Diskrepansi Statistik dan Bias PDB
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Indonesia tumbuh 5,11% pada 2025 dengan total nilai pendapatan domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 23.821,1 triliun. Namun dilihat dari struktur PDB Indonesia sangat bergantung pada pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) yang menjadi kontributor utama dengan porsi 53,88%.
Di sisi lain, terdapat persoalan meningkatnya diskrepansi statistik dalam perhitungan PDB terutama dalam empat tahun terakhir dan tertinggi pada 2023 mencapai Rp 1.173, 24 triliun atau 5,98% dari total PDB. Padahal merujuk basis data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 awalnya tidak ada diskrepansi statistik. Fenomena ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara data sektoral, data konsumsi maupun produksi yang menjadi dasar perhitungan PDB sehingga akurasi gambaran ekonomi nasional selama periode tersebut berpotensi bias.
