Cara Kusuma Kemindo (KKES) Mengatur Strategi Demi Mendistribusikan Kinerja Positif

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 14:53 WIB
Cara Kusuma Kemindo (KKES) Mengatur Strategi Demi Mendistribusikan Kinerja Positif
[ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan distributor PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES)]
Reporter: Sumber: Harian KONTAN | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan bahan baku kimia dinilai masih tinggi di tengah potensi pertumbuhan industri. PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pun melihat kondisi ini sebagai peluang untuk mendongkrak kinerja.

Anak usaha PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) ini semakin optimistis lantaran sudah mengantongi amunisi dari dana hasil initial public offering (IPO) pada Agustus 2022 lalu. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan besar bahan dan barang kimia, produk-produk KKES banyak dipakai di berbagai sektor industri manufaktur.

Direkur Utama Kusuma Kemindo Sentosa Kiki Rusmin Sadrach mengatakan, emiten ini sedang mengerjakan sejumlah strategi usaha usai IPO. Setidaknya ada lima strategi yang ditempuh KKES.

Baca Juga: Dongkrak Kinerja, Kusuma Kemindo (KKES) Genjot Ekspansi Pasca IPO

Pertama, menggenjot pertumbuhan penjualan produk-produk dengan margin tinggi. Kedua, terus menambah produk dan pemasok baru, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.

Ketiga, membuka cabang dan kantor penjualan baru untuk mendorong penambahan pelanggan dan peluasan pasar. Daerah yang disasar antara lain berada di Cirebon, Karawang, Medan, Solo, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Pontianak.

Adapun saat ini KKES memiliki tiga cabang yang berlokasi di Bandung, Semarang, dan Surabaya. "Kami sedang mempersiapkan cabang Cirebon dan Karawang. Tahun depan KKES berencana membuka cabang di Solo dan Medan. Kami berharap tiap tahun dapat membuka dua cabang," kata Kiki kepada KONTAN, Jumat (28/10).

Keempat, KKES meningkatkan sistem operasional dengan digitalisasi. Jadi, operasional bisa lebih efisien, dan cepat. KKES juga meningkatkan kontrol dalam proses, terutama di bagian penjualan, logistik dan warehouse.

Kelima, KKES akan membangun pasar ekspor dengan menjajaki kerjasama pelanggan potensial. Perluasan ke pasar ekspor ini akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, sesuai rencana kerja yang telah disiapkan.

Baca Juga: Kusuma Kemindo (KKES) Bakal Teken Kontrak Agen Utama Pabrikan Chemical Terbesar Dunia

Untuk saat ini KKES masih fokus di pasar domestik dan belum ke pasar ekspor. "Nantinya pasar yang akan ditetapkan kemungkinan berada di ASEAN, seperti Filipina dan Thailand," terang Kiki.

Kiki belum membeberkan jumlah dana yang disiapkan KKES untuk menopang sejumlah strategi bisnis tersebut. Yang terang, KKES telah meraih dana segar Rp 31,5 miliar dari hajatan IPO.

Rencananya, sekitar 95% dana hasil IPO akan dipakai untuk modal kerja dalam mendukung operasional dan pengembangan bisnis. Rincinya, 30% untuk biaya operasional dan 65% untuk pembelian barang dagangan serta pelunasan utang usaha kepada pemasok.

Sedangkan 5% sisanya akan dipakai untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi. Termasuk juga digitalisasi sistem IT untuk penjualan, delivery dan logistik.

Target kinerja

Dalam estimasi awal tahun 2022, KKES menargetkan pertumbuhan kinerja antara 12%-14%. Sayangnya, kondisi tahun ini tak berjalan mulus. Gejolak global dan makroekonomi saat ini menjadi aral yang sedang diantisipasi KKES.

Kiki menyoroti beberapa faktor, terutama efek perang Rusia dan Ukraina, lonjakan inflasi dan kekhawatiran resesi ekonomi. Pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang terjadi belakangan ini juga menjadi tantangan bagi KKES.

Sebagai upaya mengantisipasi tantangan tersebut, KKES mengambil sejumlah langkah. Mulai dari penyesuaian harga jual barang, renegosiasi dengan prinsipal terkait harga dan penggunaan mata uang lokal, hingga mengurangi buffer stock.

Baca Juga: Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) Masih Berharap Pada Manufaktur

Di samping itu, KKES juga menambah produk-produk lokal, memperbanyak penjualan dengan margin tinggi, mempercepat pelunasan customer, serta membeli dengan dana tunai sebagian barang yang harus dibeli dengan mata uang berisiko tinggi.

Dengan sejumlah strategi tersebut, setidaknya KKES optimistis bisa mengamankan pertumbuhan penjualan sebanyak 6%-10%. "Kami usahakan semaksimal mungkin setinggi-tingginya kenaikan pertumbuhan dapat dicapai, walau keadaan global dan makro di domestik kurang kondusif," imbuh Kiki.

Sebagai informasi, pada tahun 2021 lalu KKES mencetak penjualan bersih Rp 226,39 miliar, tumbuh 10,41% dibandingkan realisasi tahun 2020 sebesar Rp 205,04 miliar. KKES pun bisa membalikkan kerugian menjadi laba sebesar Rp 18,49 miliar pada tahun 2021. Sedangkan pada 2020 KKES masih menderita rugi Rp 8,89 miliar.

Sementara itu, per Maret 2022, pendapatan KKES naik 6,54% menjadi Rp 62,36 miliar. Sayangnya, laba bersih KKES merosot 57,39% secara tahunan menjadi Rp 3,86 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Pasokan DOC Dipangkas, Harga Ayam Broiler Diprediksi Kembali Pulih
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Pasokan DOC Dipangkas, Harga Ayam Broiler Diprediksi Kembali Pulih

CGS International Sekuritas Indonesia mengestimasi break-even point harga ayam broiler bagi peternak kini berada di angka Rp 23.500 per kg.

Yield SBN Ditekan MSCI Hingga Penguatan Dolar, Simak Panduan Investor Obligasi
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Yield SBN Ditekan MSCI Hingga Penguatan Dolar, Simak Panduan Investor Obligasi

Analis sarankan investor ritel mencermati obligasi tenor pendek, yakni tenor 3 tahun ke bawah, untuk menghindari risiko penurunan harga yang besar

Menakar Pergerakan Saham MMIX Di tengah Rencana Ekspansi Produksi 1,8 Miliar Popok
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Menakar Pergerakan Saham MMIX Di tengah Rencana Ekspansi Produksi 1,8 Miliar Popok

Manajemen menargetkan pendapatan MMIX pada 2027 mencapai Rp 473 miliar, naik sekitar 21,9% dibandingkan target 2026 sebesar Rp 388 miliar.

Menanti Investasi Jumbo Mengalir ke Hulu Migas
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Menanti Investasi Jumbo Mengalir ke Hulu Migas

Kementerian ESDM sudah melakukan proses tender atas 60% dari 118 blok migas di Indonesia yang disiapkan.

Rogoh Kocek Rp 1,47 Triliun, UNTR Sebar Dividen Interim
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Rogoh Kocek Rp 1,47 Triliun, UNTR Sebar Dividen Interim

PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagikan dividen tunai interim tahun buku 2026, dengan alokasi dana maksimal Rp 1,47 triliun.

Bisnis Hulu Migas Meningkat, Laba Bersih ELSA Melesat 29,4% di Sembilan Bulan 2026
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Bisnis Hulu Migas Meningkat, Laba Bersih ELSA Melesat 29,4% di Sembilan Bulan 2026

Pertumbuhan pendapatan mendorong laba bersih PT Elnusa Tbk (ELSA)melonjak 29,4% yoy jadi Rp 681,55 miliar per akhir September 2026.

Penjualan Emas Mengkilat, Laba ANTM Melambung 46% Pada Januari-September 2026
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Penjualan Emas Mengkilat, Laba ANTM Melambung 46% Pada Januari-September 2026

Segmen emas jadi kontributor terbesar penjualan  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dengan porsi 77% atau sekitar Rp 68,41 triliun.

Menadah Berkah di Saham Valuasi Murah
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Menadah Berkah di Saham Valuasi Murah

Saham dengan valuasi menarik, arus kas kuat, dan dividend yield kompetitif, memiliki daya tahan di tengah tekanan jual asing.

The Fed Tahan Suku Bunga dan Yield SBN Melambung, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:57 WIB

The Fed Tahan Suku Bunga dan Yield SBN Melambung, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pasar keuangan domestik masih dibayangi sejumlah tekanan. Seperti pelemahan rupiah, arus keluar modal asing dan kenaikan yield SBN.​

Rupiah di Ujung Tanduk, Ini Daftar PR Pemangku Kepentingan Agar Kembali Menguat
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Rupiah di Ujung Tanduk, Ini Daftar PR Pemangku Kepentingan Agar Kembali Menguat

Dalam skenario negatif, nilai tukar rupiah berisiko melemah menuju Rp 18.500–Rp 19.000 per dolar AS.

INDEKS BERITA

Terpopuler