Danantara dan Ambisi Terbang Tinggi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ini adalah institusi yang diharapkan terbang tinggi sambil membangun pesawatnya. Kalimat itu meluncur ringan dari Managing Director Danantara, Mohamad Al-Arief, di panggung World Economic Forum (WEF) 2026. Bagi audiens Davos, ini mungkin terdengar sebagai jargon startup heroik. Namun, bagi publik Indonesia, metafora ini menyalakan sinyal bahaya: nasib aset US$ 900 miliar (Rp 14.000 triliun) kini dipertaruhkan pada sebuah institusi yang kerangka operasionalnya belum sepenuhnya terbentuk.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Seiring debutnya di Davos, Danantara mengumumkan rencana menggelontorkan investasi awal senilai Rp 202 triliun, meski baru berusia 11 bulan. Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Investment, mengakui bahwa enam bulan pertama praktis habis untuk menyiapkan fondasi dasar seperti tata kelola dan manajemen risiko.
Baca Juga: Pendapatan Non Bunga Masih Jadi Penopang Kinerja Perbankan
