Ekspansi Meski Tetap Bidik Korporasi

Senin, 01 Juni 2020 | 17:13 WIB
Ekspansi Meski Tetap Bidik Korporasi
[ILUSTRASI. Gerai Bhinneka]
Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Siapa yang tak kenal dengan Bhinneka.com? Boleh dibilang ia adalah ecommerce pertama di Indonesia. Jauh sebelum kita mengenal Gojek, Bukalapak dan Tokopedia, Bhinneka sudah terlebih dulu eksis tahun 1993.

Sejak awal, perusahaan rintisan Hendrik Tio ini memang identik dengan produk komputer, laptop, gadget dan aksesorisnya. Sekitar dua tahun lalu, Bhinneka mulai merambah bisnis alat kesehatan dan farmasi. Saat pandemi korona dan anjuran stay at home seperti sekarang, bisnis Bhinneka.com boleh jadi makin moncer. Toh mereka tetap melakukan ekspansi.

Paling anyar mereka menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan. Tepatnya 23 April lalu, Bhinneka.com mengumumkan kerjasama dengan health tech penyedia layanan medical diagnostic, Triasse. Bhinneka bertanggungjawab dalam hal pemasaran, sedangkan Triasse jadi penyedia layanan.

Vensia Tjhin, Chief of Commercial & Omnichannel Bhinneka.Com optimistis peluang bisnis kesehatan akan jadi tren. Apalagi di tengah pandemi korona, kesehatan tergolong salah satu lini usaha yang mencatatkan peningkatan. "Kami main di pemeriksaan kesehatan karena memang bagian dari kategori bisnis maintain, repair and operation (MRO) yang sudah dikembangkan sebelumnya," ungkapnya.

Selama kuartal I 2020, penjualan alat kesehatan mereka mencatatkan kenaikan penjualan hampir tiga kali lipat. Untuk itulah Bhinneka.com berusaha melengkapi layanan dengan menyediakan jasa pemeriksaan kesehatan.

Data terakhir Frost & Sullivan menunjukkan nilai industri kesehatan di tanah air memiliki valuasi senilai US$ 21 miliar. Aspek pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu komponen terbesarnya dengan 200 juta tes dilakukan. Dus, pemeriksaan laboratorium sebesar US$50 per tindakan per orang.

Menurut Vensia, meski juga bisa dinikmati konsumen retail, tetapi tahap awal bisnis layanan pemeriksaan kesehatan ini lebih diprioritaskan membidik segmen korporasi. Studi pasar yang dilakukan menunjukkan kebutuhan tes kesehatan karyawan cukup tinggi. "Karyawan adalah aset penting dan kami punya tanggung jawab untuk menyediakan lingkungan kerja yang sehat," imbuhnya.

Apalagi menurut UU No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, perusahaan wajib memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik pekerja yang baru, maupun yang akan dipindahkan ke tempat kerja baru. Artinya peluang bisnis pemeriksaan kesehatan ini masih luas.

Saat ini, Bhinneka.com memiliki lebih dari 500.000 klien korporasi. Segmen korporasi mendominasi dibanding segmen retail. Sejak tiga tahun terakhir perbandingannya berada di kisaran 70:30.

Ada banyak jenis tes yang ditawarkan. Konsumen retail bisa membeli paket Skrining Kolestrol, paket risiko penyakit Jantung, paket Skrining Diabetes Melitus dan paket Skrining Hepatitis B. Sedangkan khusus untuk konsumen korporat disiapkan tiga paket medical chekup mulai harga Rp 545.000.

Konsumen retail yang ingin mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan bisa langsung mengakses website Bhinneka.com dan melakukan pembelian. Sedangkan bagi konsumen korporasi dapat menghubungi tim penjualan terlebih dahulu untuk dilakukan penilaian kebutuhan dan pengaturan teknis pelaksanaannya. Setelah itu baru dijadwalkan tes kesehatan oleh laboratoorium rekanan. Triasse bekerjasama dengan 9 laboratorium antara lain Biotest, Kimia Farma, Parahita,Primadia, dan Prodia.

Sebenarnya layanan pemeriksaan kesehatan ini sudah dipersiapkan sejak Febuari lalu. Namun dalam perjalanannya ketika Covid-19 benar-benar menginfeksi Indonesia akhirnya diputuskan untuk menambahkan layanan rapid test korona. "Ini murni keputusan berbasis kebutuhan pasar dan juga insting bisnis kami sebagai techpreneur," beber Vensia.

Kebetulan produknya memang ada maka sekalian saja rapid test Covid -19 diluncurkan. Bedanya layanan ini hanya diperuntukkan bagi segmen korporasi dan tidak dijual bebas. Jadi, jika mencarinya di website Bhinneka.com tidak akan ditemukan. Untuk bisa mendapatkan layanan ini konsumen korporasi harus mendaftar terlebih dulu, baru kemudian akan dihubungi oleh tim penjualan.

Vensia mengakui pihaknya cukup berhati-hati. Pasalnya regulasi pemerintah juga melarang penjualan alat rapid test covid-19 di e-commerce. Tidak boleh ada kata kunci rapid test di website Bhinneka.

Selain Triasse, layanan pemeriksaan kesehatan untuk segmen korporasi juga diselenggarakan dengan menggandeng perusahaan rintisan Seehat. Pada dasarnya konsep layanannya sama, yang membedakan adalah segmen yang dibidik yaitu pasar medium. "Ketika main di segmen korporasi kami harus menyediakan beberapa pilihan," terangnya.

Korporasi terdampak

Walaupun sekarang banyak korporasi yang tengah mengalami kesulitan finansial imbas pandemi korona, tetapi Vensia tetap yakin layanan barunya ini bisa mendapat pasar tersendiri. Mungkin akan ada beberapa korporasi yang menunda tetapi akan tetap ada perusahaan yang membutuhkan.

Buktinya baru sepekan diluncurkan sudah banyak perusahaan yang datang menyatakan ketertarikan untuk menggunakan layanan pemeriksaan kesehatan di Bhinneka demi memenuhi syarat standar operasionalnya. Tak hanya menanyakan paket medical chekup, juga banyak yang tertarik menggunakan layanan pemeriksaan rapid test Covid-19.

Nah, ternyata, imbas corona juga terjadi pada bisnis Bhinneka sendiri. Beberapa lini bisnis yang biasanya ramai peminat terlihat mengalami penurunan, karena mereka memang menyasar segmen korporasi. Penjualan produk IT untuk konsumen korporasi misalnya. Ada klien melakukan penundaan pembelian.

Namun beruntung, menurut Vensia, masih ada beberapa konsumen korporasinya yang mengambil opsi mengalihkan pembelian produk IT dari semula berniat memenuhi kebutuhan kantor menjadi membeli untuk memfasilitasi karyawannya yang melakukan work from home (WFH).

Sebaliknya terjadi pada segmen retail. Penjualannya justru terlihat naik. Sejak semula aktivitas bekerja dan kegiatan sekolah dilakukan di rumah, orang yang biasanya baru membeli peralatan sekolah atau kuliah di bulan Juli atau Agustus otomatis maju. "Sepertinya kampanye back to school menjadi lebih cepat," tutur Vensia.

Sebagai salah satu perusahaan digital yang berhasil lolos kala krisis tahun 1998, Bhinneka cukup optimistis mampu melewati krisis korona saat ini. Vensia selalu meyakini situasi krisis pasti memberi peluang yang dapat dikerjakan dan dikembangkan. Kalau saat itu perusahaan berusaha melewati krisis dengan membawa bisnis distribusi masuk ke online, maka kini salah satu rencananya adalah mengandalkan bisnis kesehatan.

Pandemi korona diprediksi akan menimbulkan norma baru dalam hal kesadaran kesehatan. Untuk itu Bhinneka akan melengkapi produk dan layanan di bidang kesehatan. Apalagi bisnis alat kesehatan sedang menunjukkan peningkatan dari hari ke harinya.

Sebenarnya selain layanan pemeriksaan kesehatan, manajemen juga menyiapkan dua bisnis lain untuk dikembangkan yaitu bisnis wisata dan bisnis training. "Kami yakin jika situasi pulih maka bisnis akan kembali lagi," tandasnya. 

Bagikan

Berita Terbaru

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:56 WIB

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025

Mayoritas pendapatan  PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) berasal dari penjualan tiket sebesar Rp 3,6 triliun. 

Laba Bersih Petrosea (PTRO) Melonjak 197,01% di Sepanjang 2025
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:48 WIB

Laba Bersih Petrosea (PTRO) Melonjak 197,01% di Sepanjang 2025

Mayoritas pendapatan PTRO pada 2025 berasal dari segmen pertambangan, dengan kontribusi sebesar US$ 441,27 juta.

Disetir Sentimen Perang AS-Iran dan Penurunan Outlook RI, IHSG Anjlok 7,89% Sepekan
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:44 WIB

Disetir Sentimen Perang AS-Iran dan Penurunan Outlook RI, IHSG Anjlok 7,89% Sepekan

Anjloknya kinerja IHSG sepanjang pekan ini, antara lain, dipicu sentimen konflik AS-Iran dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch Ratings. 

Nasib THR: Antara Kebutuhan Lebaran dan Peluang Cuan SR024
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 05:00 WIB

Nasib THR: Antara Kebutuhan Lebaran dan Peluang Cuan SR024

Pencairan THR bisa jadi modal. Kupon SR024 menjanjikan untung bersih hingga 5,31% setelah pajak, lebih menarik dari deposito. 

Belajar dari Pekalongan
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:30 WIB

Belajar dari Pekalongan

Pilih kepala daerah berkualitas, berintegritas dan memiliki visi untuk memajukan wilayah bukan untuk pribadi dan keluarga.

Investor Reksadana Saham Untung Besar? Ini Proyeksi Imbal Hasil 2026
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:15 WIB

Investor Reksadana Saham Untung Besar? Ini Proyeksi Imbal Hasil 2026

Reksadana saham mencetak return 2% MoM, tertinggi di Februari 2026. Simak proyeksi imbal hasil hingga 15% tahun ini dan strategi pilih yang tepat.

Daya Saing Asuransi Indonesia
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:15 WIB

Daya Saing Asuransi Indonesia

Sistem yang mampu menjamin keadilan lintas batas, termasuk juga berlaku untuk industri asuransi, adalah fondasi dari kepercayaan.

Alkindo Naratama Beberkan Strategi Bidik Laba Tumbuh 50% di 2026
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:00 WIB

Alkindo Naratama Beberkan Strategi Bidik Laba Tumbuh 50% di 2026

ALDO menargetkan laba bersih melesat 50% pada 2026! Cari tahu bagaimana ekspansi ke kemasan konsumen dan pasar AS jadi pendorong utama.

Primaya Hospital (PRAY) Melanjutkan Ekspansi Rumah Sakit Baru
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 03:00 WIB

Primaya Hospital (PRAY) Melanjutkan Ekspansi Rumah Sakit Baru

Setelah meresmikan RS Primaya Kelapa Gading pada Januari 2026, Primaya akan melanjutkan ekspansi dengan membangun cabang di BSD

Cadangan Devisa Jangka Pendek Masih Akan Tertekan
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 02:45 WIB

Cadangan Devisa Jangka Pendek Masih Akan Tertekan

Posisi cadangan devisa per akhir Februari 2026 sebesar US$ 151,9 miliar                              

INDEKS BERITA

Terpopuler