Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten telekomunikasi, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dinilai mulai memasuki masa pemulihan di tengah bayang-bayang rugi bersih kuartal I-2026.
Hal ini tercermin dari pergerakan saham EXCL yang justru menguat sekitar 2,65% ketika IHSG berada di zona merah setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal I-2026.
CGS International Sekuritas Indonesia menyampaikan walau Perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 716 miliar pada kuartal I-2026, angka tersebut dinilai jauh lebih baik dibandingkan kerugian Rp 1,8 triliun pada kuartal IV-2025.
Baca Juga: Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba
"Secara tahunan memang kinerja masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih membukukan laba Rp 388 miliar sebelum muncul biaya integrasi merger. Namun pasar kini dinilai lebih fokus pada pemulihan secara kuartalan karena dianggap lebih mencerminkan arah kinerja perusahaan ke depan," jelas Mino Retail Research Team Leader CGS International Sekuritas Indonesia, Rabu (13/5).
CGS International menjelaskan bahwa perbaikan kinerja EXCL terutama didorong oleh penurunan biaya operasional sekitar 17% secara kuartalan setelah sebelumnya melonjak akibat proses integrasi dengan Smartfren.
Meski demikian, secara tahunan perusahaan masih menghadapi tekanan dari kenaikan biaya depresiasi dan amortisasi serta tingginya beban bunga.
