Data Manufaktur AS yang Mengecewakan Membuat Kurs Rupiah Hari Ini Rebound

Rabu, 04 September 2019 | 21:33 WIB
Data Manufaktur AS yang Mengecewakan Membuat Kurs Rupiah Hari Ini Rebound
[ILUSTRASI. Uang dollar AS]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Data manufaktur Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan membuat kurs rupiah rebound. Kurs rupiah hari ini di pasar spot berhasil menguat atas dolar AS.

Otot rupiah menguat 0,48% jadi Rp 14.160 per dolar AS. Sementara rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia melemah tipis 0,01% ke Rp 14.218 per dolar AS.

Menurut Lukman Leong, Analis Valbury Asia Futures, data ISM Manufacturing PMI AS periode Agustus cuma sebesar 49,1. Angka ini di bawah proyeksi yang masih di kisaran 51,2. Alhasil, indeks dolar AS melemah.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat Ke Posisi Rp 14.160

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, menambahkan, manufaktur AS melemah saat manufaktur China menguat. Indeks Caixin Manufacturing PMI menguat ke 50,4. Ini lebih tinggi ketimbang ekspektasi analis di 49,8.

Sentimen positif juga datang dari Hong Kong, setelah pemerintah sepakat mencabut Undang-Undang (UU) Ekstradisi. "Hal ini memberi katalis positif bagi pasar keuangan negara berkembang termasuk rupiah," tegas Josua.

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Terseret Risk Off di Pasar Saham
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Rupiah Terseret Risk Off di Pasar Saham

Melansir Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,19% secara harian di level Rp 17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10)

Antrean BBM
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Antrean BBM

Jika audit membuktikan kelalaian manajerial, sanksi harus dijatuhkan, termasuk evaluasi terhadap pejabat yang gagal menjalankan tugasnya.

Pencairan Restitusi Pertimbangkan Setoran Pajak
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:08 WIB

Pencairan Restitusi Pertimbangkan Setoran Pajak

Pemerintah masih harus mengumpulkan penerimaan sekitar Rp 750,1 triliun di Oktober hingga Desember 2026 untuk mencapai target

Awas Tekanan Subsidi Energi di Akhir Tahun
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:03 WIB

Awas Tekanan Subsidi Energi di Akhir Tahun

Lonjakan harga minyak dan pelemahan rupiah berisiko membuat anggaran subsidi bengkak                

Dolar AS Melemah, Harga Logam Mulia Kompak Merekah
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dolar AS Melemah, Harga Logam Mulia Kompak Merekah

Harga logam mulia kompak menguat pada perdagangan Kamis (15/10). Pelemahan dolar AS dan imbal hasil US Treasury menjadi penopang harga.

Sinyal Lampu Kuning dari Bunga Utang Pemerintah
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:57 WIB

Sinyal Lampu Kuning dari Bunga Utang Pemerintah

Tahun depan, bunga utang yang akan dibayarkan pemerintah mencapai Rp 650,31 triliun,  setara 18,93% terhadap pendapatan negara 2027

Menelisik Jejak Cicil Technologies, Investor Singapura yang Berencana Masuk ke POLA
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Menelisik Jejak Cicil Technologies, Investor Singapura yang Berencana Masuk ke POLA

Cicil Technologies akan membeli 30% saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dari tangan PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL).

Artotel Menambah Portofolio Hotel Baru
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Artotel Menambah Portofolio Hotel Baru

Selain mengandalkan pasar wisata, Artotel Wanasaba juga membidik kebutuhan pertemuan bisnis dan kegiatan MICE.

Mengurai Risiko dan Peluang Kredit Data Center
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Mengurai Risiko dan Peluang Kredit Data Center

Bisnis data center membuka peluang kredit baru bagi perbankan, meski risiko tinggi menuntut penyaluran yang selektif.

 Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan

Di tengah tekanan pendapatan bunga, perbankan menggenjot pendapatan komisi untuk menopang pertumbuhan kinerja.

INDEKS BERITA