Efek Dana Asing Keluar, Rupiah Kembali Loyo

Rabu, 07 September 2022 | 04:20 WIB
Efek Dana Asing Keluar, Rupiah Kembali Loyo
[ILUSTRASI. Asing keluar lantaran ada ekspektasi inflasi domestik akan meningkat karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/02/2022.]
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah kembali loyo di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Efek kenaikan indeks dollar AS yang terus mencetak rekor membuat rupiah tak berdaya.

Kurs spot rupiah melemah 0,22% jadi Rp 14.918, Rabu (7/9). Kurs referensi Jisdor melemah 0,28% ke Rp 14.927. Sementara indeks dollar AS kembali cetak rekor di 110,77. 

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri menjelaskan, kurs rupiah terpengaruh dana asing di pasar domestik. Asing keluar lantaran ada ekspektasi inflasi domestik akan meningkat karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Baca Juga: Indeks Dolar Makin Perkasa, Begini Prediksi Pergerakan Rupiah

Analis DCFX Futures Lukman Leong memprediksi, kurs rupiah akan bergerak mendatar di perdagangan hari ini (8/9). Pelaku pasar cenderung wait and see menanti keputusan rapat European Central Bank. 

"Pelaku pasar juga menantikan rilis indeks kepercayaan konsumen dan penjualan ritel pada pekan ini," tutur Lukman.

Lukman memperkirakan, data ekonomi domestik bisa memberikan Hitungan dia, rupiah hari ini bergerak dengan kisaran Rp 14.850-Rp 14.975.

Sementara Reny memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp 14.878-Rp 14.945. 

Baca Juga: Melemah Hari Ini, Intip Proyeksi Pergerakan Rupiah Esok Kamis (8/9)

Bagikan

Berita Terbaru

Perbankan Syariah Hadapi Tantangan Likuiditas
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Perbankan Syariah Hadapi Tantangan Likuiditas

Likuiditas perbankan syariah  juga ikut mulai mengetat, seiring pembiayaan tumbuh jauh lebih cepat dari DPK.

Dinamika Pasar Masih Tinggi, Investor Kocok Ulang
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Dinamika Pasar Masih Tinggi, Investor Kocok Ulang

Dinamika pasar keuangan global masih tinggi. Meski begitu, tren pergerakan pasar finansial di dalam negeri menguat tipis.

Masih Memilih Surat Berharga Kendati Ada Insentif
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Masih Memilih Surat Berharga Kendati Ada Insentif

Insentif  KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) hingga 2% belum cukup membuat bank mengurangi kepemilikan SBN dan SRBI.

Embargo Dompet Demo
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:08 WIB

Embargo Dompet Demo

Polemik bergulir saat bank mengkonfirmasi bahwa pemblokiran rekening atas permintaan negara yang diwakili oleh Polisi.

Sariguna Primatirta (CLEO) Optimistis Bisa Tumbuh Dobel Digit
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:03 WIB

Sariguna Primatirta (CLEO) Optimistis Bisa Tumbuh Dobel Digit

Hingga Agustus 2026, jumlah simpul jaringan distribusi internal perusahaan telah mencapai 500 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Tekanan Margin Masih Membayangi Kinerja Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Tekanan Margin Masih Membayangi Kinerja Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)

Kinerja PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) masih bisa bertumbuh berkat inovasi dan pertumbuhan organik

Beban Bunga Utang Makin Menggerus Fiskal
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Beban Bunga Utang Makin Menggerus Fiskal

Beban bunga utang meningkat, mempersempit ruang fiskal dan menekan penerimaan negara.                     

Revisi RKAB Menahan Laju Penjualan Alat Berat
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 05:54 WIB

Revisi RKAB Menahan Laju Penjualan Alat Berat

Secara keseluruhan, pasar alat berat hingga saat ini masih tumbuh sekitar 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Multifinance Tahan Diri Merilis Obligasi
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Multifinance Tahan Diri Merilis Obligasi

Penerbitan surat utang oleh perusahaan pembiayaan hanya mencapai Rp 14,57 triliun di tujuh bulan pertama tahun ini, anjlok 41,8% dari Juli 2025.

Garudafood (GOOD) Cermati Inflasi dan Daya Beli
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 05:47 WIB

Garudafood (GOOD) Cermati Inflasi dan Daya Beli

Secara keseluruhan perusahaan optimistis dapat menjaga stabilitas kinerja di tengah tantangan makroekonomi yang masih membayangi.

INDEKS BERITA