Demi Kereta Cepat, Menkeu Longgarkan Penggunaan Anggaran

Rabu, 10 November 2021 | 04:25 WIB
Demi Kereta Cepat, Menkeu Longgarkan Penggunaan Anggaran
[Demi kereta cepat, pemerintah longgarkan penggunaan saldo anggaran lebih. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.]
Reporter: Bidara Pink, Yusuf Imam Santoso | Editor: Markus Sumartomdjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sudah memberi jalan bagi proyek kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk bisa mendapat pendanaan dari negara. Kementerian Keuangan resmi mengeluarkan peraturan baru mengenai tata cara penggunaan saldo anggaran lebih (SAL).

Pemerintah sendiri akan menyuntikkan modal Rp 4,3 triliun ke proyek kereta cepat dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN). "Kebutuhan KCJB untuk pemenuhan base equity sebesar Rp 4,3 triliun," kata Menkeu Sri Mulyani saat Rapat Kerja bersama Komisi XI, Senin (8/11).

Nah, lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no. 147/PMK.05/2021, pemerintah menetapkan penggunaan SAL jadi lebih fleksibel. Dalam Pasal 8 ayat (1), SAL bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kas kontemporer, pemenuhan pembiayaan anggaran, dan/atau stabilisasi.

Sementara dalam peraturan sebelumnya atau lewat PMK nomor 206 tahun 2010 dan PMK nomor 203 tahun 2013, hanya mengatur dua penggunaan SAL, yakni menambal kekurangan pembiayaan APBN atau memenuhi kebutuhan pengeluaran saat penerimaan tak memenuhi.

Penggunaan SAL sesuai ketentuan teranyar dilakukan dengan terlebih dahulu memperhitungkan kebutuhan anggaran sampai dengan akhir tahun anggaran berjalan serta awal tahun anggaran berikutnya.

"Perhitungan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan lewat Direktur Pengelolaan Kas Negara," tegas pemerintah dalam beleid tersebut, seperti dikutip Selasa (9/11).

Selanjutnya: Defisit anggaran tahun depan melebar jadi 5,7%

 

Bagikan

Berita Terbaru

Cuan Emiten Migas Belum Merata
| Senin, 02 November 2026 | 06:15 WIB

Cuan Emiten Migas Belum Merata

Meski menghadapi keterbatasan produksi di dalam negeri dan produksi migas seret, emiten hulu diuntungkan lonjakan ICP

Cuan Emiten Migas Belum Merata
| Senin, 02 November 2026 | 06:15 WIB

Cuan Emiten Migas Belum Merata

Meski menghadapi keterbatasan produksi di dalam negeri dan produksi migas seret, emiten hulu diuntungkan lonjakan ICP

November Rain, IHSG Masih Volatil
| Senin, 02 November 2026 | 06:11 WIB

November Rain, IHSG Masih Volatil

Perubahan metodologi yang membuat saham HSC keluar dari perhitungan IHSG dan review MSCI akan menjadi sentimen IHSG di bulan ini

Rupiah Masih Banyak Tekanan pada Pekan Ini
| Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Masih Banyak Tekanan pada Pekan Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di bawah tekanan pada awal pekan ini.

Alokasi Timpang Subsidi di Angkutan di Musim Liburan
| Senin, 02 November 2026 | 05:35 WIB

Alokasi Timpang Subsidi di Angkutan di Musim Liburan

Menyambut libur Natal dan Tahun Baru, tiket sejumlah moda transportasi mendapat subsidi pemerintah kecuali tiket otobus.

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor

Masih terjadwal tujuh kali lelang SBN di November-Desember 2026, yang terdiri dari empat kali lelang pada November dan tiga kali pada Desember

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional

Beban operasional meningkat akibat ekspansi bisnis dan investasi teknologi di tengah efisiensi.          

Asuransi Jiwa Diversifikasi Aset Investasi
| Senin, 02 November 2026 | 05:20 WIB

Asuransi Jiwa Diversifikasi Aset Investasi

Perusahaan asuransi jiwa baru mengantongi hasil investasi sebanyak Rp 11,73 triliun hingga Agustus 2026. 

 Transaksi Digital Menjadi Mesin Uang
| Senin, 02 November 2026 | 05:00 WIB

Transaksi Digital Menjadi Mesin Uang

Bank Indonesia (BI) mencatat, volume transaksi pembayaran digital mencapai 48,98 miliar transaksi sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Lonjakan Impor Diperkirakan Menggerus Surplus Neraca Perdagangan
| Senin, 02 November 2026 | 04:55 WIB

Lonjakan Impor Diperkirakan Menggerus Surplus Neraca Perdagangan

Nilai impor September 2026 diperkirakan tumbuh signifikan terdorong harga minyak​                   

INDEKS BERITA

Terpopuler