Bom Waktu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:10 WIB
Bom Waktu
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
|

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seolah mengikuti angka 08 yang identik dengan Presiden Prabowo Subianto, setelah delapan hari berturut-turut ambruk, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat pada Jumat (22/5).

Kemarin IHSG melesat 1,1% ke 6.162,04. Indeks sempat menyentuh titik terendah di 5.966,86.

Sementara rupiah terus mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah. Kemarin rupiah tutup di Rp 17.717 per dolar AS. Gejolak saat ini bukan hal mengejutkan. Ibaratnya, bom waktu telah meledak. 

Pasar sejak lama membaca  risiko besar terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Satu dekade pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pembangunan infrastruktur dan proyek strategis memang mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun diikuti lonjakan utang negara yang sangat besar. Tambahan utang pemerintah selama era Jokowi sekitar Rp 5.800 triliun. 

Beban tersebut menjadi warisan pemerintahan Prabowo Subianto yang sejak masa kampanye mengusung tagline "keberlanjutan". 

Maka, transisi kekuasaan tidak sepenuhnya diikuti perubahan arah pemerintahan. Banyak figur era Jokowi masih bertahan di lingkar kekuasaan. Dari sektor ekonomi hingga Kapolri dan Panglima TNI. 

Jangan lupakan Teddy Indra Wijaya. Sebelum menjadi ajudan Prabowo, Sekretaris Kabinet itu adalah ajudan Jokowi tahun 2014-2019.

Figur Jokowi paling jelas terlihat dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah situasi yang sulit seperti sekarang, putra Jokowi itu aktif menjalankan agenda publik..

Terutama menyasar kalangan pelajar dan generasi muda—segmen yang akan menjadi pemilih baru di  Pemilu 2029. Terbaru, ia mengundang peserta lomba cerdas cermat yang viral ke Istana Wakil Presiden.

Kondisi yang terjadi saat ini memunculkan persepsi, pemerintahan masih melanjutkan pola lama. Termasuk pendekatan berbasis utang dan belanja besar negara.

Beberapa sumber Kontan yang saya hubungi sudah memberikan banyak sinyal sejak masa Jokowi. Yakni kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal Indonesia.

Pasar keuangan bekerja berdasarkan kepercayaan. Ketika investor melihat kombinasi antara utang besar, belanja negara yang membengkak, serta arah kebijakan yang belum memberi kepastian kuat, respons pasar cenderung negatif.

Ini menjadi pelajaran berharga: jangan buta politik. Kesalahan memilih pemimpin berdampak pada kehidupan seluruh negeri. 

Krisis tidak lahir dalam semalam, melainkan akumulasi berbagai kebijakan. Ini menjadi bom waktu yang meledak kapanpun. Mengguncang ekonomi, sosial, hingga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Emiten Ritel Dibayangi Pelemahan Daya Beli
| Senin, 15 Juni 2026 | 09:53 WIB

Kinerja Emiten Ritel Dibayangi Pelemahan Daya Beli

Pelemahan indeks penjualan riil bulan Mei 2026 mencerminkan tantangan bisnis yang akan dihadapi emiten ritel. 

SMCB Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban
| Senin, 15 Juni 2026 | 09:43 WIB

SMCB Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban

Fasilitas terintegrasi itu jadi bagian transformasi bisnis PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mengoptimalkan aset produksi.

Masuk Masa Bookbuilding, Niramas Utama Incar Dana IPO Rp 392 Miliar
| Senin, 15 Juni 2026 | 09:38 WIB

Masuk Masa Bookbuilding, Niramas Utama Incar Dana IPO Rp 392 Miliar

Pada masa bookbuilding, PT Niramas Utama Tbkmenetapkan harga di kisaran Rp 900 hingga RP 1.120 per saham.

Tuntaskan Akuisisi Blok Migas, RATU Bersiap Tancap Gas
| Senin, 15 Juni 2026 | 09:33 WIB

Tuntaskan Akuisisi Blok Migas, RATU Bersiap Tancap Gas

Akuisisi saham SMS Development Limited oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menelan dana sebanyak US$ 141,21 juta.

Saham-Saham Hijau Masih Merah
| Senin, 15 Juni 2026 | 09:25 WIB

Saham-Saham Hijau Masih Merah

Tekanan global membuat indeks saham berbasis environmental, social, and governance (ESG) merah sejak awal 2026 

Relaksasi RKAB Bisa Mendorong Kinerja Emiten Kontraktor Batubara
| Senin, 15 Juni 2026 | 09:04 WIB

Relaksasi RKAB Bisa Mendorong Kinerja Emiten Kontraktor Batubara

Relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) berpotensi mendongkrak produksi batubara nasional.

Kinerja Emiten Rumah Sakit Masih Sehat, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 15 Juni 2026 | 08:28 WIB

Kinerja Emiten Rumah Sakit Masih Sehat, Simak Rekomendasi Sahamnya

Rumah sakit yang memiliki eksposur besar terhadap pasien swasta punya ruang pertumbuhan kinerja yang lebih besar

PP 20/2026 dan Matinya Insentif Bertumbuh
| Senin, 15 Juni 2026 | 07:45 WIB

PP 20/2026 dan Matinya Insentif Bertumbuh

Ketika pelaku usaha yang paling produktif justru punya insentif untuk tidak tumbuh, bukan negara yang menang.

Rupiah Menguat, Tapi Masih Rentan, Simak Prediksi Hari Ini, Senin (15/6)
| Senin, 15 Juni 2026 | 07:44 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Rentan, Simak Prediksi Hari Ini, Senin (15/6)

Penguatan rupiah terjadi setelah ada revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia.

Demo Sang Pewaris
| Senin, 15 Juni 2026 | 07:40 WIB

Demo Sang Pewaris

Program berskala besar Prabowo dan kewajiban akibat ekspansi pembangunan di masa Jokowi jadi bagian dari beban fiskal yang ditanggung Indonesia.

INDEKS BERITA