KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk mendanai megaproyek kelistrikan 35.000 Megawatt (MW), setidaknya sudah dua kali PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meraup utang jumbo di tahun ini.
Pertama, PLN menerbitkan obligasi global (global bond) dalam dua mata uang asing, yaitu dollar Amerika Serikat dan euro. Perinciannya, senilai US$ 500 juta dengan tenor 10 tahun 3 bulan, kemudian US$ 500 juta bertenor 30 tahun 3 bulan, serta € 500 juta dengan tenor tujuh tahun.
