIB

Bayang-Bayang Tekanan Fiskal Belum Mereda

Menkeu Purbaya memperkirakan tambahan anggaran subsidi sebesar Rp 90 hingga Rp 100 triliun dalam rangka menahan harga BBM

Pembayaran Manfaat Dapen Meningkat
| Kamis, 02 April 2026 | 04:30 WIB

Pembayaran Manfaat Dapen Meningkat

Tekanan likuiditas meningkat seiring penuaan peserta.                                                 

Harga Aluminium Melonjak, Siapa Pemenangnya?
| Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

Harga Aluminium Melonjak, Siapa Pemenangnya?

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan dorongan terhadap lonjakan harga aluminium global.

INDEKS BERITA

Terpopuler