Dua Emiten Pelayaran Ini Siap Menambah Armada
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten pelayaran berencana menambah jumlah armada tahun depan.
Ekspansi ini dilakukan karena ada harapan pasar domestik membaik di 2020.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten pelayaran berencana menambah jumlah armada tahun depan.
Ekspansi ini dilakukan karena ada harapan pasar domestik membaik di 2020.
Penyebab utama koreksi tentu saja perang Iran yang memicu kenaikan harga energi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 15% di Maret 2026.
Fokus utama emiten saat ini bukan lagi memburu pertumbuhan yang meroket, melainkan mempertahankan pangsa pasar.
Prospek PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) diproyeksi masih sehat, meski ada potensi kenaikan harga bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.
Sejumlah emiten akan melakukan pembayaran dividen pada April ini. Bagi para pemburu dividen, masih ada kesempatan untuk meraup cuan dividen.
Kekhawatiran pasar berpotensi meningkat pasca gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.
Prospek jangka menengah dan panjang PT Petrosea Tbk (PTRO) terjaga berkat deretan kontrak jangka panjang bernilai jumbo.
PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan tren pelemahan kinerja pada sejumlah lini usaha pada dua bulan pertama 2026.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat EBITDA kuartalan tertinggi sepanjang sejarah di kuartal I-2026, yakni sebesar US$ 421 juta
PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penjualan 101.613 unit di tiga bulan pertama 2026, atau setara 49% dari total pasar otomotif domestik.
Blackrock paling banyak memborong saham BREN, sementara Manulife Financial Corp paling agresif membeli saham BRPT.