Data Perdagangan April Lesu Darah, Yuan Memperpanjang Kerugian dan Terpuruk 19 Bulan

Senin, 09 Mei 2022 | 16:25 WIB
Data Perdagangan April Lesu Darah, Yuan Memperpanjang Kerugian dan Terpuruk 19 Bulan
[ILUSTRASI. Yuan China memperpanjang kerugian hingga ditutup pada level terendah hampir 19 bulan terhadap dollar AS pada Senin (9/5). REUTERS/Dado Ruvic/Illustration]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Yuan China memperpanjang kerugian hingga ditutup pada level terendah hampir 19 bulan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada Hari Senin (9/5). Lesu data perdagangan April menegaskan kembali tentang kekhawatiran pasar bahwa Covid-19 yang memicu penguncian di seluruh negeri berdampak terhadap ekonomi.

Yuan spot dalam negeri (CNY) mempercepat laju penurunan setelah jatuh melewati level psikologis yang penting yakni 6,7 per dollar AS sebelum menyelesaikan sesi perdagangan domestik di 6,7202. Level itu merupakan penutupan terlemah sejak 15 Oktober 2020 dan sekaligus turun 551 pips atau 0,82% dibandingkan dengan posisi penutupan larut malam 6.6651 pada Jumat lalu.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Masih Rawan Melemah
| Kamis, 24 September 2026 | 07:18 WIB

Rupiah Masih Rawan Melemah

Nilai tukar rupiah menguat setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI rate di level 5,75%.

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 24 September 2026 | 07:16 WIB

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya

Mengukur peluang dan tantangan kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di tengah kenaikan harga ayam dan bahan baku

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 07:12 WIB

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan

Level suku bunga yang masih tinggi membuat harga obligasi yang menjadi aset dasar reksadana pendapatan tetap (RDPT) menghadapi tekanan.​

Ancaman Arus Keluar Dana Asing Masih Besar
| Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Ancaman Arus Keluar Dana Asing Masih Besar

Spread suku bunga Indonesia dan global menyempit, aset rupiah berpotensi menjadi kurang menarik bagi investor

APBN 2026 Dihantui Lonjakan Harga Minyak
| Kamis, 24 September 2026 | 06:44 WIB

APBN 2026 Dihantui Lonjakan Harga Minyak

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent masih berada di level US$ 100 per barel                   

Volatilitas Pasar Ancam Imbal Unitlink Saham
| Kamis, 24 September 2026 | 06:25 WIB

Volatilitas Pasar Ancam Imbal Unitlink Saham

Bila dilihat sejak awal tahun, kinerja unitlink saham memang masih mendapat rapor merah dengan mencetak minus 5,00%

Urgensi RUU EBET
| Kamis, 24 September 2026 | 06:19 WIB

Urgensi RUU EBET

Mekanisme kepemilikan masyarakat membantu membangun penerimaan lokal terhadap proyek energi terbarukan.

Jaga Rupiah, BI Perbesar Insentif Lindung Nilai
| Kamis, 24 September 2026 | 06:17 WIB

Jaga Rupiah, BI Perbesar Insentif Lindung Nilai

Untuk menjaring dana asing, Bank Indonesia (BI) pun memperbesar insentif lindung nilai              

BI Rate Tetap, Asing Terus Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (24/9)
| Kamis, 24 September 2026 | 05:59 WIB

BI Rate Tetap, Asing Terus Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (24/9)

Masih maraknya net sell mejadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor dalam melihat kelanjutan penguatan IHSG. 

E-Wallet Perkuat QRIS Antarnegara
| Kamis, 24 September 2026 | 05:50 WIB

E-Wallet Perkuat QRIS Antarnegara

Hingga Juli 2026, BI mencatat QRIS Antarnegara sudah mencetak 25,67 juta transaksi senilai Rp 7,63 triliun. 

INDEKS BERITA

Terpopuler