Darma Henwa Dapat Restu Perpanjangan Utang Usaha Rp 702,73 Miliar

Kamis, 19 September 2024 | 22:42 WIB
Darma Henwa Dapat Restu Perpanjangan Utang Usaha Rp 702,73 Miliar
[ILUSTRASI. Pertambangan batubara batu bara PT Darma Henwa Tbk atau DEWA]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperoleh persetujuan perpanjangan jatuh tempo pembayaran utang terhadap PT Madhani Talatah Nusantara. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan amandemen pertama atas perjanjian penyelesaian utang, pada 17 September 2024.

Waktu jatuh tempo pembayaran utang tersebut, diperpanjang selama enam bulan sejak penandatanganan tersebut. Dengan begitu, tenggat waktu terbaru pembayaran kewajiban terhadap Madhani Talatah Nusantara jatuh pada Maret 2025.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pembelajaran dari Fluktuasi Rupiah
| Jumat, 26 Juni 2026 | 04:57 WIB

Pembelajaran dari Fluktuasi Rupiah

Meski untuk waktu sekarang belum lazim, local currency transaction (LCT) di pasar finansial perlu diinisiasi sejak dini.

Prediksi IHSG Jumat (26/6): Lanjutkan Penguatan atau Rawan Koreksi Tajam?
| Jumat, 26 Juni 2026 | 04:50 WIB

Prediksi IHSG Jumat (26/6): Lanjutkan Penguatan atau Rawan Koreksi Tajam?

IHSG masih tercatat turun 2,81% dalam sepekan terakhir. IHSG mengakumulasi pelemahan 30,62% sejak awal tahun.

Beban Tinggi, Pemain Asuransi Kesehatan Berkurang
| Jumat, 26 Juni 2026 | 04:35 WIB

Beban Tinggi, Pemain Asuransi Kesehatan Berkurang

Tingginya inflasi medis membuat sejumlah perusahaan mundur dari bisnis asuransi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Membuka Ruang Penambahan Kuota Produksi Nikel Tahun Ini
| Jumat, 26 Juni 2026 | 03:13 WIB

Pemerintah Membuka Ruang Penambahan Kuota Produksi Nikel Tahun Ini

Evaluasi RKAB nikel tahun ini harus lebih ketat agar pasokan smelter terjaga tanpa memicu kelebihan pasokan​.

Ekspektasi Bunga AS Mekar Bikin Pamor Emas Pudar
| Kamis, 25 Juni 2026 | 22:00 WIB

Ekspektasi Bunga AS Mekar Bikin Pamor Emas Pudar

Setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal tahun ini, harga emas terkoreksi hingga jatuh ke bawah level psikologis US$ 4.000 per ons troi.

MDKA Siap Membagikan Dividen Rp 300 Miliar
| Kamis, 25 Juni 2026 | 11:16 WIB

MDKA Siap Membagikan Dividen Rp 300 Miliar

Dividen tunai tersebut akan dibagikan dari sebagian saldo laba MDKA dari tahun buku 2025 yang belum ditentukan penggunaannya.​

Terbitkan Obligasi Jumbo Rp 2,25 Triliun, TPIA Tingkatkan Modal Kerja
| Kamis, 25 Juni 2026 | 11:03 WIB

Terbitkan Obligasi Jumbo Rp 2,25 Triliun, TPIA Tingkatkan Modal Kerja

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja TPIA. Terutama, mendukung pengadaan bahan baku produksi.​

Enam Emiten Antre IPO, Sinyal Kebangkitan Pasar Saham atau Sekadar Cari Pendanaan?
| Kamis, 25 Juni 2026 | 09:20 WIB

Enam Emiten Antre IPO, Sinyal Kebangkitan Pasar Saham atau Sekadar Cari Pendanaan?

Saat sentimen positif mendominasi pasar, minat investor terhadap aset berisiko meningkat sehingga penyerapan saham baru menjadi lebih baik.

Enam Perusahaan Calon IPO, Ada  Afiliasi Djarum dan Emtek, Perhatikan Fundamental
| Kamis, 25 Juni 2026 | 09:10 WIB

Enam Perusahaan Calon IPO, Ada Afiliasi Djarum dan Emtek, Perhatikan Fundamental

Enam perusahaan siap IPO. Namun analis sepakat dua emiten ini paling prospektif. Cek fundamental dan potensi untungnya.

Masih Ada  Peringatan dari MSCI, IHSG Masih Terancam Lesu
| Kamis, 25 Juni 2026 | 08:58 WIB

Masih Ada Peringatan dari MSCI, IHSG Masih Terancam Lesu

Indonesia dipertahankan emerging market, tapi IHSG malah terjun bebas di bawah 6.000. Ada kekhawatiran besar di balik keputusan MSCI.

INDEKS BERITA

Terpopuler