ECB Pangkas Bunga, Harga Emas Hari Ini Melonjak Lebih dari 0,5%

Kamis, 12 September 2019 | 23:15 WIB
ECB Pangkas Bunga, Harga Emas Hari Ini Melonjak Lebih dari 0,5%
[ILUSTRASI. Emas batangan]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini melonjak lebih dari 0,5%, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga deposito dan meluncurkan pelonggaran kuantitatif

Kamis (12/9) pukul 21.33 WIB, harga emas spot naik 0,6% jadi $ 1.506,35 per ons troi. Sedang emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik 0,7% menjadi $ 1.514,20.

"Ketika ECB agresif karena mereka pagi ini pasar melihat Federal Reserve (The Fed), itu pasti akan sangat dovish dengan suku bunga," kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures, kepada Reuters.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Semakin Berkilau, Tembus Level US$ 1.510

Dengan langkah ECB ini, maka ada peningkatan pasokan uang di pasar yang menyebabkan peralihan ke emas menjadi aman.

ECB memangkas suku bunga deposito ke rekor terendah -0,5%. Mereka juga menjanjikan suku bunga akan tetap rendah lebih lama. Lalu, ECB akan memulai kembali pembelian obligasi senilai 20 miliar euro per bulan mulai 1 November.

"Dan, pasar mengharapkan lebih banyak dari ini minggu depan, dengan obligasi AS menghasilkan imbal hasil mendekati nol, sehingga emas semakin menarik," ujar Haberkorn.

Imbal hasil AS jatuh begitu ECB mengadopsi sikap agresif pada kebijakan moneter mereka.

Sementara harga konsumen AS untuk Agustus sejalan dengan ekspektasi pasar. Tapi, kenaikan inflasi tidak mungkin menghalangi The Fed memangkas suku bunga lagi pekan depan untuk mendukung ekonomi AS ang sedang melambat.

Baca Juga: Sore ini harga emas spot masih berkilau di US$ 1.503,60 per ons troi

Di bidang perdagangan AS-China, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan, Washington berharap untuk "membuat kemajuan" pada hubungan dengan Beijing. Ini terjadi setelah kedua belah pihak memberikan konsesi atas barang-barang tertentu menjelang pembicaraan tingkat tinggi pada Oktober nanti.

Dari sisi teknikal, resistensi untuk emas berada di $ 1.535,00 sementara support ada di $ 1.510,00, kata Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals, dalam sebuah catatan.

Bagikan

Berita Terbaru

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka
| Jumat, 23 Januari 2026 | 15:56 WIB

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka

Pemerintah siapkan 7 seri SBN Ritel 2026, ORI029 jadi pembuka. Lihat jadwal sementara penerbitan SBN Ritel.

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII

PT Astra International Tbk (ASII) saat ini dipersepsikan sebagai deep value stock oleh investor global.

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:29 WIB

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan

Pendapatan BRPT diperkirakan tumbuh sebesar 41,4% dan EBITDA sebesar 40,2% selama periode 2024-2029.

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?

Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi.  Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini

Pelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR

Transaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.

Perbankan Digital Akan Ekspansif  Kejar Pertumbuhan Kredit
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB

Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan Kredit

​Bank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026

Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,

INDEKS BERITA

Terpopuler