Direktur Utama Bank Artos Mengundurkan Diri

Selasa, 19 Februari 2019 | 15:31 WIB
Direktur Utama Bank Artos Mengundurkan Diri
[]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reinantha Yaputra, Direktur Utama PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri yang ditujukan kepada pemegang saham Bank Artos, ditandatangani Reinantha pada 18 Februari 2019.

Lewat suratnya, Reinantha menyatakan bahwa dirinya merasa memiliki banyak kekurangan dan belum mampu memenuhi harapan pemegang saham Bank Artos. "Untuk itu saya bermaksud mengajukan permohonan diri dari jabatan saya sebagai direktur utama," tulis Reinantha, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen Bank Artos, Selasa (19/2).

Menanggapi surat tersebut, manajemen Bank Artos menyatakan akan membawa permohonan pengunduran diri Reinantha ke rapat umum pemegang saham (RUPS). Namun manajemen Bank Artos dalam keterbukaan informasinya belum menetapkan waktu pelaksanaan RUPS tersebut.

Mengutip laporan keuangan kuartal III-2018, Bank Artos membukukan rugi bersih Rp 10,18 miliar. Rugi ini meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,85 miliar.

Memburuknya kinerja Bank Artos, tak terlepas dari menurunnya pendapatan bank yang bermarkas di Jalan Otto Iskandardinata No.18 Bandung tersebut. Selama sembilan bulan pertama tahun 2018, pendapatan bunga bersih Bank Artos turun menjadi Rp 21,52 miliar dari periode sama sebelumnya Rp 23,09 miliar.

Bank Artos mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 12 Januari 2016. Arto Hardy merupakan pemilik saham terbesar Bank Artos, dengan kepemilikan sebesar 32% saham. Adapun masyarakat umum dengan kepemilikan di bawah 5% mengapit saham Bank Artos sebanyak 20%.

Bagikan

Berita Terbaru

Agenda Reformasi Pasar Modal, Indonesia Berpotensi Naik Kelas
| Senin, 06 April 2026 | 07:23 WIB

Agenda Reformasi Pasar Modal, Indonesia Berpotensi Naik Kelas

Selesainya program peningkatan transparansi, integritas dan kredibilitas informasi kepemilikan saham dalam waktu cukup singkat hanya dua bulan. 

Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Melebar
| Senin, 06 April 2026 | 07:05 WIB

Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Melebar

Lonjakan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar ru[iah diperkirakan akan mengerek biaya impo 

Asing Terus Net Sell, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 06 April 2026 | 07:03 WIB

Asing Terus Net Sell, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bersamaan minggatnya asing, kurs rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) mencapai Rp 17.015 per dolar AS. Paling buruk sepanjang sejarah. 

Bisnis Obat Resep Melesat, Laba Kalbe Farma Semakin Sehat
| Senin, 06 April 2026 | 06:43 WIB

Bisnis Obat Resep Melesat, Laba Kalbe Farma Semakin Sehat

Segmen bisnis obat resep berkontribusi ke pendapatan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada 2025. Segmen ini tumbuh 11,00% yoy jadi Rp 10,24 triliun. ​

Pemerintah Klaim Stok Pangan Berlimpah
| Senin, 06 April 2026 | 06:40 WIB

Pemerintah Klaim Stok Pangan Berlimpah

Risiko terbesarnya adalah gagal panen yang berujung pada kerugian petani akibat biaya produksi tidak kembali dan turunnya pendapatan

Ramai-Ramai Bangun Rusun Bersubsidi
| Senin, 06 April 2026 | 06:37 WIB

Ramai-Ramai Bangun Rusun Bersubsidi

Pemerintah akan menerbitkan aturan rusun bersubsidi sehingga bisa mempercepat pembangunan dan mengejar target 3 juta rumah

Laba Emiten Properti Terhantam Daya Beli
| Senin, 06 April 2026 | 06:36 WIB

Laba Emiten Properti Terhantam Daya Beli

Emiten properti masih menemukan tantangan di 2026 akibat kondisi geopolitik. Ini memicu ketidakpastian ekonomi, yang bisa menurunkan daya beli.​

Pertamina Gandeng US Grains Garap Bioetanol
| Senin, 06 April 2026 | 06:32 WIB

Pertamina Gandeng US Grains Garap Bioetanol

USGBC merupakan organisasi nirlaba internasional yang mewakili produsen dan pemangku kepentingan industri biji-bijian

Saham Emiten Rumahsakit Diprediksi Cuan di 2026, Ini Pendorong Utamanya
| Senin, 06 April 2026 | 06:30 WIB

Saham Emiten Rumahsakit Diprediksi Cuan di 2026, Ini Pendorong Utamanya

Beban depresiasi, rupiah lemah, dan tarif BPJS tipis bisa menekan profit. Pahami risiko sebelum berinvestasi di saham RS

WIKA Masih Bukukan Rugi Jumbo Rp 9,7 Triliun
| Senin, 06 April 2026 | 06:29 WIB

WIKA Masih Bukukan Rugi Jumbo Rp 9,7 Triliun

WIKA mengantongi kontrak baru Rp 17,46 triliun, yang mendongkrak total kontrak berjalan (order book) hingga menyentuh angka Rp 50,52 triliun

INDEKS BERITA

Terpopuler