Dua Lembaga Keuangan Global Soroti Kesenjangan dan Gagalnya Investasi Hijau Indonesia
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ketimpangan realisasi investasi hijau di kawasan Asia Tenggara tengah disorot. Pemicu utamanya bermuara pada tingginya rasio pembatalan investasi di tiga negara kunci, yakni Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Sengkarut masalah ini berakar pada ketidakselarasan arah kebijakan hingga struktur perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement) yang masih buram.
Bain & Company bersama Standard Chartered dalam Laporan bertajuk “Southeast Asia's Green Economy Report 2026: The New Calculus” yang dirilis pada 18 Mei 2026 menguak realita mengejutkan. Dari estimasi belanja modal (capital expenditure/capex) hijau senilai US$ 540 miliar yang diumumkan di sepanjang rantai nilai energi dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Asia Tenggara hingga 2030, nyatanya hanya sekitar US$ 315 miliar yang diproyeksikan aman terealisasi pada kondisi saat ini.
