Dominasi Dolar Amerika Serikat di 2025

Selasa, 31 Desember 2024 | 02:52 WIB
Dominasi Dolar Amerika Serikat di 2025
[ILUSTRASI. Petugas menghitung mata uang dolar Amerika Serikat di gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Senin (16/12/2024). Rupiah mengakhiri perdagangan di pasar spot pada hari pertama pekan ini dengan penguatan tipis, namun masih terjebak di zona muram Rp16.000-an per dolar AS. Mata uang Garuda masih belum bisa lepas dari tekanan dolar AS yang kuat sebab menurunnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed tahun depan dari 100 bps menjadi 75 bps. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Heng Koon How | Head of Markets Strategy UOB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump diperkirakan membawa dampak besar bagi pasar mata uang global. Dolar AS diprediksi menguat, sementara kebijakan Trump akan berkontribusi pada pelemahan yuan Tiongkok pada tahun depan. Meskipun Asia Tenggara tetap menjadi tempat yang relatif aman di tengah ketidakpastian di AS dan Tiongkok, namun mata uang regional berpotensi mengalami tekanan.

Dolar AS mulai pulih sejak awal Oktober ketika peluang kemenangan Trump dalam pemilu meningkat. Setelah Trump resmi terpilih kembali pada November, penguatan dolar AS semakin terlihat. Secara keseluruhan, Indeks Dolar AS (DXY) meningkat dari sekitar 100 pada awal Oktober ke level saat ini sekitar 108, mencatatkan kenaikan substansial sekitar 8% pada kuartal terakhir tahun ini. Di periode yang sama, dolar AS juga menguat signifikan terhadap dolar Singapura, dari 1,28 menjadi 1,36.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Gelombang PHK Ancam Kualitas Kredit Konsumer
| Selasa, 14 Juli 2026 | 23:09 WIB

Gelombang PHK Ancam Kualitas Kredit Konsumer

Ancaman PHK tak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga mulai membayangi kualitas kredit perbankan.

Kredit Pajak untuk Zakat, Adil bagi Siapa?
| Selasa, 14 Juli 2026 | 10:59 WIB

Kredit Pajak untuk Zakat, Adil bagi Siapa?

Pendekatan yang lebih layak ditempuh adalah kredit pajak berjenjang dengan batas persentase maksimum terhadap pajak terutang.

Melestarikan Budaya
| Selasa, 14 Juli 2026 | 10:47 WIB

Melestarikan Budaya

Kekayaan budaya bukan sekadar identitas masa lalu, tapi bagian dari jati diri bangsa. Jangan sampai hilang karena kita terlambat sadar.

Belajar dari EMAS dan TLKM, Akankah Gelombang Dual Listing Emiten RI Berlanjut?
| Selasa, 14 Juli 2026 | 10:13 WIB

Belajar dari EMAS dan TLKM, Akankah Gelombang Dual Listing Emiten RI Berlanjut?

Dual listing tak selalu jadi pilihan terbaik jika manfaat tidak lagi sebanding dengan biaya dan kompleksitas yang harus ditanggung.

MBMA Perkuat Rantai Pasok Nikel Terintegrasi, Ekspansi Tambang Jadi Penopang Kinerja
| Selasa, 14 Juli 2026 | 09:08 WIB

MBMA Perkuat Rantai Pasok Nikel Terintegrasi, Ekspansi Tambang Jadi Penopang Kinerja

MBMA akan tetap fokus pada efisiensi operasional, disiplin alokasi modal, serta melanjutkan pengembangan hilirisasi sebagai motor pertumbuhan.

SMCB Resmi Likuidasi Anak Usaha SBI Bangun Nusantara
| Selasa, 14 Juli 2026 | 09:07 WIB

SMCB Resmi Likuidasi Anak Usaha SBI Bangun Nusantara

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) melakukan pembubaran disertai dengan likuidasi PT SBI Bangun Nusantara (SBN).

Dapat Restu RUPSLB, RMK Energy (RMKE) Eksekuisi Stock Split dengan Rasio 1:5
| Selasa, 14 Juli 2026 | 09:02 WIB

Dapat Restu RUPSLB, RMK Energy (RMKE) Eksekuisi Stock Split dengan Rasio 1:5

Stock split emiten pertambangan batubara itu akan dilakukan dengan rasio 1:5 atau satu saham lama menjadi lima saham baru.

Peta Market Cap BEI: BBCA di Puncak Klasemen, DCII dan MORA Masuk Top 10
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:59 WIB

Peta Market Cap BEI: BBCA di Puncak Klasemen, DCII dan MORA Masuk Top 10

Peta emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah dalam enam bulan terakhir, DCII dan MORA masuk top 10. 

Usai Lunasi Surat Utang Rp 38,29 Miliar, Kinerja BWPT Ke Depan Bergantung Harga CPO
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:57 WIB

Usai Lunasi Surat Utang Rp 38,29 Miliar, Kinerja BWPT Ke Depan Bergantung Harga CPO

Senin (13/7), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) telah melunasi pokok dan bagi hasil ke-4 Sukuk Mudharabah Tahun 2025 sebesar Rp 38.29 miliar. 

Harga Komoditas Layu, Laju Saham Bahan Baku Masih Lesu
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:49 WIB

Harga Komoditas Layu, Laju Saham Bahan Baku Masih Lesu

Ketidakpastian di pasar, pelemahan rupiah, dan kenaikan suku bunga acuan BI, jadi sentimen negatif bagi kinerja indeks bahan baku.​

INDEKS BERITA