Emiten Properti & Konstruksi Siap Implementasikan PSAK 71, 72 dan 73

Selasa, 21 Mei 2019 | 08:40 WIB
Emiten Properti & Konstruksi Siap Implementasikan PSAK 71, 72 dan 73
[]
Reporter: Andy Dwijayanto, Harry Muthahhari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan di sektor properti dan konstruksi bersiap untuk menerapkan ketentuan baru mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, 72, dan 73 pada 1 Januari 2020 mendatang. Ketentuan tersebut dikeluarkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang mengadopsi International Financial Reporting Standars (IFRS).

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengaku tidak mengalami kendala untuk mengimplementasikan ketentuan PSAK 71,72, dan 73 tersebut. Untuk PSAK 71, manajemen telah menerapkan secara terbatas atas sebagian piutang usaha dalam beberapa tahun terakhir.

PSAK 71 mengharuskan semua aspek dilakukan impairment atau penurunan nilai aset karena nilai tercatat aset (carrying amount) melebihi nilai yang akan dipulihkan. Ini akan berdampak pada biaya piutang usaha berubah signifikan. Dan dalam jangka waktu tertentu akan kembali terkoreksi karena adanya pembayaran piutang usaha tersebut.

Untuk PSAK 72, WTON menjelaskan sudah memenuhi standar akuntansi tersebut karena pengakuan pendapatan didasarkan pada berita acara serah terima pekerjaan yang ditandatangani dua belah pihak.

Namun pengembangan usaha WTON yang menjurus ke pekerjaan instalasi yang cenderung masuk kategori konstruksi, saat ini terdapat 1 proyek saja yang menganut konsep pengakuan pekerjaan konstruksi yang akan terdampak atas PSAK ini. Di Proyek Tol Layang AP Pettarani WTON bertindak sebagai kontraktor utama, ujar Yuherni Sisdwi, Sekretaris Perusahaan WTON kepada KONTAN, Senin (20/5).

Sedangkan PSAK 73, secara operasional WTON tidak terdampak karena transaksi yang berkaitan dengan leasing kecil.

PT Intiland Development Tbk (DILD) saat ini tengah menganalisa lebih lanjut beberapa proyek, terutama penyesuaian cara bayar untuk proyek-proyek high rise building. Kami lagi meninjau, apa ada yang perlu penyesuaian di perjanjian dengan konsumen atau kontraktor kami. Belum tahu (berapa kontrak) masih dikaji, semoga kontrak eksisting tidak terdampak, ujar Archied Noto Pradono, Direktur Penanaman Modal dan Investasi DILD.

Sementara itu, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menyampaikan aturan PSAK baru tidak memiliki dampak besar ke perusahaan ini. Pasalnya pendapatan konstruksi perusahaan sejauh ini tidak sebesar pengakuan pendapatan yang berasal dari landed housing. Kalau untuk pengakuan pendapatan, di kami memang banyak pengakuan ke landed housing. Yang relevan untuk pembangunan proyek, kami tidak banyak, tutup Santoso, Direktur Independen MTLA.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Tembaga Dunia Naik 18% Sepanjang 2026, AMMN dan MDKA Jadi Penerima Manfaat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Harga Tembaga Dunia Naik 18% Sepanjang 2026, AMMN dan MDKA Jadi Penerima Manfaat

Kenaikan harga tembaga mencerminkan ekspektasi pasar terhadap permintaan yang tetap kuat di tengah kondisi pasokan global yang relatif terbatas.

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?

Kenaikan produksi kembali terjadi untuk pertama kali sejak Februari dan pesanan baru mulai stabil, tetapi peningkatan output masih terbatas. 

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik

Pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak terhadap sektor poultry.

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)

Pergerakan rupiah didorong oleh melemahnya permintaan terhadap dolar AS.  Pelemahan itu setelah peluang deeskalasi konflik AS–Iran.

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah

Penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menekan pergerakan indeks dolar AS (DXY).

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Angka ini memang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,61%, tetapi lebih tinggi dari konsensus pasar sekitar 5,1%.

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)

Hingga 30 Juni 2026, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan laba bersih Rp 20,36 miliar, meningkat 13,39% secara tahunan.

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:06 WIB

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC

BEI memasukkan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) ke daftar saham berkonsentrasi tinggi.

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat

Pada semester I-2026,  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) harus mengalami penurunan laba bersih 2,80% yoy jadi Rp 1,97 triliun dari Rp 2,03 triliun.​

Strategi Promosi Mendorong Laba AMRT Semakin Tinggi
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Strategi Promosi Mendorong Laba AMRT Semakin Tinggi

Per akhir Juni 2026, pengelola jaringan minimarket Alfamart itu mencetak laba bersih Rp 2,02 triliun, naik 7,5% secara tahunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler