Dollar Falls After Fed's Corporate Bond Announcement Spurs Risk-On Move

Selasa, 16 Juni 2020 | 06:23 WIB
Dollar Falls After Fed's Corporate Bond Announcement Spurs Risk-On Move
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: A U.S. dollar note is seen in front of a stock graph in this November 7, 2016 picture illustration. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK (Reuters) - The U.S. dollar fell on Monday afternoon after the Federal Reserve announced it would buy individual corporate bonds in the secondary market, sparking a risk-on move that sent U.S. stocks higher and safe-haven assets like the U.S. dollar lower. 

The Fed said it will start purchasing corporate bonds on Tuesday through the secondary market corporate credit facility (SMCCF), one of several emergency facilities recently launched by the U.S. central bank to improve market functioning in the wake of the coronavirus pandemic. The central bank will use an indexing approach when making purchases, aiming to create a portfolio that is based on a broad, diversified market index of U.S. corporate bonds.

The U.S. dollar index fell 0.47% in North American afternoon trade to 96.73. Against the euro the dollar was 0.52% weaker to $1.131 and against the pound it was 0.36% weaker to $1.259. Against the Japanese yen, another traditional safe-haven, the dollar was flat at 107.33 yen to the dollar.

"The turn that you've seen with the dollar coincided with the Fed's announcement about creating an index to buy a portfolio of bonds. The market took that as a risk-on signal and you saw Treasury yields rise on the back of that. And that coincided with a bit of a risk-on move in currencies as well. So, the dollar changed trajectory from earlier in the day," said Charles Tomes, portfolio manager at Manulife Asset Management.

In overnight trade, risk assets had fallen over rising fears of a second wave of coronavirus infections, which had lifted the dollar. After spending the day in negative territory, the S&P 500 index rose, last up 0.26%. 

China reintroduced restrictions in some areas after Beijing reported its biggest cluster of new infections since February. In the United States, more than 25,000 new cases were reported on Saturday alone.

(Reporting by Kate Duguid in New York and Elizabeth Howcroft in London; Editing by Lisa Shumaker and Nick Zieminski)

Bagikan

Berita Terbaru

Didukung Tren Konsumsi Kopi, Kinerja Fundamental FORE Bisa Naik Tinggi
| Minggu, 05 April 2026 | 18:25 WIB

Didukung Tren Konsumsi Kopi, Kinerja Fundamental FORE Bisa Naik Tinggi

Strategi ekspansi dan penguatan merek FORE berhasil meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri kopi tanah air.

Pengetatan BBM Subsidi Tekan Margin Emiten Logistik, Biaya Bisa Naik Dua Digit
| Minggu, 05 April 2026 | 17:24 WIB

Pengetatan BBM Subsidi Tekan Margin Emiten Logistik, Biaya Bisa Naik Dua Digit

Dalam struktur biaya logistik darat, porsi bahan bakar mencapai 30%–40% dari total operasional, bahkan menembus 40%–60% untuk rute jarak jauh

Meski Kinerja Lesu, UNTR Tetap Dilirik Berkat Dividen dan Diversifikasi
| Minggu, 05 April 2026 | 16:05 WIB

Meski Kinerja Lesu, UNTR Tetap Dilirik Berkat Dividen dan Diversifikasi

Penjualan emas dari tambang Martabe anjlok drastis menjadi hanya 2 ribu ons per troy hingga Februari 2026, merosot 95% YoY.

Tegakkan Aturan, OJK Jatuhkan Sanksi Rp 96,3 Miliar, Aksi Goreng Saham Jadi Sorotan
| Minggu, 05 April 2026 | 10:58 WIB

Tegakkan Aturan, OJK Jatuhkan Sanksi Rp 96,3 Miliar, Aksi Goreng Saham Jadi Sorotan

Sanksi senilai Rp 29,3 miliar berkaitan langsung dengan praktik manipulasi pasar. Istilah pasar praktik ini adalah goreng menggoreng saham.

Kompetisi Ketat Menjepit! JP Morgan Pangkas Rating MIKA Meski Laba Bersih Meroket
| Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Kompetisi Ketat Menjepit! JP Morgan Pangkas Rating MIKA Meski Laba Bersih Meroket

Kompetisi dengan rumah sakit di Malaysia dan Singapura turut menjadi batu sandungan bagi RS Mitra Keluarga, utamanya di layanan spesialis.

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya
| Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya

Pergerakan saham BRMS masih tertahan di bawah garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) pada level Rp 800.

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?
| Minggu, 05 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?

Perhiasan berlian disebut 'beauty investment' yang bisa diwariskan. Simak bagaimana perhiasan bisaberi keuntungan dan jadi aset berharga.

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi
| Minggu, 05 April 2026 | 06:00 WIB

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi

Di tengah keterbatasan ruang hunian perkotaan, kebutuhan gudang pribadi meningkat dan membuka peluang bisnis baru yang m

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas
| Minggu, 05 April 2026 | 05:50 WIB

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas

Lonjakan permintaan emas terjadi usai Lebaran dan membuat stok emas menipis di pasar. Kilau logam mulia itu masih diminati oleh investor.

 
Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:45 WIB

Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan

Perempuan butuh rasa aman dan nyaman saat berkendara. Aplikasi transportasi online khusus perempuan hadir menjemput pasar. Bagaimana peluangnya?

 
INDEKS BERITA

Terpopuler