Pemasok Dapur

Jumat, 22 Mei 2026 | 06:10 WIB
Pemasok Dapur
[ILUSTRASI. TAJUK - Hendrika Yunapritta (KONTAN/Indra Surya)]
Hendrika Yunapritta | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam hitungan di atas kertas, program Makan Bergizi Gratis ini memang luarbiasa. Kita bicara dampaknya untuk perputaran ekonomi di desa, misalnya. Sebutlah ada 3.000 anak penerima makan bergizi dengan alokasi Rp 15.000 per porsi, maka dalam sehari Rp 45 juta bergulir dan sebulan Rp 900 juta dana dibelanjakan. Ini jumlah raksasa untuk ekonomi akar rumput. 

Tapi, kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan hal yang bikin miris. Sepanjang tahun 2025 lalu, perputaran ekonomi daerah dalam program makan bergizi ini ternyata masih di bawah angka 5%. Atau hitungan kasar dari asumsi di atas, tak sampai Rp 2,25 juta sehari atau Rp 45 juta sebulan. Mayoritas anggaran justru teralokasikan lagi ke distributor besar dan korporasi yang berada di kota. Dari pasokan merekalah, asap dapur di desa mengepul. 

Data Direktur Jejaring Pendidikan KPK menemukan, dari 17.330 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipasok 40.433 pihak, hanya ada 18 entitas koperasi dan BUMDes yang terlibat. Artinya peran lembaga ekonomi desa baru menyentuh angka 1,4% dalam program yang digadang-gadang menggerakkan perekonomian lokal ini. Sisanya, adalah pemasok dalam jaringan logistik modern.

Terjadinya ketimpangan ini, karena kebanyakan industri hilir di pedesaan belum siap menangkap peluang raksasa tersebut. Dapur yang memasak untuk ribuan porsi, saban hari, tentu saja membutuhkan konsistensi pasokan bahan baku dalam jumlah besar, yang seringkali bisa dibayar dengan tempo. Nah, jika peluang tersebut akhirnya hanya bisa digarap oleh jaringan distributor atau pemodal besar, tujuan program sebagai penggerak transformasi ekonomi lokal, hanya tinggal janji.

Maka, penting untuk merombak rantai pasok program ini, melalui intervensi kebijakan tertentu. Misalnya saja, SPPG wajib mencari pemasok setempat. Misalnya saja untuk hasil pertanian dan peternakan seperti beras, sayur, ayam dan telur, serta nelayan lokal. 

KPK sudah merekomendasikan konsep ekosistem pendukung berbasis desa ekonomi sirkular. Seyogyanya hal itu jadi regulasi untuk dapur. Anggaran besar yang ditujukan untuk peningkatan gizi dan perputaran roda ekonomi, hendaknya dikunci dalam radius geografis terbatas, sebelum (terpaksa) keluar ke wilayah lain. Cukup manusia saja yang melakukan urbanisasi dari desa ke kota, jangan pula alokasi anggaran dapur ikut pola ini.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh

Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, BP BUMN dan BPI Danantara sedang menyiapkan rancangan Perpres yang mengatur keberlanjutan Whoosh

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:47 WIB

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis

Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menargetkan pungutan cukai minuman berpemanis berlaku semester II-2026

Menyoal Risiko Penyaluran Kredit dan Transparansi Bank Mandiri
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Menyoal Risiko Penyaluran Kredit dan Transparansi Bank Mandiri

Kredit jumbo Bank Mandiri ke Jhonlin Group milik Haji Isam dengan jaminan saham menjadi sorotan karena nilai pinjaman dan risikonya belum jelas.

Pemerintah Percepat Restitusi Pajak
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Pemerintah Percepat Restitusi Pajak

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menginstruksikan Ditjen Pajak untuk mempercepat restitusi pajak, khususnya untuk industri padat karya dan UMKM

Suntik Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Suntik Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan

Suntikan dana tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 73 Tahun 2026. Pencairan dana tersebut dilakukan bertahap.​

Upaya Mengejar Setoran Pajak hingga Akhir Tahun
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Upaya Mengejar Setoran Pajak hingga Akhir Tahun

Pemerintah masih harus mengumpulkan penerimaan sekitar Rp 750 triliun dalam tiga bulan              

Dibayangi Sentimen AS, IHSG Sepekan Naik 0,94%
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Dibayangi Sentimen AS, IHSG Sepekan Naik 0,94%

Jumat (9/10), IHSG naik 1,04% atau 62,48 poin ke level 6.093,76. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat 0,94%.

Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Siapkan Ekspansi Demi Kejar Target Kinerja
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Siapkan Ekspansi Demi Kejar Target Kinerja

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) memperluas sumber pendapatan baru di bisnis layanan higienitas terintegrasi

Tertekan Aksi Jual Paksa, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Tertekan Aksi Jual Paksa, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun

Pergerakan aset kripto masih berada dalam tekanan, akibat gelombang aksi jual paksa yang melanda berbagai platform aset digital

Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh

Sempat melemah ke Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan, rupiah menguat tipis di akhir perdagangan pekan ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler