Cuan Hanya Halusinasi

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:11 WIB
Cuan Hanya Halusinasi
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rabu kelabu. Kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyungsep hingga 7,35% ke 8.320,56. Lalu investor asing mencetak jual bersih alias net sell superjumbo hingga Rp 6,17 triliun.  

"Kiamat" itu setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), acuan utama investor institusi dunia menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia. MSCI selama ini menilai seberapa mudah investor asing masuk dan keluar dari sebuah pasar. 

Penilaian itu tercermin dari tiga aspek utama. Pertama, foreign inclusion factor (FIF), yakni porsi saham yang dianggap MSCI benar-benar bisa dibeli investor asing. 

Kedua, number of shares (NOS), mencerminkan saham yang benar-benar beredar dan aktif diperdagangkan. Ketiga, trading velocity band (TVB), aturan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membatasi harga saham naik atau turun dalam satu hari. MSCI menahan kenaikan FIF dan NOS serta tidak menambahkan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes.

Yang gawat, jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI siap memangkas peringkat pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market alias sejajar Vietnam dan Filipina.

Efek keputusan MSCI itu mencerminkan minimnya perlindungan terhadap investor ritel. Kontan sering mengingatkan soal ini. Terutama saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di atas 9.000.

Pengamat pasar modal dan Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat pernah mengingatkan, keberadaan saham berkapitalisasi jumbo, tapi tidak likuid, menyebabkan IHSG kehilangan fungsi utama sebagai barometer pasar. IHSG tak mencerminkan arah pasar sesungguhnya. 

Ketika Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, awal Desember lalu, BEI malah berbicara rekor tertinggi baru alias all time high (ATH) sebanyak 22 kali sepanjang 2025 berjalan ini. Sambil menyebut, rekor itu saat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. 

Purbaya malah pernah menyebut, IHSG ke 9.000 baru awal dan akan naik terus. Menurutnya, kenaikan IHSG merupakan cerminan ekonomi. Padahal seperti Teguh bilang, IHSG kehilangan fungsi sebagai barometer pasar.

Benar, ATH tapi itu semu alias "halu". Jika tidak ada pembenahan mendasar, kisah ini akan terus berulang. IHSG, mencetak rekor baru dipuji sebagai simbol kebangkitan ekonomi. Sementara cuan bagi investor hanya halusinasi. Indah dipandang, sulit terwujud.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Menakar Prospek Bitcoin hingga Akhir September 2026 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed
| Jumat, 04 September 2026 | 10:00 WIB

Menakar Prospek Bitcoin hingga Akhir September 2026 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed

Meski menghadapi potensi koreksi, ada beberapa katalis yang bisa mengangkat kembali bitcoin dalam beberapa pekan ke depan.

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (4/9)
| Jumat, 04 September 2026 | 09:33 WIB

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (4/9)

Waspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi.

Harga Emas dan Divestasi Menopang Laba Bersih PSAB
| Jumat, 04 September 2026 | 08:43 WIB

Harga Emas dan Divestasi Menopang Laba Bersih PSAB

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Raih Kenaikan Laba Bersih 803% year on year (YoY) di Semester I-2026

Saham Gocap di Ujung Tanduk: 32 Bermasalah Hingga Disuspensi, 14 Berisiko Diguyur
| Jumat, 04 September 2026 | 08:31 WIB

Saham Gocap di Ujung Tanduk: 32 Bermasalah Hingga Disuspensi, 14 Berisiko Diguyur

Pemahaman terhadap notasi bursa, kondisi keuangan, dan risiko hukum menjadi penting sebelum memutuskan masuk ke saham-saham di level Rp 50.

Potensi Pemangkasan Anggaran MBG Lagi
| Jumat, 04 September 2026 | 08:18 WIB

Potensi Pemangkasan Anggaran MBG Lagi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditekan hingga di bawah Rp 200 triliun

Defisit RAPBN 2027 Dipangkas, Investor Tetap Soroti Kualitas Fiskal
| Jumat, 04 September 2026 | 08:18 WIB

Defisit RAPBN 2027 Dipangkas, Investor Tetap Soroti Kualitas Fiskal

Target defisit yang lebih rendah dalam RAPBN 2027 menjadi sinyal positif yang berpotensi memperkuat prospek pasar saham domestik.

Cadangan Devisa Naik Tipis ke Level US$ 146 Miliar
| Jumat, 04 September 2026 | 08:14 WIB

Cadangan Devisa Naik Tipis ke Level US$ 146 Miliar

Posisi cadangan tersebut masih cukup terjaga, salah satunya karena adanya arus modal masuk (inflow) dari investasi portofolio

Pemerintah Tanggung PPh atas Bunga SBN Valas
| Jumat, 04 September 2026 | 08:07 WIB

Pemerintah Tanggung PPh atas Bunga SBN Valas

Kebijakan ini sekaligus memberi fasilitas terhadap DHE SDA yang ditempatkan di dalam negeri         

Belum di Fase Turnaround, Lonjakan Laba Bersih SMGR Lebih Karena Low-Base Effect
| Jumat, 04 September 2026 | 08:04 WIB

Belum di Fase Turnaround, Lonjakan Laba Bersih SMGR Lebih Karena Low-Base Effect

Keberlanjutan pemulihan bergantung pada permintaan semen domestik, stabilitas harga jual, serta kemampuan mempertahankan disiplin efisiensi.

Jababeka (KIJA) Melihat Peluang Pasar Properti untuk Usaha
| Jumat, 04 September 2026 | 07:53 WIB

Jababeka (KIJA) Melihat Peluang Pasar Properti untuk Usaha

Produk yang dikembangkan Jababeka Bizpark, bangunan multiguna yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1,65 miliar.

INDEKS BERITA

Terpopuler