Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:37 WIB
Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun
[ILUSTRASI. Permintaan Internet yang Kuat Jadi Katalis Positif XLSmart Telecom (EXCL) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten telekomunikasi, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dinilai mulai memasuki masa pemulihan di tengah bayang-bayang rugi bersih kuartal I-2026.

Hal ini tercermin dari pergerakan saham EXCL yang justru menguat sekitar 2,65% ketika IHSG berada di zona merah setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal I-2026.

CGS International Sekuritas Indonesia menyampaikan walau Perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 716 miliar pada kuartal I-2026, angka tersebut dinilai jauh lebih baik dibandingkan kerugian Rp 1,8 triliun pada kuartal IV-2025.

Baca Juga: Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba

"Secara tahunan memang kinerja masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih membukukan laba Rp 388 miliar sebelum muncul biaya integrasi merger. Namun pasar kini dinilai lebih fokus pada pemulihan secara kuartalan karena dianggap lebih mencerminkan arah kinerja perusahaan ke depan," jelas Mino Retail Research Team Leader CGS International Sekuritas Indonesia, Rabu (13/5).

CGS International menjelaskan bahwa perbaikan kinerja EXCL terutama didorong oleh penurunan biaya operasional sekitar 17% secara kuartalan setelah sebelumnya melonjak akibat proses integrasi dengan Smartfren.

Meski demikian, secara tahunan perusahaan masih menghadapi tekanan dari kenaikan biaya depresiasi dan amortisasi serta tingginya beban bunga.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Asing Masih Lepas ASII, Pemulihan Otomotif Belum Cukup
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Asing Masih Lepas ASII, Pemulihan Otomotif Belum Cukup

Ketidakpastian hasil review MSCI serta transparansi tata kelola pasar modal menjadi faktor yang ikut mendorong arus net sell asingdari big caps.

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Investor tampaknya lebih banyak mem-pricing risiko persepsi, ketidakpastian kebijakan pemerintah, dan persoalan kelembagaan.

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR

Pembahasan mengenai perlakuan PPN dan PPh atas transaksi EGR telah dilakukan bersama Kementerian Keuangan

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?

Peningkatan investasi asing tidak serta-merta bertranslasi ke kenaikan harga saham emiten kawasan industri.

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menurun selama tiga bulan berturut-turut                            

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru

Destru Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo           

 Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?

Sektor farmasi memiliki karakter defensif karena kebutuhan terhadap obat dan produk kesehatan bertahan di berbagai kondisi ekonomi.

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar

Ekspansi pengembangan produk yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap harus mampu menjawab kebutuhan investor

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%

Penjualan  PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencapai Rp 5,49 triliun, naik 34,6% year-on-year (yoy)

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

OJK tengah melakukan finalisasi aturan demutualisasi, Danantara siap masuk menjadi pemegang saham BEI

INDEKS BERITA

Terpopuler