DAYA Akan Membuka 30 Unit Gerai Watsons

Kamis, 02 Mei 2019 | 12:52 WIB
DAYA Akan Membuka 30 Unit Gerai Watsons
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Duta Intidaya Tbk menyiapkan sejumlah rencana ekspansi bisnis pada tahun ini. Emiten dengan kode saham DAYA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akan menambah 30 gerai baru sepanjang tahun 2019.

Presiden Direktur DAYA, Lilis Mulyawati menyampaikan, sampai tutup tahun lalu perusahaan ini menambah 26 unit gerai Watsons. Alhasil, total gerai menjadi 105 unit gerai. Dari jumlah itu, 90 gerai tersebar di Jawa, enam gerai di Kalimantan, tiga gerai di Sulawesi, dan enam di Bali.

Pengembangan toko ini tak hanya dilakukan di Jawa, melainkan juga menyasar kawasan Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. "Tahun ini kami merambah Sumatra, sampai saat ini sudah membuka tiga gerai di Medan, dan kami akan terus membuka di Kalimantan, Sulawesi dan Bali," ujar dia, Selasa (30/4).

Kelak, sebanyak 40% porsi gerai akan didirikan di Luar Jawa dan sisanya akan menambah gerai di Jawa. Perusahaan ini membutuhkan dana Rp 1 miliar untuk pembangunan satu gerai, tergantung lokasi. Investasi itu juga di luar anggaran Rp 1 miliar untuk persiapan barang.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, Duta Intidaya akan memperluas gudang yang mereka miliki saat ini. Saat ini DAYA memiliki gudang seluas 2.000 meter persegi yang berlokasi di Tangerang.

"Kami baru menyelesaikan perpindahan gudang baru, perluasan sebelumnya sekitar 2.000 meter persegi, sekarang menjadi tiga kali lipat menjadi sekitar 6.000 meter persegi," terang Lilis.

Menurut dia, perluasan gudang hampir tiga kali lipat ini bukan saja melihat rencana pembukaan gerai fisik, akan tetapi DAYA siap melakukan ekspansi penjualan secara online.

Dengan sejumlah rencana bisnis yang dijalankan, manajemen Duta Intidaya optimistis kinerja tahun ini bakal lebih baik ketimbang tahun 2018. "Harus lebih besar dari tahun lalu, kami ada pengembangan toko, tapi tidak kami targetkan dari pengembangan toko baru saja. Ada pertumbuhan dari toko-toko yang sudah ada karena kami memperbarui supaya lebih kekinian," tutur Lilis.

Hingga kuartal I-2019, DAYA berhasil mencatatkan pendapatan Rp 216,66 miliar, naik 86,32% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 116,28 miliar. Namun beban usaha meningkat sehingga di kuartal I-2019, emiten ini masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 6,74 miliar.

Selain ekspansi menambah gerai fisik, Lilis bilang, mereka akan terus menggenjot lini penjualan online lewat platform Watsons dan kemitraan bareng Lazada, Shopee, dan Blibli. Adapun pertumbuhan transaksi penjualan online pada tahun lalu dua kali lebih besar ketimbang tahun 2017.

Tahun ini, DAYA bakal menggaet Bukalapak dan Tokopedia. Meski begitu, manajemen Duta Intidaya menyebutkan kontribusi penjualan online belum terlalu signifikan. Sementara untuk menarik minat pelanggan, DAYA terus memperbanyak jumlah pengguna Watsons member card yang saat ini sudah menggaet lebih dari 320.000 anggota.

Dari sisi kemudahan pembayaran, Duta Intidaya juga terus mempererat kolaborasi dengan mitra kerja, salah satunya dengan Go-Pay untuk pembayaran non-tunai.

Bagikan

Berita Terbaru

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin

Bitcoin anjlok lebih dari 50% dari ATH, Ethereum senasib. Pahami risiko likuidasi massal dan hindari kerugian lebih parah.

INDEKS BERITA

Terpopuler