Cari Dana untuk Ekspansi, Emiten Energi Pilih Rights Issue

Senin, 17 Juni 2019 | 07:56 WIB
Cari Dana untuk Ekspansi, Emiten Energi Pilih Rights Issue
[]
Reporter: Ika Puspitasari, Nur Qolbi, Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan berbasis energi terus melanjutkan ekspansi dan memacu produksi. Demi mendukung rencana tersebut, perusahaan pertambangan migas maupun minerba membutuhkan dana yang tak sedikit. Salah satu strateginya, mereka akan mengeduk pendanaan lewat pasar modal dengan cara menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Misalnya PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. Emiten berkode saham BIPI di Bursa Efek Indonesia ini akan menggelar rights issue sebanyak 7 miliar saham baru dan maksimal 14 miliar saham hasil eksekusi waran yang menyertai HMETD. BIPI menargetkan mampu meraup dana segar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun dari aksi rights issue itu.

Direktur Keuangan BIPI, Michael Wong menjelaskan, pelaksanaan rights issue tentu akan mempertimbangkan struktur permodalan BIPI saat ini serta proyeksi ke depan. Kami menargetkan mendapatkan persetujuan rights issue pada akhir kuartal II-2019. Dengan demikian, rights issue dapat berlangsung awal kuartal III-2019, ungkap dia kepada KONTAN, Sabtu (15/6) pekan lalu.

Manajemen BIPI akan menggunakan dana hasil rights issue untuk mendukung modal kerja, belanja modal, maupun pengembangan usaha baik dilakukan langsung oleh BIPI maupun melalui anak usaha. Tentu hal ini akan berdampak positif dalam mendukung target pencapaian operasi saat ini dan pengembangan usaha ke depan, imbuh Michael.

BIPI sedang mempercepat beberapa proyek infrastruktur energi yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan dan membutuhkan dana US$ 2,5 miliar. Mereka menargetkan sembilan proyek rampung secara bertahap.

Selain BIPI, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) juga berencana melaksanakan aksi rights issue maksimal sebanyak 470 juta saham dengan nominal Rp 200.

Sekretaris Perusahaan PT Toba Bara Sejahtra Tbk, Elizabeth Novi Sagita Aruan mengemukakan, mereka akan menggunakan dana hasil righst issue untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Manajemen TOBA juga sedang memproses akuisisi tambang baru. Kami masih terus menjajaki. Saya belum bisa mengungkapkan perusahaan apa yang menjadi sasaran akuisisi, ungkap dia, beberapa waktu lalu.

PT Merdeka Copper Gold Tbk juga demikian. Emiten berkode saham MDKA di BEI ini akan menerbitkan maksimal 470 juta saham baru dengan skema PMHMETD II dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tri Boewono menyebutkan, mereka akan menggunakan dana hasil rights issue untuk mendukung belanja modal, pembayaran kembali kewajiban keuangan, modal kerja perusahaan maupun anak usaha.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan hingga saat ini mereka belum memastikan jadwal rights issue serta rencana penggunaan dana hasil aksi korporasi itu. Manajemen belum menentukan target serta penggunaan dana untuk rencana rights issue, ujar Adi.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) pada Semester I-2026 Melejit 2.440%
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) pada Semester I-2026 Melejit 2.440%

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat lonjakan laba signifikan di tengah merosotnya penjualan di semester I-2026.

Rogoh Dana Rp 100 Miliar, Elnusa (ELSA) Siap Buyback Saham
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Rogoh Dana Rp 100 Miliar, Elnusa (ELSA) Siap Buyback Saham

Periode buyback saham PT Elnusa Tbk (ELSA) akan berlangsung sejak 3 Agustus hingga 2 November 2026.​

Pendapatan Masih Jeblok, Laba ASII Ikut Anjlok
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:52 WIB

Pendapatan Masih Jeblok, Laba ASII Ikut Anjlok

Segmen alat berat dan jasa pertambangan jadi pemberat kinerja PT Astra International Tbk (ASII) di semester I-2026.

Bunga Acuan Ditahan, IHSG Menguat Sepekan
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Bunga Acuan Ditahan, IHSG Menguat Sepekan

Salah satu sentimen utama penguatan IHSG keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed yang menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75%.​

Menata Tata Kelola Dana Pensiun
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Menata Tata Kelola Dana Pensiun

Asesmen Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) momen penting bagi reformasi tata kelola dana pensiun Indonesia.​

Kebijakan Agak Laen
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kebijakan Agak Laen

Pemerintah daerah termasuk pemerintah pusat terkesan tarik ulur dalam penerapan nihil emisi lewat pajak kendaraan listrik serta PLTS.

OJK Kejar Pialang Asuransi Ilegal
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:55 WIB

OJK Kejar Pialang Asuransi Ilegal

Regulator saat ini mendalami 15 entitas yang diduga menjalankan usaha pialang tanpa izin.                  

Gadai Barang Ala Kaum Berpunya
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Gadai Barang Ala Kaum Berpunya

Menelisik tren gadai barang mewah yang mulai menyeruak.                                                 

Upaya Samudera Indonesia (SMDR) Mengembangkan Layar Bisnis
| Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:20 WIB

Upaya Samudera Indonesia (SMDR) Mengembangkan Layar Bisnis

Perusahaan terus menjalankan berbagai langkah efisiensi agar mampu mempertahankan margin di tengah kenaikan berbagai biaya operasional.

Aksi Akuisisi Grup Djarum Makin Agresif, Portofolio Bisnis Kian Beragam
| Jumat, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Aksi Akuisisi Grup Djarum Makin Agresif, Portofolio Bisnis Kian Beragam

Aneka manuver bisnis Gru[ Djarum bukan didasari oleh sifat serakah, melainkan dilandasi oleh rasa tidak aman (insecure).

INDEKS BERITA

Terpopuler