Devisa Ketat Bisa Redam Importasi Tekstil Ilegal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan biaya bahan baku akibat pelemahan nilai tukar rupiah mulai dirasakan kalangan industri, termasuk sektor tekstil. Karena itu, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) mendorong pemerintah menerapkan kebijakan devisa yang lebih ketat.
Tekanan tersebut dirasakan pelaku industri seiring kenaikan harga dan kelangkaan pasokan bahan baku yang belum mereda akibat penutupan Selat Hormuz.
